Lewati ke konten
Penyakit

Penyakit Ginjal Kronis (CKD): 5 Stage dan Pengelolaan

CKD tahap awal hampir tanpa gejala. Saat baru terdiagnosa, sering sudah stage 3-4. Skrining dini menyelamatkan dari dialisis.

Tim Redaksi Sehatku
Disusun Tim Redaksi Sehatku7 menit baca18 Mei 2026Diperbarui 18 Mei 2026
Anatomi ginjal untuk edukasi penyakit ginjal kronis CKD
Sehatku.id

CKD = penurunan fungsi ginjal progresif >3 bulan. Indonesia: 10% populasi punya CKD, mayoritas tidak tahu. Diabetes & hipertensi adalah penyebab #1-2.

Hitung eGFR Anda dengan kalkulator eGFR - ambang batas penting untuk diagnosa.

5 stage CKD berdasarkan eGFR

StageeGFRDeskripsi
G1≥90Normal/tinggi (dengan tanda kerusakan ginjal)
G260-89Penurunan ringan (dengan tanda kerusakan)
G3a45-59Penurunan ringan-sedang
G3b30-44Penurunan sedang-berat
G415-29Penurunan berat - persiapan dialisis
G5<15Gagal ginjal - butuh dialisis/transplantasi

Tanda kerusakan ginjal (untuk diagnosa G1-G2):

  • Albumin urin >30 mg/g
  • Protein urin positif
  • Kelainan struktur (USG, biopsi)
  • Riwayat transplantasi ginjal

Klasifikasi tambahan: albuminuria

  • A1: normal (<30 mg/g)
  • A2: moderately increased (30-300)
  • A3: severely increased (>300)

Risiko progresi & komplikasi = eGFR × albuminuria.

Penyebab utama di Indonesia

  1. Diabetes mellitus (~40%)
  2. Hipertensi (~35%)
  3. Glomerulonefritis (~10%)
  4. Penyakit ginjal polikistik (genetic)
  5. Obstruksi urin (batu, BPH, prostat)
  6. Refluks vesikoureter (anak)
  7. Penyakit autoimun (lupus, vaskulitis)
  8. Obat nefrotoksik (NSAID jangka panjang, kontras radiologi, jamu herbal tertentu)
  9. Obesitas (NAFLD-overlap)
Proteksi Kesehatan

Lindungi Keluarga dari Biaya Rumah Sakit yang Tinggi

Asuransi kesehatan Allianz dengan sistem cashless di rumah sakit rekanan Allianz. Konsultasikan kebutuhan keluarga Anda dengan agen tersertifikasi, gratis, tanpa kewajiban beli.

✓ Cashless di RS rekanan✓ Klaim cepat✓ Konsultasi gratis
Konsultasi Gratis

Gejala muncul late stage

Stage G1-G3 (asimptomatik)

  • ⚠️ TIDAK ADA gejala - hanya terdeteksi via lab
  • Sebagian punya tensi tinggi (gejala dari hipertensi)
  • Skrining pada: diabetes, hipertensi, riwayat keluarga, usia >60

Stage G3b-G4 (gejala mulai)

  • Lelah, lemas
  • BB turun, nafsu makan menurun
  • Mual ringan
  • Bengkak kaki, kelopak mata
  • Sering kencing malam (nokturia)
  • Tekanan darah sulit dikontrol
  • Anemia (Hb turun)
  • Gatal kulit

Stage G5 (gagal ginjal)

  • Mual muntah berat
  • Sesak napas (cairan menumpuk di paru)
  • Bengkak seluruh tubuh
  • Bingung, ngantuk berlebih
  • Gatal-gatal seluruh tubuh
  • Bau napas seperti urin (uremia)
  • Kram otot
  • Anemia berat
  • Aritmia jantung

Pengelolaan tiap stage

Untuk semua stage

  • Kontrol tensi <130/80 (lebih ketat: <125/75 jika albuminuria >300)
  • Kontrol gula HbA1c <7% untuk diabetes
  • Statin sesuai indikasi
  • BB ideal
  • Stop merokok
  • Olahraga 150 menit/minggu
  • Hindari NSAID jangka panjang
  • Hindari kontras radiologi tanpa indikasi
  • Hidrasi cukup (tapi tidak berlebihan)

Stage G1-G2: cek tahunan

  • Cek eGFR + urin tahunan
  • Atasi penyebab (diabetes, hipertensi)
  • Olahraga, diet rendah garam
  • Pencegahan & pendidikan

Stage G3a-G3b: penyakit dalam / pre-nefrolog

  • Kontrol 3-6 bulan
  • Cek tambahan: elektrolit, vitamin D, kalsium-fosfor, anemia
  • Diet protein: 0.8 g/kg BB/hari
  • Diet rendah natrium <2 g/hari
  • Vaksin influenza, pneumokokus, hepatitis B
  • ACE inhibitor / ARB jika ada albuminuria
  • SGLT-2 inhibitor (Dapagliflozin) - bukti melindungi ginjal pada CKD

Stage G4: nefrolog wajib

  • Kontrol 1-3 bulan
  • Mulai persiapan dialisis (edukasi)
  • Konsultasi opsi: hemodialisis, peritoneal, transplant
  • Pembuatan akses dialisis (AV fistula) 6-12 bulan sebelum butuh
  • Vaksinasi sebelum dialisis
  • Cegah komplikasi: anemia (EPO), gangguan tulang, asidosis

Stage G5: terapi pengganti ginjal

  • Hemodialisis 2-3x/minggu
  • Peritoneal dialisis (CAPD) di rumah
  • Transplantasi ginjal (terbaik, tapi keterbatasan donor)

Kapan butuh dialisis?

Indikasi mulai dialisis

  • Gejala uremia (mual, muntah, gatal)
  • Cairan berlebih (sesak)
  • Hiperkalemia tidak terkontrol
  • Asidosis berat
  • Kekurangan gizi (uremic malnutrition)

Atau eGFR <6 walau tanpa gejala.

Jenis dialisis

1. Hemodialisis (HD) - paling umum di Indonesia

  • 4 jam, 2-3x/minggu di RS
  • Akses: AV fistula di lengan (paling baik) atau kateter
  • Hidup berputar di sekitar jadwal HD
  • BPJS cover 100% (di RS dengan unit HD)

2. Peritoneal Dialysis (CAPD)

  • Di rumah, tiap hari
  • Cairan dialisis dimasukkan-keluarkan via kateter perut
  • Lebih fleksibel
  • Risiko peritonitis
  • Cocok untuk: pasien aktif, tinggal jauh dari RS

3. Transplantasi ginjal

  • Solusi terbaik (5-yr survival 90% vs HD 50%)
  • Donor: hidup (saudara/keluarga) atau jenazah
  • Indonesia: keterbatasan donor jenazah
  • Cek di RSCM, Soetomo, Hasan Sadikin, Sardjito
  • Imunosupresan seumur hidup
Proteksi Kesehatan

Lindungi Keluarga dari Biaya Rumah Sakit yang Tinggi

Asuransi kesehatan Allianz dengan sistem cashless di rumah sakit rekanan Allianz. Konsultasikan kebutuhan keluarga Anda dengan agen tersertifikasi, gratis, tanpa kewajiban beli.

✓ Cashless di RS rekanan✓ Klaim cepat✓ Konsultasi gratis
Konsultasi Gratis

Tools kesehatan terkait

Coba kalkulator gratis yang relevan dengan topik ini.

Referensi Medis

  1. 1. KDIGO CKD Guidelines 2024
  2. 2. PERNEFRI - Pedoman CKD Indonesia

Disclaimer medis: Artikel ini bersifat edukatif dan tidak dapat menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Selalu konsultasikan kondisi kesehatan Anda dengan tenaga medis berlisensi sebelum mengambil keputusan terkait perawatan.

Bagikan artikel ini

Penulis

Tinjauan Editorial

Tim Redaksi Medis Sehatku

Konten disusun mengacu pada sumber medis resmi

Diperbarui: 15 Mei 2026