Prostatitis (Radang Prostat): Gejala, Beda dengan BPH, dan Penanganannya
Penyakit
Prostatitis (Radang Prostat): Gejala, Beda dengan BPH, dan Penanganannya
Prostatitis adalah radang prostat yang bisa sangat mengganggu. Pahami gejalanya, bedanya dengan BPH, dan kapan harus ke IGD.
Tim Redaksi Sehatku
Disusun Tim Redaksi Sehatku7 menit baca6 Juni 2026Diperbarui 6 Juni 2026
⚕️Sehatku.id
Banyak pria menganggap semua keluhan kencing pada usia tertentu pasti karena 'prostat membesar'. Padahal, salah satu penyebab nyeri dan gangguan kencing yang sering terlewat adalah prostatitis, yaitu radang pada kelenjar prostat. Kabar baiknya, prostatitis bukan kanker dan umumnya bisa ditangani.
## Apa itu prostatitis? {#apa-itu}
Prostatitis adalah peradangan pada prostat, kelenjar kecil di bawah kandung kemih yang mengelilingi saluran kencing pada pria. Kondisi ini bisa terjadi pada pria di segala usia, tidak hanya lansia. Secara garis besar ada dua bentuk yang paling sering:
Prostatitis bakterial akut: infeksi bakteri yang muncul mendadak, sering disertai demam dan rasa sakit hebat. Ini termasuk kondisi yang perlu penanganan cepat.
Prostatitis kronis / sindrom nyeri panggul kronis (CPPS): keluhan yang berlangsung lama atau hilang-timbul. Pada banyak kasus jenis ini, tidak ditemukan bakteri, sehingga penyebabnya lebih kompleks dan tidak selalu butuh antibiotik.
Penting dipahami: prostatitis bukan penyakit menular seksual dan bukan tanda kanker. Membedakan jenisnya penting karena cara penanganannya berbeda.
## Gejala yang sering muncul {#gejala}
Gejala prostatitis bisa bervariasi, tetapi yang paling khas berkaitan dengan kencing dan area panggul:
Nyeri atau perih saat kencing (disuria).
Nyeri di panggul, perineum (area antara buah zakar dan anus), perut bawah, atau punggung bawah.
Nyeri saat atau setelah ejakulasi.
Sering kencing, terutama malam hari, atau rasa ingin kencing yang mendesak.
Aliran kencing terasa lemah atau tersendat.
Pada prostatitis bakterial akut, gejala muncul mendadak dan bisa disertai demam tinggi, menggigil, badan ngilu, dan rasa lemas — mirip seperti sedang terkena infeksi berat. Inilah bentuk yang paling perlu diwaspadai.
## Beda prostatitis, BPH, dan kanker prostat {#beda}
Ketiganya melibatkan prostat, tetapi sangat berbeda. Tabel berikut membantu membedakannya secara umum:
Aspek
Prostatitis
BPH
Kanker Prostat
Sifat
Radang/infeksi
Pembesaran jinak
Keganasan (kanker)
Usia khas
Segala usia
Umumnya usia lanjut
Umumnya usia lanjut
Nyeri
Sering, menonjol
Jarang nyeri
Sering tanpa gejala awal
Demam
Bisa (jenis akut)
Tidak
Tidak
Awitan
Bisa mendadak
Bertahap
Bertahap
Singkatnya: prostatitis menonjol pada nyeri (dan demam pada jenis akut); BPH lebih ke keluhan aliran kencing tanpa nyeri akibat prostat membesar; sedangkan kanker prostat tahap awal sering tanpa gejala dan butuh pemeriksaan khusus untuk dideteksi. Karena gejalanya bisa tumpang tindih, hanya dokter yang dapat memastikan lewat pemeriksaan, tes urine, dan bila perlu pemeriksaan lanjutan. Jangan mendiagnosis diri sendiri.
## Penanganan prostatitis {#penanganan}
Penanganan disesuaikan dengan jenis dan penyebabnya, dan harus dengan arahan dokter:
Antibiotik: diberikan bila terbukti ada infeksi bakteri. Untuk jenis bakterial, antibiotik biasanya perlu diminum cukup lama. Habiskan sesuai anjuran, jangan berhenti hanya karena sudah enak, agar infeksi tidak kambuh.
Alpha-blocker: obat yang membantu mengendurkan otot di sekitar prostat dan leher kandung kemih sehingga kencing lebih lancar dan nyeri berkurang.
Pereda nyeri: seperti parasetamol atau obat antiradang sesuai anjuran, untuk meredakan nyeri dan tidak nyaman.
Berendam air hangat (sitz bath) dan banyak minum air dapat membantu meredakan keluhan pada sebagian orang.
Pada prostatitis kronis tanpa bakteri, penanganan bisa membutuhkan kesabaran dan kombinasi pendekatan. Hindari menebus antibiotik sendiri tanpa resep — pemakaian antibiotik yang tidak tepat justru berisiko dan memicu resistensi.
## Kapan harus ke IGD? {#igd}
Segera ke IGD atau cari pertolongan medis darurat bila Anda mengalami:
Demam tinggi dan menggigil disertai nyeri kencing atau nyeri panggul (tanda infeksi berat/akut).
Tidak bisa kencing sama sekali padahal kandung kemih terasa penuh (retensi urine) — ini kondisi darurat.
Nyeri panggul atau perut bawah yang sangat hebat, atau ada darah pada urine disertai rasa sangat tidak enak badan.
Untuk keluhan ringan yang menetap lebih dari beberapa hari, tetap periksakan ke dokter agar jenis prostatitis dapat dipastikan dan penanganannya tepat.
Proteksi Kesehatan
Lindungi Keluarga dari Biaya Rumah Sakit yang Tinggi
Asuransi kesehatan Allianz dengan sistem cashless di rumah sakit rekanan Allianz. Konsultasikan kebutuhan keluarga Anda dengan agen tersertifikasi, gratis, tanpa kewajiban beli.
✓ Cashless di RS rekanan✓ Klaim cepat✓ Konsultasi gratis
Disclaimer medis: Artikel ini bersifat edukatif dan tidak dapat menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Selalu konsultasikan kondisi kesehatan Anda dengan tenaga medis berlisensi sebelum mengambil keputusan terkait perawatan.