Imunitas dari vaksin masa kecil bisa menurun seiring waktu. Plus banyak vaksin baru tersedia untuk dewasa - sayang banyak yang tidak tahu.
Tim Redaksi Sehatku
Disusun Tim Redaksi Sehatku6 menit baca18 Mei 2026Diperbarui 28 Mei 2026
⚕️Sehatku.id
Imunisasi sering dianggap urusan anak-anak saja, sehingga begitu seseorang dewasa, vaksin terlupakan. Padahal, perlindungan dari vaksin masa kecil bisa memudar seiring waktu, dan banyak vaksin penting justru baru direkomendasikan saat dewasa atau lanjut usia. Tetanus, difteri, hepatitis B, influenza, hingga vaksin penyakit serius seperti kanker serviks (HPV) dan herpes zoster adalah contoh yang kerap terlewat. Akibatnya, orang dewasa Indonesia rentan terhadap penyakit yang sebenarnya bisa dicegah. Artikel ini merangkum vaksin apa saja yang perlu diperhatikan di setiap fase usia dewasa, lengkap dengan perkiraan biaya dan cakupan BPJS.
Mengapa dewasa tetap perlu vaksin
Ada beberapa alasan kuat mengapa imunisasi tidak boleh berhenti di masa kanak-kanak:
Kekebalan menurun seiring waktu. Perlindungan dari beberapa vaksin masa kecil (seperti tetanus-difteri) meluruh dan butuh booster setiap 10 tahun.
Sistem imun melemah saat menua. Mulai usia 50-60 tahun, respons imun tubuh menurun (immunosenescence), membuat lansia lebih rentan terhadap pneumonia, herpes zoster, dan komplikasi flu.
Munculnya vaksin baru. Banyak vaksin efektif yang belum ada saat generasi dewasa ini masih kecil, misalnya vaksin HPV, herpes zoster (Shingrix), dan RSV.
Risiko pekerjaan & gaya hidup. Tenaga kesehatan, pelancong, dan kelompok dengan penyakit kronis memerlukan vaksin tambahan sesuai paparan.
Melindungi orang sekitar. Vaksinasi dewasa (seperti Tdap pada ibu hamil dan kontak bayi) melindungi bayi yang belum bisa divaksin lengkap melalui efek kekebalan kelompok.
Singkatnya, imunisasi adalah investasi kesehatan seumur hidup, bukan hanya tonggak masa balita.
Proteksi Kesehatan
Lindungi Keluarga dari Biaya Rumah Sakit yang Tinggi
Asuransi kesehatan Allianz dengan sistem cashless di rumah sakit rekanan Allianz. Konsultasikan kebutuhan keluarga Anda dengan agen tersertifikasi, gratis, tanpa kewajiban beli.
✓ Cashless di RS rekanan✓ Klaim cepat✓ Konsultasi gratis
Disclaimer medis: Artikel ini bersifat edukatif dan tidak dapat menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Selalu konsultasikan kondisi kesehatan Anda dengan tenaga medis berlisensi sebelum mengambil keputusan terkait perawatan.