PCOS (Polycystic Ovary Syndrome): Gejala, Diagnosa, dan Terapi
Kesehatan Wanita
PCOS (Polycystic Ovary Syndrome): Gejala, Diagnosa, dan Terapi
PCOS adalah penyebab utama infertilitas pada wanita muda. Tapi dengan diagnosa tepat + lifestyle change, 70%+ bisa hamil tanpa IVF.
Tim Redaksi Sehatku
Direview dr. Maya Wijaya, Sp.B(K)Onk7 menit baca21 Mei 2026Diperbarui 21 Mei 2026
PCOS (Polycystic Ovary Syndrome) = gangguan endokrin paling umum pada wanita usia subur. Indonesia: prevalensi 8-13% (12-15 juta wanita), tapi mayoritas underdiagnosed atau salah diagnosa.
Apa itu PCOS?
PCOS bukan "kista ovarium biasa" — ini adalah sindrom metabolik kompleks dengan komponen:
Alopecia androgenik: rambut tipis di puncak kepala
Suara lebih dalam (kasus berat)
Lab: testosterone tinggi, DHEA-S tinggi
3. PCO morphology di USG
Ovarium membesar
>20 folikel kecil (2-9mm) per ovarium pada USG (kriteria baru 2018)
Atau volume ovarium >10 mL
4. Komponen metabolik (>50% pasien)
Obesitas sentral (perut)
Resistensi insulin → acanthosis nigricans (kulit hitam di leher/ketiak)
Pradiabetes / diabetes T2
Dislipidemia (LDL tinggi, HDL rendah)
Sindrom metabolik
Proteksi Kesehatan
Lindungi Keluarga dari Biaya Rumah Sakit yang Tinggi
Asuransi kesehatan Allianz cashless di 1500+ rumah sakit Indonesia. Konsultasikan kebutuhan keluarga Anda dengan agen tersertifikasi, gratis, tanpa kewajiban beli.
Disclaimer medis: Artikel ini bersifat edukatif dan tidak dapat menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Selalu konsultasikan kondisi kesehatan Anda dengan tenaga medis berlisensi sebelum mengambil keputusan terkait perawatan.