Lewati ke konten
Penyakit

Kurap (Tinea): Ciri Ruam Cincin, Pengobatan, dan Cara Mencegah Penularan

Kurap adalah infeksi jamur kulit yang menular dan khas berbentuk cincin. Kenali cirinya, cara mengobati dengan benar, dan langkah mencegah penularan.

Tim Redaksi Sehatku
Disusun Tim Redaksi Sehatku7 menit baca6 Juni 2026Diperbarui 6 Juni 2026
Ilustrasi pemeriksaan kulit
Sehatku.id

Banyak orang mengira semua bercak gatal di kulit itu sama. Padahal kurap punya ciri yang cukup khas dan, yang penting, kurap menular. Kabar baiknya, dengan pengobatan yang tepat kurap umumnya bisa sembuh tuntas.

## Apa itu kurap? {#apa-itu}

Kurap (istilah medisnya tinea atau dalam bahasa Inggris ringworm) adalah infeksi pada kulit yang disebabkan oleh jamur, bukan cacing. Nama 'ringworm' dalam bahasa Inggris sering menyesatkan: tidak ada cacing yang terlibat sama sekali. Jamur penyebabnya hidup di lapisan kulit mati, rambut, dan kuku, serta menyukai area yang hangat dan lembap.

Karena itu kurap sering muncul di area yang mudah berkeringat dan lembap, seperti selangkangan dan sela jari kaki, tetapi bisa juga timbul di badan, lengan, atau tungkai. Iklim tropis Indonesia yang lembap membuat infeksi jamur kulit memang umum dijumpai.

## Ciri khas: ruam cincin {#ciri}

Tanda paling khas kurap adalah ruam berbentuk cincin:

  • Bercak kemerahan dengan tepi yang lebih merah, menonjol, dan bersisik
  • Bagian tengah sering tampak lebih bersih atau menyembuh, sehingga membentuk pola seperti cincin
  • Terasa gatal, kadang perih
  • Bercak bisa melebar perlahan ke arah luar bila tidak diobati

Tidak semua kurap membentuk cincin sempurna, terutama bila sudah meluas atau terlanjur digaruk. Namun pola 'tepi aktif, tengah lebih tenang' ini adalah petunjuk kuat ke arah infeksi jamur.

## Jenis kurap menurut lokasi {#jenis}

Tinea dinamai sesuai lokasi tumbuhnya:

JenisLokasiCatatan
Tinea krurisSelangkangan, paha dalamSering pada pria, area lembap
Tinea pedisSela jari & telapak kakiDikenal sebagai 'kutu air'
Tinea korporisBadan, lengan, tungkaiBentuk cincin paling klasik
Tinea kapitisKulit kepala & rambutSering pada anak, bisa membuat rambut rontok setempat

Tinea kapitis (di kulit kepala) biasanya tidak cukup diobati krim saja dan umumnya butuh antijamur minum atas resep dokter.

## Kurap menular, ini caranya {#menular}

Ini bagian yang sering diabaikan: kurap menular. Penularannya bisa lewat:

  • Kontak kulit langsung dengan penderita
  • Hewan peliharaan yang terinfeksi (kucing, anjing) — sering jadi sumber pada anak
  • Barang bersama: handuk, baju, sisir, sprei, alas kaki
  • Lantai lembap seperti kamar mandi umum atau kolam

Karena itu, mengobati kurap saja tidak cukup bila kebiasaan berbagi barang dan menjaga kebersihan tidak ikut diperbaiki.

## Pengobatan kurap {#pengobatan}

Pengobatan utama kurap pada kulit adalah krim antijamur yang dioleskan tipis ke area bermasalah hingga sedikit melewati tepi ruam. Yang sering keliru: krim dihentikan begitu bercak terlihat hilang.

Penting: Lanjutkan pemakaian krim antijamur 1–2 minggu setelah ruam tampak hilang. Jamur bisa masih ada meski kulit terlihat bersih, dan berhenti terlalu cepat adalah penyebab umum kurap kambuh.

Untuk kasus yang luas, berulang, mengenai kulit kepala, atau kuku, dokter dapat meresepkan antijamur minum karena krim saja tidak cukup menembus area tersebut. Obat minum ini perlu pengawasan dokter dan tidak boleh dipakai sembarangan.

Sementara mengobati, jaga area tetap bersih dan kering, hindari menggaruk, dan jangan menutupnya dengan pakaian ketat yang menahan keringat.

## Hati-hati krim steroid {#steroid}

PERINGATAN: jangan pakai krim steroid sembarangan. Krim steroid memang meredakan gatal dan kemerahan sesaat, sehingga terasa 'membaik'. Padahal pada kurap, steroid justru menekan kekebalan kulit lokal dan dapat memperburuk infeksi jamur — ruam bisa melebar, tepinya menjadi tidak khas, dan lebih sulit dikenali serta diobati (kondisi ini disebut tinea incognito).

Banyak krim racikan atau krim 'sapu jagat' yang dijual bebas mengandung campuran steroid. Bila ragu kandungan suatu krim, tanyakan ke apoteker atau dokter sebelum memakainya untuk dugaan kurap.

## Mencegah penularan {#pencegahan}

Langkah pencegahan sederhana sangat membantu memutus penularan:

  • Jangan berbagi handuk, baju, sisir, atau alas kaki dengan orang lain
  • Cuci handuk, sprei, dan pakaian penderita dengan bersih
  • Jaga kulit tetap kering, terutama lipatan dan sela jari kaki; keringkan tubuh setelah mandi
  • Ganti pakaian dalam dan kaus kaki bila berkeringat
  • Hindari memakai pakaian ketat dan lembap dalam waktu lama
  • Bila hewan peliharaan punya bercak botak atau bersisik, periksakan ke dokter hewan

## Kapan harus ke dokter? {#dokter}

Temui dokter (idealnya dokter spesialis kulit) bila:

  • Ruam tidak membaik setelah 2 minggu pemakaian krim antijamur yang benar
  • Kurap meluas cepat, berulang, atau muncul di banyak tempat
  • Mengenai kulit kepala atau kuku
  • Muncul nanah, sangat nyeri, atau demam (tanda infeksi bakteri tambahan)
  • Anda memiliki daya tahan tubuh menurun (misalnya diabetes atau sedang minum obat penekan imun)

Dengan pengenalan dini, pengobatan yang dituntaskan, dan kebiasaan menjaga kebersihan, kurap umumnya dapat disembuhkan dan dicegah agar tidak menular ke orang sekitar.

Proteksi Kesehatan

Lindungi Keluarga dari Biaya Rumah Sakit yang Tinggi

Asuransi kesehatan Allianz dengan sistem cashless di rumah sakit rekanan Allianz. Konsultasikan kebutuhan keluarga Anda dengan agen tersertifikasi, gratis, tanpa kewajiban beli.

✓ Cashless di RS rekanan✓ Klaim cepat✓ Konsultasi gratis
Konsultasi Gratis

Asuransi kesehatan keluarga dari Allianz

Cashless di RS rekanan · Klaim 24 jam · Konsultasi gratis

Lihat Detail

Referensi Medis

  1. 1. Kemenkes
  2. 2. PERDOSKI
  3. 3. CDC - Ringworm

Disclaimer medis: Artikel ini bersifat edukatif dan tidak dapat menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Selalu konsultasikan kondisi kesehatan Anda dengan tenaga medis berlisensi sebelum mengambil keputusan terkait perawatan.

Bagikan artikel ini

Penulis

Tinjauan Editorial

Tim Redaksi Medis Sehatku

Konten disusun mengacu pada sumber medis resmi

Diperbarui: 5 Juni 2026