Kanker serviks = kanker leher rahim, penyebab kematian akibat kanker #2 pada wanita Indonesia setelah kanker payudara. Tapi yang ironis: hampir 100% bisa dicegah dengan skrining + vaksin HPV.
Apa itu kanker serviks?
Penyebab
99% kasus disebabkan oleh HPV (Human Papillomavirus)Strain HPV onkogenik: tipe 16 & 18 (70% kasus), 31, 33, 45, 52, 58 Tertular lewat hubungan seksual (sebagian besar tanpa gejala) Banyak orang membawa HPV sementara - tubuh bersihkan sendiri dalam 2 tahun Tapi 10% jadi persistent → lesi pre-kanker → kanker invasif (10-20 tahun)
Data Indonesia
Kasus baru: ~36.000/tahun Kematian: ~21.000/tahun Mayoritas terdiagnosis stadium lanjut (terlambat) Survival rate stadium I: 92%, stadium IV: 17%
Faktor risiko
Hubungan seks usia muda (<18) Multiple sexual partners Pasangan dengan multiple partners Merokok (2x lipat risiko) Imunokompromis (HIV+) Kontrasepsi hormonal jangka panjang (>10 tahun) Multipara (banyak anak) IMS lain (gonore, klamidia)
Gejala (sering tidak ada awalnya)
Stadium awal-tengah
Pendarahan setelah hubungan seksual (postcoital) Pendarahan antar haid (spotting) Pendarahan pasca menopause Keputihan abnormal: berbau, berdarah, banyak Nyeri saat hubungan seksual (dispareunia) Nyeri panggul
Stadium lanjut
Pendarahan banyak Nyeri panggul/perut bawah hebat Nyeri saat BAK BAB tidak normal, kadang berdarah Bengkak kaki sebelah BB turun, lemas Susah bernapas (metastasis paru)
Skrining: Pap smear vs IVA
Pap smear (Papanicolaou test)
Cara: Sampel sel dari serviks diambil dengan cytobrush, dikirim ke lab untuk analisis sitologi.
Akurasi: Sensitivitas 50-75%, spesifisitas 95%
Frekuensi:
Mulai usia 21 tahun atau 3 tahun setelah aktif seksual 21-29 tahun: pap smear tiap 3 tahun 30-65 tahun: pap smear + HPV test tiap 5 tahun >65 tahun: stop jika 3x normal berturut
Hasil:
Negatif/normal: lanjut skrining ASCUS: tidak pasti, ulang 6 bulan LSIL: lesi rendah, follow up dengan colposcopy HSIL: lesi tinggi, butuh treatment AGC: atypical glandular cells, butuh evaluasi Carcinoma: ditemukan kanker
IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat)
Cara: Serviks diolesi asam asetat 3-5%, dilihat dengan mata telanjang (lesi pre-kanker putih).
Akurasi: Sensitivitas 70-80%, spesifisitas 80-90%
Cocok untuk: Daerah dengan keterbatasan lab pap smear (puskesmas, daerah terpencil)
Frekuensi: Tiap 3-5 tahun untuk wanita 30-50 tahun
Keuntungan:
Murah, hasil langsung Tidak butuh lab Tersedia di puskesmas Bisa treat-and-treat (cryotherapy langsung)
HPV DNA test
Cara: Deteksi DNA virus HPV onkogenik (16, 18, dll)
Akurasi: Sensitivitas 95%, lebih tinggi dari pap
Frekuensi: Tiap 5 tahun untuk wanita 30-65
Biaya: Lebih mahal dari pap, ~Rp 500rb-1.5 juta
Rekomendasi Indonesia
IVA di puskesmas: GRATIS, mulai usia 30Pap smear di RS: BPJS cover dengan indikasiHPV test kombinasi: rekomendasi 30+ tahun
Vaksin HPV
Jenis vaksin
Cervarix (HPV bivalent) : HPV 16, 18 Gardasil 4 (quadrivalent) : HPV 6, 11, 16, 18 Gardasil 9 (nonavalent) : HPV 6, 11, 16, 18, 31, 33, 45, 52, 58 (paling lengkap)
Kapan dapat?
2 dosis selang 6 bulan Imunitas terbaik di usia ini
3 dosis: 0, 1-2 bulan, 6 bulan Tetap bermanfaat walau sudah aktif seksual
Bisa, dengan konsultasi dokter Manfaat kurang vs <26 3 dosis
Efektivitas
90%+ cegah kanker serviks (Gardasil 9)90%+ cegah kondiloma (HPV 6, 11)80%+ cegah kanker anal, oral, penis pada pria (vaksin untuk pria juga rekomendasi)
Apakah aman?
Studi 15+ tahun: aman Efek samping ringan (nyeri suntik, demam ringan) Sangat jarang reaksi alergi serius
Biaya
Bivalent: Rp 300-600rb/dosis (BPOM) Quadrivalent: Rp 800rb-1.5 juta/dosis Nonavalent: Rp 1.5-2.5 juta/dosis BPJS cover terbatas : program nasional untuk anak SD/SMP perempuan di sebagian daerahBelum universal cover
Pengobatan
Lesi pre-kanker (CIN 1-3)
CIN 1 : observasi, ulang skriningCIN 2-3 : LEEP (electrosurgical excision) atau cone biopsyCryotherapy : untuk lesi kecil di area tertentu
Kanker invasif
Stadium IA : konisasi atau histerektomi Stadium IB-IIA : histerektomi radikal + limfonodektomi Stadium IIB-IVA : kemoradioterapi (cisplatin + radiasi) Stadium IVB : kemoterapi paliatif + imunoterapi (pembrolizumab)
Survival rate (5-tahun)
Stadium I: 92% Stadium II: 58% Stadium III: 32% Stadium IV: 17%
→ Skrining dini = survival jauh lebih baik
BPJS coverage
Skrining IVA: GRATIS di puskesmas Pap smear di RS: ditanggung Operasi & kemoterapi: 100% ditanggung Vaksin HPV: belum universal cover Disclaimer medis: Artikel ini bersifat edukatif dan tidak dapat menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Selalu konsultasikan kondisi kesehatan Anda dengan tenaga medis berlisensi sebelum mengambil keputusan terkait perawatan.