Lewati ke konten
Penyakit

Kencing Nanah (Gonore): Gejala, Penyebab, dan Pengobatan yang Tepat

Gonore atau 'kencing nanah' bisa menimpa siapa pun yang aktif secara seksual. Kenali gejala, pengobatan yang tepat, dan pentingnya tes serta mengobati pasangan.

Tim Redaksi Sehatku
Disusun Tim Redaksi Sehatku8 menit baca6 Juni 2026Diperbarui 6 Juni 2026
Ilustrasi konsultasi kesehatan reproduksi
Sehatku.id

Kencing nanah adalah sebutan awam untuk gonore, salah satu infeksi menular seksual (IMS) yang umum. Kondisi ini bisa diobati hingga tuntas, tetapi memerlukan antibiotik yang tepat sesuai resep dokter dan penanganan yang juga melibatkan pasangan. Artikel ini menjelaskannya secara lugas, tanpa menghakimi, dan menjaga kerahasiaan Anda.

## Apa itu gonore (kencing nanah)? {#apa-itu}

Gonore disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae. Bakteri ini menyerang saluran kemih dan alat kelamin, tetapi juga dapat menginfeksi dubur, tenggorokan, dan mata. Karena salah satu keluhan khasnya adalah keluarnya cairan seperti nanah saat buang air kecil pada laki-laki, masyarakat mengenalnya sebagai 'kencing nanah'.

Penting dipahami: gonore adalah masalah kesehatan, bukan soal moral. Infeksi ini bisa dialami siapa pun yang aktif secara seksual, dan sepenuhnya dapat disembuhkan bila ditangani dengan benar.

## Gejala pada laki-laki dan perempuan {#gejala}

Gejala gonore berbeda antara laki-laki dan perempuan, dan inilah yang sering menyesatkan.

AspekLaki-lakiPerempuan
Gejala umumNanah dari penis, nyeri saat kencingSering tanpa gejala
Bila bergejalaUjung penis kemerahan, terasa panasKeputihan tidak biasa, nyeri kencing, perdarahan di luar haid
Lokasi lainDubur (nyeri, keluar cairan), tenggorokanDubur, tenggorokan, nyeri panggul

Pada laki-laki, keluhan biasanya muncul beberapa hari setelah terinfeksi: keluar nanah dari penis disertai rasa nyeri atau panas saat buang air kecil.

Pada perempuan, gonore sering tidak menimbulkan gejala yang jelas. Inilah sebabnya banyak yang tidak menyadari dirinya terinfeksi sampai muncul komplikasi. Karena itu, tes menjadi sangat penting, bukan menunggu gejala.

## Bagaimana gonore menular? {#penularan}

Gonore menular melalui kontak seksual tanpa pengaman, baik vaginal, anal, maupun oral. Penularan tidak terjadi lewat toilet, kolam renang, atau berbagi alat makan.

Ibu hamil yang terinfeksi juga dapat menularkan bakteri ini kepada bayinya saat persalinan, yang berisiko menyebabkan infeksi mata pada bayi baru lahir.

## Siapa pun bisa tertular: yang penting tes dan diobati {#siapa-saja}

Mari luruskan satu hal: siapa pun yang aktif secara seksual bisa tertular gonore. Tertular IMS tidak menjadikan Anda orang yang 'kotor' atau 'salah'. Yang benar-benar penting bukanlah menyalahkan diri, melainkan memeriksakan diri (tes) dan menjalani pengobatan sampai tuntas.

Layanan tes IMS di Indonesia bersifat rahasia. Anda dapat memeriksakan diri di puskesmas, klinik, atau layanan terkait tanpa perlu merasa malu. Semakin cepat terdeteksi, semakin mudah diobati dan semakin kecil risiko komplikasi.

## Komplikasi bila dibiarkan {#komplikasi}

Gonore yang tidak diobati dapat menimbulkan masalah serius:

  • Pada perempuan: infeksi dapat menjalar menjadi radang panggul (PID), yang berisiko menyebabkan kemandulan dan kehamilan ektopik (kehamilan di luar rahim).
  • Pada laki-laki: peradangan pada saluran reproduksi yang juga dapat memengaruhi kesuburan.
  • Pada bayi: infeksi mata serius yang bila tidak ditangani dapat mengganggu penglihatan.
  • Pada kasus tertentu, bakteri bisa menyebar ke aliran darah dan sendi.

Kabar baiknya, hampir semua komplikasi ini dapat dicegah dengan deteksi dini dan pengobatan yang tepat.

## Pengobatan yang tepat {#pengobatan}

Gonore diobati dengan antibiotik sesuai resep dokter. Saat ini panduan pengobatan umumnya menggunakan suntikan ceftriaxone, kadang dikombinasikan dengan antibiotik lain sesuai kondisi dan hasil pemeriksaan.

Beberapa prinsip penting:

  • Jangan membeli atau memakai antibiotik sendiri. Pengobatan yang tidak tepat dosis atau jenisnya justru bisa gagal dan mempercepat resistensi bakteri.
  • Habiskan dan ikuti seluruh anjuran dokter, meski gejala sudah hilang.
  • Pasangan seksual harus ikut diperiksa dan diobati, bahkan bila tampak sehat. Tanpa ini, Anda berisiko tertular kembali ('ping-pong').
  • Hindari hubungan seksual sampai pengobatan selesai dan dokter menyatakan aman.

## Kenapa gonore makin kebal antibiotik? {#resistensi}

WHO menandai gonore sebagai salah satu IMS yang makin sulit diobati karena bakterinya berangsur kebal terhadap antibiotik. Penyebab utamanya adalah penggunaan antibiotik yang tidak tepat — misalnya membeli sendiri, dosis kurang, atau pengobatan tidak tuntas.

Inilah alasan kuat mengapa pengobatan gonore harus melalui dokter: agar jenis dan dosis antibiotik benar-benar efektif dan resistensi tidak makin meluas.

## Pencegahan {#pencegahan}

  • Gunakan kondom secara benar dan konsisten setiap berhubungan seksual.
  • Lakukan tes IMS berkala, terutama bila aktif secara seksual atau berganti pasangan.
  • Komunikasi terbuka dengan pasangan tentang kesehatan seksual.

## Kapan harus ke dokter? {#kapan-ke-dokter}

Segera periksakan diri bila Anda mengalami nyeri saat kencing, keluar nanah atau cairan tidak biasa, atau mengetahui pasangan terdiagnosis IMS. Tidak perlu menunggu gejala memberat. Memeriksakan diri adalah langkah bertanggung jawab terhadap kesehatan diri dan pasangan.

Proteksi Kesehatan

Lindungi Keluarga dari Biaya Rumah Sakit yang Tinggi

Asuransi kesehatan Allianz dengan sistem cashless di rumah sakit rekanan Allianz. Konsultasikan kebutuhan keluarga Anda dengan agen tersertifikasi, gratis, tanpa kewajiban beli.

✓ Cashless di RS rekanan✓ Klaim cepat✓ Konsultasi gratis
Konsultasi Gratis

Asuransi kesehatan keluarga dari Allianz

Cashless di RS rekanan · Klaim 24 jam · Konsultasi gratis

Lihat Detail

Referensi Medis

  1. 1. Kemenkes - P2PTM
  2. 2. SIHA Kemenkes
  3. 3. WHO - Gonorrhoea

Disclaimer medis: Artikel ini bersifat edukatif dan tidak dapat menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Selalu konsultasikan kondisi kesehatan Anda dengan tenaga medis berlisensi sebelum mengambil keputusan terkait perawatan.

Bagikan artikel ini

Penulis

Tinjauan Editorial

Tim Redaksi Medis Sehatku

Konten disusun mengacu pada sumber medis resmi

Diperbarui: 5 Juni 2026