Lewati ke konten
Penyakit

Mimisan: Pertolongan Pertama yang Benar (Jangan Mendongak!)

Saat mimisan, jangan mendongak. Pelajari langkah P3K yang benar dan kapan keluhan ini perlu diperiksa dokter.

Tim Redaksi Sehatku
Disusun Tim Redaksi Sehatku7 menit baca6 Juni 2026Diperbarui 6 Juni 2026
Ilustrasi penanganan pertama mimisan
Sehatku.id

Hampir semua orang pernah mengalami mimisan. Sering kali tampak menakutkan karena darah keluar dari hidung, padahal kebanyakan kasus tidak berbahaya dan bisa ditangani sendiri di rumah. Sayangnya, gerakan refleks yang paling umum, yaitu mendongak ke atas, justru salah dan bisa berisiko. Artikel ini menjelaskan cara menolong yang benar, langkah demi langkah.

## Apa itu mimisan dan penyebabnya {#apa-itu}

Mimisan, dalam istilah medis disebut epistaksis, adalah keluarnya darah dari rongga hidung. Penyebabnya beragam, mulai dari yang ringan hingga yang perlu perhatian:

  • Udara kering atau ruangan ber-AC yang membuat selaput dalam hidung mudah pecah
  • Mengorek atau mengupil dan meniup hidung terlalu keras
  • Pilek, alergi, atau iritasi yang membuat lapisan hidung rapuh
  • Cedera atau benturan pada hidung
  • Tekanan darah tinggi dan penggunaan obat pengencer darah pada sebagian orang dewasa

Pada anak-anak, mimisan paling sering berasal dari pembuluh darah kecil di bagian depan sekat hidung dan umumnya tidak berbahaya.

## Pertolongan pertama yang benar {#pertolongan}

Tetap tenang. Ikuti langkah berikut secara berurutan:

  1. Duduk tegak, jangan berbaring. Posisi duduk membantu menurunkan tekanan pembuluh darah di hidung.
  2. Condongkan kepala sedikit ke depan, bukan ke belakang. Tujuannya agar darah mengalir keluar lewat lubang hidung, bukan ke tenggorokan.
  3. Pencet bagian cuping hidung yang lunak (di bawah tulang) menggunakan ibu jari dan telunjuk. Tekan dengan mantap dan terus-menerus selama 10-15 menit tanpa dilepas; jangan melepas pencetan untuk mengintip, karena hal itu mengganggu pembentukan sumbatan darah.
  4. Bernapas lewat mulut selama menekan hidung.
  5. Kompres dingin atau es yang dibungkus kain pada batang hidung dapat membantu mempersempit pembuluh darah.

Jika setelah 10-15 menit darah berhenti, hindari mengorek, menunduk berlebihan, atau aktivitas berat selama beberapa jam agar tidak berulang.

## Mitos mendongak diluruskan {#mitos-mendongak}

Mitos: "Saat mimisan, dongakkan kepala ke atas supaya darah berhenti."

Ini keliru dan justru berisiko. Saat kepala didongakkan, darah tidak berhenti, tetapi mengalir ke belakang menuju tenggorokan. Akibatnya darah dapat tertelan sehingga memicu mual atau muntah, atau pada kondisi tertentu bisa tersedak dan masuk ke saluran napas. Selain itu, kita jadi sulit menilai apakah perdarahan benar-benar sudah berhenti.

Yang benar adalah condong ke depan, bukan mendongak.

## Yang tidak boleh dilakukan {#jangan}

  • Jangan mendongak atau berbaring telentang saat darah masih keluar.
  • Jangan menyumbat hidung dengan tisu atau kapas secara asal. Mencabutnya bisa melukai kembali dan memicu perdarahan ulang.
  • Jangan terus-menerus mengintip dengan melepas pencetan sebelum 10-15 menit; ini mengganggu pembentukan sumbatan darah alami.
  • Jangan meniup atau mengorek hidung segera setelah perdarahan berhenti.

## Kapan harus ke dokter atau IGD {#ke-dokter}

Segera cari pertolongan medis bila:

  • Perdarahan tidak berhenti setelah lebih dari 20 menit ditekan dengan benar
  • Darah keluar sangat banyak atau membuat pucat, lemas, dan sesak
  • Mimisan berulang sering tanpa sebab jelas
  • Terjadi setelah cedera atau benturan keras pada wajah
  • Anda mengonsumsi obat pengencer darah (misalnya warfarin) atau memiliki gangguan pembekuan darah

Untuk kasus ringan yang berhenti sendiri, biasanya tidak perlu khawatir. Namun bila ragu atau keluhan terus berulang, memeriksakan diri ke dokter adalah langkah yang bijak.

Proteksi Kesehatan

Lindungi Keluarga dari Biaya Rumah Sakit yang Tinggi

Asuransi kesehatan Allianz dengan sistem cashless di rumah sakit rekanan Allianz. Konsultasikan kebutuhan keluarga Anda dengan agen tersertifikasi, gratis, tanpa kewajiban beli.

✓ Cashless di RS rekanan✓ Klaim cepat✓ Konsultasi gratis
Konsultasi Gratis

Asuransi kesehatan keluarga dari Allianz

Cashless di RS rekanan · Klaim 24 jam · Konsultasi gratis

Lihat Detail

Referensi Medis

  1. 1. Kemenkes RI
  2. 2. IDAI - Kesehatan Anak
  3. 3. CDC

Disclaimer medis: Artikel ini bersifat edukatif dan tidak dapat menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Selalu konsultasikan kondisi kesehatan Anda dengan tenaga medis berlisensi sebelum mengambil keputusan terkait perawatan.

Bagikan artikel ini

Penulis

Tinjauan Editorial

Tim Redaksi Medis Sehatku

Konten disusun mengacu pada sumber medis resmi

Diperbarui: 5 Juni 2026