Kolik pada Bayi: Kenapa Menangis Terus dan Cara Menenangkannya
Kesehatan Anak
Kolik pada Bayi: Kenapa Menangis Terus dan Cara Menenangkannya
Bayi menangis berjam-jam tanpa sebab yang jelas? Kenali kolik, cara menenangkan dengan metode 5 S, dan kapan Anda perlu waspada.
Tim Redaksi Sehatku
Disusun Tim Redaksi Sehatku8 menit baca14 Juni 2026Diperbarui 14 Juni 2026
⚕️Sehatku.id
Malam mulai larut, bayi Anda menangis keras berjam-jam tanpa sebab yang jelas. Popok kering, sudah disusui, tidak demam, tetapi tangisannya seolah tidak mau berhenti. Anda menggendong, mengayun, menyusui lagi, namun ia tetap rewel. Bila ini terdengar sangat familiar, bayi Anda mungkin mengalami kolik.
Ambil napas dulu. Kabar baiknya: kolik terjadi pada bayi yang sehat, tidak berbahaya, dan umumnya membaik dengan sendirinya seiring bertambahnya usia. Anda tidak melakukan kesalahan, dan Anda tidak sendirian menghadapinya.
Apa itu kolik?
Kolik adalah tangisan berlebihan pada bayi yang sehat dan tumbuh dengan baik. Untuk mengenalinya, dokter sering memakai pola "rule of 3" (aturan tiga):
Menangis lebih dari 3 jam dalam sehari
Terjadi lebih dari 3 hari dalam seminggu
Berlangsung lebih dari 3 minggu
Pola khasnya cukup mudah dikenali: tangisan sering muncul pada sore atau malam hari, mulai pada beberapa minggu pertama kehidupan, dan umumnya membaik sendiri sekitar usia 3-4 bulan. Saat kolik, bayi bisa terlihat menegang, wajah memerah, mengepalkan tangan, atau menarik kaki ke arah perut. Tangisannya terdengar sulit ditenangkan, berbeda dari tangisan lapar biasa.
Yang perlu Anda pegang: kolik bukan tanda bahwa Anda orang tua yang gagal, bukan tanda bayi kesakitan hebat, dan bukan penyakit berbahaya. Bayi dengan kolik tetap menyusu dengan baik, berat badannya naik, dan tumbuh normal di antara episode menangisnya.
Kenapa bayi kolik?
Jujur saja: penyebab pasti kolik sampai kini belum diketahui. Tidak ada satu pemicu tunggal yang bisa disalahkan. Yang diyakini para ahli, kolik kemungkinan merupakan gabungan beberapa hal:
Sistem pencernaan yang belum matang, sehingga bayi lebih mudah merasa tidak nyaman.
Sensitivitas terhadap rangsang — suara, cahaya, dan keramaian sepanjang siang bisa "menumpuk" dan meledak menjadi tangisan panjang di sore atau malam hari.
Perubahan pada bakteri usus atau cara bayi yang masih belajar mengatur diri dan emosinya.
Sekali lagi, yang penting Anda ketahui: kolik bukan disebabkan oleh sesuatu yang Anda lakukan salah, bukan karena ASI Anda kurang, dan bukan karena Anda kurang menyayangi bayi.
Cara menenangkan: metode 5 S
Salah satu pendekatan yang banyak membantu orang tua adalah metode 5 S. Idenya adalah meniru suasana nyaman di dalam kandungan. Coba satu per satu, atau gabungkan beberapa sekaligus:
Swaddle (bedong) — bungkus bayi dengan kain lembut agar merasa aman dan terlindungi. Pastikan bedong tidak terlalu ketat di area pinggul, dan kaki tetap bisa menekuk bebas.
Side/stomach position (posisi miring saat digendong) — gendong bayi dalam posisi miring atau sedikit tengkurap di lengan Anda untuk menenangkan. Ingat baik-baik: saat ditidurkan, bayi harus selalu diletakkan telentang demi keamanan.
Shush (suara desis) — bunyi "sshh" yang lembut atau white noise menyerupai suara yang biasa bayi dengar sebelum lahir.
Swing (ayun lembut) — gerakan berayun kecil dan halus. Jangan pernah mengayun dengan kasar, menyentak, atau mengguncang.
Suck (isap) — biarkan bayi mengisap, baik menyusu langsung maupun dengan empeng, karena gerakan mengisap sering kali menenangkan.
Selain 5 S, kontak kulit ke kulit, menggendong dekat dada, meredupkan cahaya lampu, dan menciptakan suasana yang tenang juga sangat membantu. Perlu diingat, tidak semua cara berhasil setiap saat, dan itu wajar. Yang berhasil malam ini bisa saja tidak mempan besok. Anda tetap orang tua yang baik.
Cek dulu hal lain
Sebelum menyimpulkan bahwa ini kolik, pastikan tidak ada penyebab lain yang sebenarnya lebih mudah diatasi:
Lapar — apakah sudah waktunya menyusu lagi?
Popok — apakah basah atau kotor?
Refleks/GERD — bayi yang sering gumoh dan rewel saat dibaringkan setelah menyusu mungkin mengalami refluks.
Kemungkinan alergi protein susu sapi — bila tangisan disertai tinja berdarah, muntah berulang, ruam kulit, atau berat badan sulit naik, ini bukan kolik biasa. Diskusikan dengan dokter sebelum mengubah pola makan bayi atau ibu.
Bila tangisan mereda setelah kebutuhan dasar dipenuhi, kemungkinan besar itu bukan kolik.
Jaga diri Anda juga
Ini bagian yang sering terlupa, padahal sangat penting: kolik sangat melelahkan, baik secara fisik maupun emosi. Rasa frustrasi, kurang tidur, cemas, bahkan ikut menangis sendiri adalah hal yang manusiawi. Anda tidak sedang gagal, Anda hanya lelah.
Minta bantuan. Bergantianlah menjaga bayi dengan pasangan, orang tua, atau keluarga. Tidak ada yang bisa menahan tangisan berjam-jam sendirian setiap hari.
Istirahat bergantian. Bila Anda merasa kewalahan sampai batas, letakkan bayi di tempat tidur yang aman (posisi telentang), lalu tinggalkan sejenak untuk menarik napas beberapa menit di ruangan lain. Bayi yang menangis di tempat yang aman jauh lebih baik daripada orang tua yang kehilangan kendali.
JANGAN PERNAH mengguncang bayi. Sekuat apa pun rasa frustrasi, mengguncang bayi dapat menyebabkan cedera otak yang fatal, dikenal sebagai shaken baby syndrome. Tindakan ini tidak pernah aman, walau hanya sekali.
Mengakui bahwa Anda butuh istirahat bukanlah tanda lemah, melainkan salah satu cara terbaik untuk melindungi bayi Anda.
Kapan harus ke dokter?
Kolik memang tidak berbahaya, tetapi beberapa tanda menunjukkan kemungkinan ada masalah lain yang perlu diperiksa. Segera hubungi dokter bila bayi mengalami:
Demam
Muntah menyemprot (proyektil) atau muntah terus-menerus
Tidak mau minum atau menyusu
Berat badan tidak naik
Tinja berdarah
Tangisan yang terdengar berbeda, melengking tinggi, atau seperti sedang kesakitan hebat
Dan sebagai pengingat penting untuk setiap orang tua bayi: segera ke IGD atau hubungi 119 bila bayi tampak lemas atau malas menyusu, napas cepat disertai tarikan dinding dada atau bibir membiru, kejang, tampak dehidrasi, atau (pada bayi baru lahir) kuning muncul di 24 jam pertama. Tanda-tanda ini bukan kolik dan membutuhkan penanganan segera.
Kolik akan berlalu. Ia terasa berat saat dijalani, tetapi hampir selalu berakhir dengan sendirinya. Bersabarlah terhadap bayi Anda, dan sama sabarnya terhadap diri Anda sendiri.
Disclaimer medis: Artikel ini bersifat edukatif dan tidak dapat menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Selalu konsultasikan kondisi kesehatan Anda dengan tenaga medis berlisensi sebelum mengambil keputusan terkait perawatan.