Lewati ke konten
Penyakit

Kanker Nasofaring: Gejala Awal yang Sering Disangka Flu atau Sakit Telinga Biasa

Gejala awal kanker nasofaring sering menyerupai pilek atau radang telinga biasa. Petunjuk pentingnya: keluhan muncul di **satu sisi** dan **menetap**.

Tim Redaksi Sehatku
Disusun Tim Redaksi Sehatku8 menit baca6 Juni 2026Diperbarui 6 Juni 2026
Pemeriksaan telinga hidung tenggorokan
Sehatku.id

Banyak orang baru mengetahui dirinya mengidap kanker nasofaring setelah penyakit berada pada stadium lanjut. Bukan karena lalai, melainkan karena gejala awalnya begitu mirip dengan keluhan sehari-hari: pilek yang tak kunjung sembuh, hidung tersumbat, telinga berdenging, atau yang sering disebut "congek". Wajar bila banyak yang mengira ini hanya flu biasa atau radang telinga ringan.

Jika Anda atau orang terdekat sedang mencemaskan gejala seperti ini, ambil napas dulu. Sebagian besar keluhan hidung dan telinga memang bukan kanker. Tujuan tulisan ini bukan menakuti, melainkan membantu Anda mengenali pola gejala yang perlu diperiksakan lebih lanjut, supaya bila ada sesuatu, ia ditemukan sedini mungkin.

## Kenapa sering terlambat terdeteksi? {#kenapa-terlambat}

Nasofaring adalah rongga di bagian paling belakang hidung, tepat di atas langit-langit lunak, tempat saluran hidung bertemu dengan tenggorokan. Letaknya tersembunyi dan tidak bisa dilihat hanya dengan menengok ke cermin.

Karena lokasinya itu, kanker yang tumbuh di sini awalnya menimbulkan keluhan yang menyerupai penyakit ringan:

  • Gejala hidung sering disangka pilek menahun atau sinusitis.
  • Gejala telinga sering disangka radang telinga atau congek biasa.
  • Benjolan di leher kadang dikira "kelenjar bengkak karena masuk angin".

Inilah sebabnya banyak pasien sempat berobat berkali-kali untuk keluhan flu atau sakit telinga sebelum akhirnya diketahui penyebab sebenarnya. Mengetahui pola pembeda di bawah ini sangat membantu agar tidak menunda pemeriksaan yang tepat.

## Petunjuk penting: satu sisi dan menetap {#gejala-khas}

Kunci untuk membedakannya ada pada dua kata: satu sisi dan menetap. Pilek biasa umumnya mengenai kedua lubang hidung dan membaik dalam beberapa hari. Gejala kanker nasofaring cenderung muncul hanya di satu sisi dan tidak kunjung hilang.

Perhatikan tanda-tanda berikut, terutama bila terjadi pada satu sisi saja:

  • Hidung tersumbat sebelah yang menetap, atau mimisan dan ingus bercampur darah dari satu lubang hidung.
  • Telinga berdenging (tinitus), terasa penuh seperti tersumbat, atau pendengaran menurun pada satu telinga.
  • Benjolan di leher yang tidak nyeri, tidak hilang, dan cenderung membesar. Pada banyak kasus, benjolan leher justru menjadi tanda pertama yang membawa pasien ke dokter.
  • Pada tahap lebih lanjut bisa muncul sakit kepala menetap, pandangan ganda, atau wajah terasa baal di satu sisi.
KeluhanPilek / Radang BiasaPola yang Perlu Diwaspadai
Hidung tersumbatKedua sisi, membaik beberapa hariSatu sisi, menetap berminggu-minggu
Ingus berdarahJarang, sesekali saat keringBerulang, satu sisi
Telinga penuh/berdengingKedua sisi saat flu, lalu hilangSatu sisi, menetap
Benjolan leherBiasanya tidak adaAda, tak nyeri, membesar

Tidak semua orang mengalami semua gejala ini, dan adanya satu gejala bukan berarti pasti kanker. Namun pola satu sisi yang menetap adalah alasan yang sah untuk diperiksa lebih saksama.

## Faktor risiko dan kenapa sering di Asia {#faktor-risiko}

Kanker nasofaring relatif lebih sering ditemukan di Indonesia dan kawasan Asia lain dibandingkan negara Barat. Beberapa faktor yang dikaitkan dengan risikonya:

  • Infeksi virus Epstein-Barr (EBV), virus yang umum dan berkaitan erat dengan kanker nasofaring.
  • Faktor keturunan, yaitu adanya riwayat kanker nasofaring dalam keluarga.
  • Kebiasaan makan ikan asin dan makanan yang diawetkan sejak usia anak-anak.
  • Merokok dan paparan asap dalam jangka panjang.

Memiliki satu faktor risiko bukan berarti pasti akan terkena. Namun bila Anda memiliki riwayat keluarga atau faktor risiko di atas dan mengalami gejala satu sisi yang menetap, sebaiknya jangan menunda untuk memeriksakan diri.

## Kapan harus ke dokter THT? {#kapan-ke-dokter}

Temui dokter spesialis THT (Telinga Hidung Tenggorok) bila Anda mengalami:

  • Keluhan hidung atau telinga pada satu sisi yang menetap lebih dari 2-3 minggu meski sudah diobati.
  • Benjolan di leher yang tidak hilang atau makin membesar.
  • Mimisan atau ingus berdarah yang berulang, terutama dari satu sisi.

Datang lebih awal bukan berarti berlebihan. Justru pemeriksaan dini pada keluhan yang menetap adalah langkah paling bijak, karena bila ternyata bukan apa-apa Anda menjadi tenang, dan bila ada sesuatu ia ditemukan saat masih mudah ditangani.

## Bagaimana proses pemeriksaannya? {#pemeriksaan}

Untuk memeriksa rongga nasofaring yang tersembunyi, dokter THT umumnya melakukan endoskopi nasofaring — sebuah alat kecil berkamera dimasukkan lewat hidung untuk melihat langsung area tersebut. Pemeriksaan ini cepat dan dilakukan di poliklinik.

Bila ditemukan jaringan yang mencurigakan, dokter akan mengambil contoh kecil jaringan melalui biopsi untuk diperiksa di laboratorium. Biopsi inilah yang dapat memastikan diagnosis. Pemeriksaan tambahan seperti pencitraan (CT scan atau MRI) dapat dilakukan untuk menilai sejauh mana penyebarannya. Proses ini mungkin terdengar menakutkan, tetapi kepastian diagnosis adalah dasar penting agar penanganan yang diberikan benar-benar tepat.

## Pesan harapan: deteksi dini sangat menentukan {#harapan}

Ada kabar yang melegakan: secara umum, kanker nasofaring dikenal memberikan respons yang baik terhadap radioterapi, terlebih bila ditemukan pada tahap awal. Karena itu, deteksi dini benar-benar menentukan. Banyak pasien yang ditangani lebih cepat menjalani pengobatan dengan hasil yang lebih baik dibanding mereka yang datang setelah penyakit menyebar luas.

Kami tidak akan pernah menjanjikan kesembuhan instan, dan kami mohon Anda berhati-hati terhadap pihak yang menawarkan "obat alternatif" tanpa bukti. Hal terbaik yang bisa Anda lakukan sederhana namun berharga: bila ada keluhan hidung atau telinga satu sisi yang menetap, atau benjolan di leher, jangan menunda untuk memeriksakan diri ke dokter THT. Langkah kecil itu bisa membuat perbedaan besar.

Proteksi Kesehatan

Lindungi Keluarga dari Biaya Rumah Sakit yang Tinggi

Asuransi kesehatan Allianz dengan sistem cashless di rumah sakit rekanan Allianz. Konsultasikan kebutuhan keluarga Anda dengan agen tersertifikasi, gratis, tanpa kewajiban beli.

✓ Cashless di RS rekanan✓ Klaim cepat✓ Konsultasi gratis
Konsultasi Gratis

Asuransi kesehatan keluarga dari Allianz

Cashless di RS rekanan · Klaim 24 jam · Konsultasi gratis

Lihat Detail

Referensi Medis

  1. 1. Kementerian Kesehatan RI
  2. 2. Pusat Informasi Kanker - Kemenkes
  3. 3. Yayasan Kanker Indonesia

Disclaimer medis: Artikel ini bersifat edukatif dan tidak dapat menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Selalu konsultasikan kondisi kesehatan Anda dengan tenaga medis berlisensi sebelum mengambil keputusan terkait perawatan.

Bagikan artikel ini

Penulis

Tinjauan Editorial

Tim Redaksi Medis Sehatku

Konten disusun mengacu pada sumber medis resmi

Diperbarui: 5 Juni 2026