PCOS (Polycystic Ovary Syndrome) = gangguan endokrin paling umum pada wanita usia subur. Indonesia: prevalensi 8-13% (12-15 juta wanita), tapi mayoritas underdiagnosed atau salah diagnosa.
Apa itu PCOS?
PCOS bukan "kista ovarium biasa" — ini adalah sindrom metabolik kompleks dengan komponen:
Ovulasi tidak teratur Kelebihan androgen (hormon pria) Resistensi insulin Ovarium polikistik (banyak folikel kecil)
Penyebab
Genetik (50%+ riwayat keluarga)Resistensi insulin (akar masalah)Hormonal imbalance (LH:FSH ratio terbalik)Inflamasi kronis low-grade Lingkungan (endocrine disruptors, obesitas)
Gejala 4-trias PCOS
1. Siklus menstruasi tidak teratur (>90% pasien)
Siklus >35 hari (oligomenore) Tidak haid >3 bulan (amenore sekunder) Pendarahan haid sangat banyak/sedikit Haid pertama datang terlambat
2. Hiperandrogenisme (klinis atau biokimia)
Hirsutism : bulu wajah/dada/perut/punggung berlebihJerawat hormonal dewasa (rahang, dagu, leher)Alopecia androgenik : rambut tipis di puncak kepalaSuara lebih dalam (kasus berat)Lab: testosterone tinggi, DHEA-S tinggi
3. PCO morphology di USG
Ovarium membesar >20 folikel kecil (2-9mm) per ovarium pada USG (kriteria baru 2018)Atau volume ovarium >10 mL
Obesitas sentral (perut)Resistensi insulin → acanthosis nigricans (kulit hitam di leher/ketiak)Pradiabetes / diabetes T2 Dislipidemia (LDL tinggi, HDL rendah)Sindrom metabolik
Kriteria Rotterdam diagnosa
PCOS terdiagnosa jika 2 dari 3 kriteria berikut + eliminasi penyebab lain:
Oligo/anovulasi (siklus haid tidak teratur)Hiperandrogenisme (klinis ATAU biokimia)PCO morphology di USG
Tes wajib (eliminasi diagnosa lain)
TSH, T4 (eliminasi hipotiroid) Prolaktin (eliminasi tumor pituitary) 17-OHP (eliminasi CAH) Cortisol (eliminasi Cushing) FSH, LH, estradiol Total + free testosterone, DHEA-S SHBG (sex hormone binding globulin)
Tes wajib untuk semua pasien PCOS
Lipid panel lengkapHbA1c atau TTGO 75g (skrining diabetes/resistensi insulin)USG transvaginal (atau abdomen untuk yang belum sexually active)BB, lingkar pinggang, tensi
Risiko jangka panjang
PCOS bukan hanya soal haid kacau — implikasi seumur hidup:
Fertilitas
Infertility : penyebab #1 anovulatory infertility (40-60% wanita PCOS)Keguguran berulang 30-50%Diabetes gestasional 3x lipatPreeklamsia lebih tinggi
Diabetes T2 risiko 5-10x lipat (40-50% sebelum usia 40)Sindrom metabolik 2-3x lipatPenyakit jantung risiko meningkat di usia <40
Kanker
Kanker endometrium risiko 2-3x lipat (anovulasi kronis → estrogen unopposed)Studi mixed untuk kanker ovarium
Mental health
Depresi 3-4x lipatKecemasan umumBody image issues
Sleep apnea
30% wanita PCOS punya OSA undiagnosed
Terapi: lifestyle + obat
PCOS tidak bisa "disembuhkan" tapi sangat manageable dengan kombinasi terapi.
Lini pertama: LIFESTYLE (semua pasien)
Penurunan BB 5-10% = perbaikan dramatis pada gejala:
Siklus haid kembali normal (di 60% pasien) Sensitivitas insulin naik Risiko diabetes turun Fertility membaik
Diet PCOS:
Rendah indeks glikemik (whole grain, kacang, sayur)Protein cukup (telur, ikan, ayam)Lemak sehat (alpukat, kacang, ikan berlemak)Hindari : gula, refined carbs, processed foodPertimbangkan : mediterranean diet, low-carb (bukan keto extreme)
Olahraga:
Aerobik 150 menit/minggu (cardio) Strength training 2-3x/minggu HIIT efektif untuk resistensi insulin
Terapi obat
Untuk siklus haid & androgen (yang tidak ingin hamil sekarang):
Pil KB kombinasi (Diane-35, Yasmin) → estrogen + anti-androgenSpironolactone 50-200 mg → blok androgen (jerawat, hirsutism)Hentikan 2-3 bulan sebelum berencana hamil
Untuk resistensi insulin:
Metformin 500-2000 mg/hari → turunkan glukosa, perbaiki ovulasi, bantu BB turunInositol (myo + d-chiro) suplemen → bukti efektif untuk PCOS
Untuk infertility (yang ingin hamil):
Letrozole (lini pertama 2024+) → induksi ovulasiClomiphene citrate (lini lama tapi masih dipakai)Metformin tambahanIVF jika gagal terapi oral
Untuk hirsutism kosmetik:
Laser hair removal Eflornithine cream (lambatkan pertumbuhan) Plus terapi sistemik (pil KB + spironolactone)
Suplemen dengan bukti
Inositol (myo 2g + d-chiro 50mg) — paling buktiVitamin D (cek kadar dulu)Omega-3 1-2 g/hariNAC (N-Acetylcysteine) 600-1800 mg❌ Cinnamon, berberine — bukti terbatas tapi populer di IG
Monitoring jangka panjang
HbA1c tiap tahun Lipid panel tiap tahun BB, tensi tiap kunjungan USG endometrium jika amenore berkepanjangan Skrining mental health Skrining OSA jika risiko tinggi
Hamil dengan PCOS
Kontrol BB & gula darah sebelum hamil Asam folat 400-800 mcg Skrining diabetes gestasional di trimester 1 + 24-28 minggu Asetilkolin/aspirin dosis rendah jika risiko preeklamsia tinggi ANC lebih sering Disclaimer medis: Artikel ini bersifat edukatif dan tidak dapat menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Selalu konsultasikan kondisi kesehatan Anda dengan tenaga medis berlisensi sebelum mengambil keputusan terkait perawatan.