Katarak: Gejala, Penyebab, dan Kapan Harus Operasi
Penyakit
Katarak: Gejala, Penyebab, dan Kapan Harus Operasi
Katarak adalah lensa mata yang jernih menjadi keruh. Kenali gejalanya, pahami penyebabnya, dan ketahui mengapa operasi adalah satu-satunya jalan keluar.
Tim Redaksi Sehatku
Disusun Tim Redaksi Sehatku8 menit baca6 Juni 2026Diperbarui 6 Juni 2026
⚕️Sehatku.id
Banyak orang baru sadar matanya berkabut saat membaca rambu jalan terasa sulit atau lampu kendaraan tampak menyilaukan di malam hari. Sering kali, biang keladinya adalah katarak. Kabar baiknya: katarak bisa diatasi dengan sangat efektif. Kabar yang perlu diluruskan: caranya bukan dengan obat tetes, melainkan operasi.
## Apa Itu Katarak? {#apa-itu}
Di dalam mata kita ada lensa bening yang bertugas memfokuskan cahaya ke retina, mirip lensa kamera. Pada katarak, lensa yang semula jernih perlahan menjadi keruh. Akibatnya cahaya tidak bisa masuk dengan sempurna, dan penglihatan tampak buram seperti melihat lewat kaca berembun.
Katarak umumnya berkembang perlahan selama bertahun-tahun, sehingga banyak orang tidak menyadarinya di awal. Pada kebanyakan kasus, katarak terkait usia dan termasuk hal yang wajar terjadi seiring penuaan.
## Gejala Katarak {#gejala}
Gejala bisa berbeda-beda tergantung tingkat keparahan, tetapi yang paling sering dikeluhkan adalah:
Penglihatan kabur seperti berkabut atau tertutup tirai tipis.
Silau berlebihan terhadap cahaya, terutama sinar matahari atau lampu kendaraan di malam hari.
Warna tampak pudar atau menguning, tidak secerah dulu.
Sering ganti ukuran kacamata karena resep lama cepat terasa tidak pas.
Penglihatan ganda pada satu mata (bayangan berbayang meski mata sebelahnya ditutup).
Bila satu atau beberapa tanda ini Anda alami dan makin mengganggu, sebaiknya periksakan mata ke dokter spesialis mata.
## Penyebab Katarak {#penyebab}
Penyebab paling utama adalah penuaan. Seiring waktu, protein di dalam lensa mata menggumpal dan membuatnya keruh. Selain itu, beberapa faktor lain dapat mempercepat atau memicu katarak:
Diabetes yang tidak terkontrol.
Cedera mata (trauma).
Pemakaian obat steroid jangka panjang.
Paparan sinar ultraviolet (UV) dari matahari dalam waktu lama.
Riwayat operasi atau peradangan mata sebelumnya.
Mengendalikan gula darah, melindungi mata dengan kacamata hitam ber-UV protection, dan tidak merokok dapat membantu memperlambat, meski tidak selalu mencegah, terbentuknya katarak.
## Mitos: Bisakah Katarak Hilang dengan Obat Tetes? {#mitos}
Mari luruskan dengan tenang. Katarak bukan "selaput" yang menempel di permukaan mata dan bisa luruh dengan obat tetes. Katarak adalah perubahan pada lensa di dalam bola mata.
Sampai saat ini, tidak ada obat tetes mata, jamu, vitamin, atau obat minum apa pun yang terbukti menyembuhkan katarak atau menjernihkan kembali lensa yang sudah keruh. Klaim "tetes mata penghilang katarak tanpa operasi" perlu Anda sikapi dengan kritis. Satu-satunya cara mengatasi katarak adalah operasi. Menunda dengan harapan sembuh sendiri hanya membuat penglihatan makin terganggu.
## Operasi Katarak: Satu-satunya Cara Mengatasi {#operasi}
Operasi katarak yang paling umum saat ini adalah fakoemulsifikasi. Pada prosedur ini, lensa yang keruh dipecah menggunakan gelombang ultrasonik melalui sayatan kecil, lalu diangkat dan diganti dengan lensa buatan (lensa intraokular) yang jernih.
Beberapa hal yang menenangkan untuk diketahui:
Operasi ini umum dilakukan dan termasuk tindakan yang aman.
Biasanya dikerjakan secara rawat jalan, sering kali dengan bius lokal (tetes mata), sehingga Anda tidak perlu menginap.
Prosesnya relatif singkat dan pemulihannya umumnya cepat, meski tetap ada masa kontrol dan pemakaian obat tetes pascaoperasi.
Seperti tindakan medis lainnya, tetap ada risiko kecil. Diskusikan harapan, kondisi, dan pilihan lensa dengan dokter spesialis mata Anda.
## Kapan Sebaiknya Operasi? {#kapan-operasi}
Tidak semua katarak harus langsung dioperasi. Umumnya operasi dipertimbangkan saat katarak sudah mengganggu aktivitas sehari-hari, misalnya menyulitkan menyetir, membaca, bekerja, atau meningkatkan risiko jatuh.
Anda tidak perlu menunggu katarak "matang" atau menebal dulu untuk dioperasi. Keputusan waktu yang tepat sebaiknya dibuat bersama dokter, mempertimbangkan seberapa besar gangguannya terhadap kualitas hidup Anda.
## Kapan Harus ke Dokter? {#kapan-ke-dokter}
Segera periksakan mata bila Anda mengalami:
Penglihatan kabur yang makin memburuk dan mengganggu aktivitas.
Silau berat yang menyulitkan beraktivitas, terutama menyetir malam hari.
Penurunan penglihatan mendadak, atau tiba-tiba melihat banyak kilatan cahaya dan bintik mengambang (floaters) seperti tirai gelap — ini bisa pertanda masalah retina yang serius dan butuh penanganan segera.
Mata merah disertai nyeri hebat, melihat lingkaran pelangi (halo) di sekitar lampu, sakit kepala, hingga mual atau muntah. Ini bisa menjadi tanda glaukoma akut (serangan tekanan bola mata tinggi mendadak) yang merupakan kondisi darurat — segera ke IGD atau dokter mata, jangan ditunda.
Pemeriksaan mata rutin, terutama di usia lanjut atau bila Anda memiliki diabetes, membantu mendeteksi katarak dan gangguan mata lain lebih dini.
Proteksi Kesehatan
Lindungi Keluarga dari Biaya Rumah Sakit yang Tinggi
Asuransi kesehatan Allianz dengan sistem cashless di rumah sakit rekanan Allianz. Konsultasikan kebutuhan keluarga Anda dengan agen tersertifikasi, gratis, tanpa kewajiban beli.
✓ Cashless di RS rekanan✓ Klaim cepat✓ Konsultasi gratis
Disclaimer medis: Artikel ini bersifat edukatif dan tidak dapat menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Selalu konsultasikan kondisi kesehatan Anda dengan tenaga medis berlisensi sebelum mengambil keputusan terkait perawatan.