Radang Telinga (Otitis Media) pada Anak: Gejala, Pengobatan, dan Kapan Perlu Antibiotik
Kesehatan Anak
Radang Telinga (Otitis Media) pada Anak: Gejala, Pengobatan, dan Kapan Perlu Antibiotik
Anak rewel sambil menarik-narik telinga setelah batuk-pilek? Bisa jadi radang telinga. Kenali gejalanya, kapan cukup dipantau, dan kapan benar-benar butuh antibiotik.
Tim Redaksi Sehatku
Disusun Tim Redaksi Sehatku8 menit baca6 Juni 2026Diperbarui 6 Juni 2026
⚕️Sehatku.id
Banyak orang tua panik saat anak tiba-tiba rewel hebat, menangis di malam hari, sambil menarik-narik telinganya. Apalagi jika beberapa hari sebelumnya anak baru saja batuk-pilek. Salah satu penyebab tersering adalah radang telinga atau dalam istilah medis disebut otitis media. Kabar baiknya: sebagian besar kasus pada anak bisa membaik sendiri, dan tidak semuanya membutuhkan antibiotik.
## Apa itu otitis media? {#apa-itu}
Otitis media adalah peradangan atau infeksi pada telinga bagian tengah, yaitu ruang kecil di balik gendang telinga. Saat meradang, ruang ini bisa terisi cairan dan menekan gendang telinga, sehingga menimbulkan nyeri.
Bentuk yang paling sering dialami anak adalah otitis media akut, yang muncul mendadak dan biasanya menyertai atau mengikuti infeksi saluran napas atas seperti batuk-pilek.
## Kenapa anak lebih rentan? {#kenapa-rentan}
Telinga tengah terhubung ke bagian belakang hidung dan tenggorokan lewat saluran bernama tuba eustachius. Saluran inilah yang menjaga tekanan dan mengalirkan cairan dari telinga tengah.
Pada anak, tuba eustachius lebih pendek, lebih sempit, dan lebih mendatar dibanding orang dewasa. Akibatnya:
Kuman dari hidung dan tenggorokan lebih mudah naik ke telinga tengah.
Cairan lebih sulit mengalir keluar sehingga gampang menumpuk.
Itulah sebabnya radang telinga sering muncul setelah batuk-pilek, ketika lendir dan pembengkakan menyumbat saluran tersebut. Seiring anak tumbuh dan saluran ini memanjang, kejadiannya biasanya menurun.
## Gejala yang perlu diperhatikan {#gejala}
Pada bayi dan balita yang belum bisa mengeluh sakit, gejalanya bisa samar. Perhatikan tanda-tanda berikut:
Tanda
Yang sering terlihat
Perilaku
Rewel, gelisah, menangis lebih sering, terutama saat berbaring
Telinga
Anak menarik atau menggosok telinga berulang kali
Demam
Sering disertai demam
Tidur & makan
Sulit tidur, nafsu makan menurun
Pendengaran
Tampak kurang merespons suara
Cairan
Keluar cairan dari telinga (bisa tanda gendang telinga berlubang)
Menarik telinga saja belum tentu radang telinga, kadang anak hanya sedang mengeksplorasi tubuhnya. Tetapi bila digabung dengan rewel, demam, dan riwayat batuk-pilek, kewaspadaan perlu ditingkatkan.
Ini bagian yang sering disalahpahami. Tidak semua radang telinga butuh antibiotik. Banyak kasus otitis media akut disebabkan oleh virus, atau membaik sendiri dalam beberapa hari karena daya tahan tubuh anak.
Pendekatan yang umum dianjurkan dokter:
Pemantauan (watchful waiting) selama sekitar 48-72 jam pada anak yang lebih besar dengan gejala ringan, sambil fokus meredakan nyeri. Banyak anak membaik tanpa antibiotik.
Antibiotik dipertimbangkan bila gejala berat (nyeri hebat, demam tinggi), pada bayi muda, kedua telinga terkena, ada cairan keluar dari telinga, atau gejala tidak membaik setelah dipantau.
Mengapa tidak langsung antibiotik? Pemakaian antibiotik yang tidak perlu mendorong resistensi antibiotik, kondisi ketika kuman menjadi kebal sehingga obat tak lagi mempan saat benar-benar dibutuhkan. Karena itu, keputusan memberi antibiotik sebaiknya dari dokter, bukan membeli sendiri di apotek. Jika antibiotik diresepkan, habiskan sesuai aturan meski anak sudah membaik.
## Meredakan nyeri di rumah {#pereda-nyeri}
Selama menunggu atau menjalani pengobatan, fokus utama adalah membuat anak nyaman:
Berikan pereda nyeri dan demam seperti parasetamol (atau ibuprofen sesuai usia) dengan dosis menurut berat badan dan anjuran dokter atau apoteker.
Kompres hangat di sekitar telinga dapat membantu kenyamanan.
Pastikan anak cukup minum dan istirahat.
Hindari meneteskan minyak, bawang, air perasan, atau ramuan apa pun ke dalam telinga. Cara ini tidak terbukti dan justru berisiko, apalagi bila gendang telinga sedang berlubang.
## Jangan korek telinga dengan cotton bud {#cotton-bud}
Saat telinga anak terasa bermasalah, dorongan untuk "membersihkan" memang besar. Tapi jangan mengorek telinga dengan cotton bud (kapas bertangkai), peniti, atau jari.
Kotoran telinga (serumen) sebenarnya pelindung alami dan umumnya keluar sendiri. Mengorek justru bisa:
Mendorong kotoran makin dalam.
Melukai liang telinga atau merobek gendang telinga.
Memperparah kondisi bila sedang ada radang.
Bersihkan cukup bagian daun telinga bagian luar dengan kain lembap. Jika ada cairan keluar, lap lembut bagian luar saja dan periksakan ke dokter.
## Kapan harus ke dokter? {#ke-dokter}
Segera bawa anak ke dokter bila:
Anak berusia di bawah 6 bulan dan dicurigai sakit telinga.
Nyeri hebat atau demam tinggi yang tidak mereda.
Keluar cairan, nanah, atau darah dari telinga.
Gejala tidak membaik dalam 2-3 hari atau justru memburuk.
Tampak bengkak, kemerahan, atau nyeri di tulang di belakang telinga (area mastoid).
Anak terlihat sangat lemas, sulit dibangunkan, atau kejang.
Lebih baik memeriksakan dan ternyata ringan, daripada menunda penanganan yang dibutuhkan.
## Cara mencegah radang telinga {#pencegahan}
Beberapa langkah yang didukung bukti dapat menurunkan risiko:
Lengkapi imunisasi anak sesuai jadwal, termasuk vaksin yang menurunkan risiko infeksi penyebab radang telinga.
Berikan ASI pada bayi; menyusui dikaitkan dengan risiko infeksi telinga yang lebih rendah.
Jauhkan anak dari asap rokok. Paparan asap rokok meningkatkan risiko radang telinga.
Jangan memberi susu botol sambil anak berbaring telentang. Posisi ini memudahkan cairan masuk ke saluran telinga. Susui atau beri botol dengan kepala anak lebih tinggi.
Jaga kebersihan tangan untuk mengurangi batuk-pilek yang sering memicu radang telinga.
Dengan mengenali gejalanya sejak dini, meredakan nyeri dengan tepat, dan tidak terburu-buru meminta antibiotik, sebagian besar anak akan pulih dengan baik. Bila ragu, konsultasikan ke dokter, terutama untuk bayi dan gejala yang berat.
Proteksi Kesehatan
Lindungi Keluarga dari Biaya Rumah Sakit yang Tinggi
Asuransi kesehatan Allianz dengan sistem cashless di rumah sakit rekanan Allianz. Konsultasikan kebutuhan keluarga Anda dengan agen tersertifikasi, gratis, tanpa kewajiban beli.
✓ Cashless di RS rekanan✓ Klaim cepat✓ Konsultasi gratis
Disclaimer medis: Artikel ini bersifat edukatif dan tidak dapat menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Selalu konsultasikan kondisi kesehatan Anda dengan tenaga medis berlisensi sebelum mengambil keputusan terkait perawatan.