Lewati ke konten
Penyakit

Mata Kering: Penyebab (Termasuk Gadget), Gejala, dan Cara Mengatasi

Mata kering makin sering dikeluhkan di era layar. Kenali pemicu, gejala, dan cara meredakannya dengan tepat.

Tim Redaksi Sehatku
Disusun Tim Redaksi Sehatku8 menit baca6 Juni 2026Diperbarui 6 Juni 2026
Ilustrasi mata lelah akibat menatap layar
Sehatku.id

Mata terasa perih, berpasir, atau justru sering berair tanpa sebab jelas? Keluhan ini makin umum, terutama bagi kita yang menatap layar berjam-jam setiap hari. Kondisi ini dikenal sebagai mata kering (dry eye), dan kabar baiknya: sebagian besar kasus ringan bisa diredakan dengan langkah sederhana.

## Apa itu mata kering? {#apa-itu}

Mata kering terjadi ketika permukaan mata tidak mendapat pelumasan yang cukup dari air mata. Penyebabnya bisa karena air mata yang diproduksi terlalu sedikit, atau kualitas air mata yang kurang baik sehingga cepat menguap.

Air mata bukan sekadar air. Ia terdiri dari lapisan minyak, air, dan lendir yang bekerja sama menjaga permukaan mata tetap lembap, bersih, dan nyaman. Bila keseimbangan ini terganggu, muncullah keluhan mata kering.

Mata kering umumnya bukan kondisi berbahaya, tetapi bisa mengganggu kenyamanan sehari-hari dan, bila dibiarkan parah, memengaruhi permukaan mata.

## Penyebab dan pemicu {#penyebab}

Banyak faktor bisa memicu atau memperberat mata kering. Beberapa yang paling sering ditemui di kehidupan modern:

  • Layar dan gadget. Saat fokus menatap ponsel, komputer, atau TV, kita cenderung lebih jarang berkedip. Padahal berkedip adalah cara alami mata menyebarkan air mata. Inilah yang sering disebut digital eye strain atau keluhan mata akibat layar.
  • Lingkungan kering. Ruangan ber-AC, kipas angin yang mengarah ke wajah, atau udara berdebu mempercepat penguapan air mata.
  • Lensa kontak. Pemakaian lensa kontak, apalagi terlalu lama, dapat mengurangi kenyamanan dan kelembapan mata.
  • Usia. Produksi air mata cenderung menurun seiring bertambahnya usia, dan keluhan lebih sering pada perempuan, terutama setelah menopause.
  • Faktor lain. Obat tertentu, kondisi medis seperti penyakit autoimun, serta kurang asupan cairan juga dapat berperan.

Perlu diluruskan: menatap layar tidak merusak mata secara permanen. Yang terjadi adalah kelelahan dan berkurangnya frekuensi berkedip yang membuat mata terasa kering. Keluhannya biasanya membaik dengan istirahat dan kebiasaan yang lebih sehat.

## Gejala yang perlu dikenali {#gejala}

Gejala mata kering bisa berbeda-beda. Yang umum dirasakan antara lain:

  • Rasa kering, perih, atau seperti berpasir di mata
  • Mata terasa lelah, terutama setelah lama menatap layar
  • Kemerahan atau sensasi mengganjal
  • Sensitif terhadap cahaya
  • Pandangan kadang buram, lalu membaik setelah berkedip
Hal yang sering disalahpahamiFaktanya
Mata berair berarti tidak keringMata bisa berair berlebihan sebagai reaksi terhadap iritasi akibat kekeringan
Mata kering hanya soal usiaBanyak kasus pada usia muda akibat kebiasaan layar
Tetes mata apa saja samaPilih air mata buatan; tetes "pemerah mata" berbeda fungsi

Yang sering mengejutkan: mata kering bisa membuat mata justru berair. Saat permukaan mata teriritasi, kelenjar air mata bereaksi memproduksi air mata berlebih secara mendadak, tetapi air mata ini cepat menguap dan tidak menyelesaikan masalah.

## Cara mengatasi {#cara-mengatasi}

Untuk keluhan ringan, langkah berikut umumnya membantu:

  1. Air mata buatan. Tetes mata pelumas (artificial tears) yang dijual bebas dapat melembapkan mata. Pilih produk yang sudah terdaftar di BPOM, dan untuk pemakaian sering pertimbangkan yang tanpa pengawet.
  2. Aturan 20-20-20. Setiap 20 menit menatap layar, alihkan pandangan ke objek berjarak sekitar 20 kaki (6 meter) selama 20 detik. Ini memberi mata kesempatan beristirahat.
  3. Sering berkedip secara sadar. Saat bekerja di depan layar, ingatkan diri untuk berkedip penuh agar air mata menyebar merata.
  4. Kompres hangat. Menempelkan kain hangat pada kelopak mata beberapa menit dapat membantu kelenjar minyak bekerja lebih lancar.
  5. Kurangi paparan AC dan angin. Jangan arahkan kipas atau AC langsung ke wajah; gunakan pelembap ruangan bila udara terlalu kering.
  6. Cukup minum. Jaga asupan cairan harian agar tubuh, termasuk mata, tetap terhidrasi.
  7. Sesuaikan layar. Posisikan layar sedikit di bawah garis mata dan atur kecerahan agar tidak menyilaukan.

Hindari mengucek mata, karena bisa memperberat iritasi. Bila memakai lensa kontak dan sering merasa kering, konsultasikan jenis serta durasi pemakaian dengan dokter.

## Kapan harus ke dokter? {#ke-dokter}

Sebagian besar mata kering ringan membaik dengan perawatan mandiri. Namun, periksakan ke dokter mata bila Anda mengalami:

  • Keluhan menetap atau memberat meski sudah memakai air mata buatan
  • Nyeri mata yang hebat, kemerahan berat, atau keluar kotoran mata
  • Penglihatan menurun atau buram yang tidak membaik dengan berkedip
  • Rasa silau berlebihan atau sensasi ada benda asing yang tak hilang

Tanda-tanda ini perlu dievaluasi langsung karena bisa menandakan masalah lain pada permukaan mata. Jangan menunda bila gejala mengganggu aktivitas harian Anda.

Proteksi Kesehatan

Lindungi Keluarga dari Biaya Rumah Sakit yang Tinggi

Asuransi kesehatan Allianz dengan sistem cashless di rumah sakit rekanan Allianz. Konsultasikan kebutuhan keluarga Anda dengan agen tersertifikasi, gratis, tanpa kewajiban beli.

✓ Cashless di RS rekanan✓ Klaim cepat✓ Konsultasi gratis
Konsultasi Gratis

Asuransi kesehatan keluarga dari Allianz

Cashless di RS rekanan · Klaim 24 jam · Konsultasi gratis

Lihat Detail

Referensi Medis

  1. 1. Kemenkes
  2. 2. PERDAMI
  3. 3. CDC - Eye Health

Disclaimer medis: Artikel ini bersifat edukatif dan tidak dapat menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Selalu konsultasikan kondisi kesehatan Anda dengan tenaga medis berlisensi sebelum mengambil keputusan terkait perawatan.

Bagikan artikel ini

Penulis

Tinjauan Editorial

Tim Redaksi Medis Sehatku

Konten disusun mengacu pada sumber medis resmi

Diperbarui: 5 Juni 2026