Lewati ke konten
Penyakit

Sifilis (Raja Singa): Tahapan, Gejala, dan Pengobatannya

Sifilis dikenal sebagai 'peniru ulung' karena gejalanya bisa menyerupai penyakit lain dan hilang sendiri. Kenali tahapannya dan ingat: penyakit ini bisa sembuh.

Tim Redaksi Sehatku
Disusun Tim Redaksi Sehatku9 menit baca6 Juni 2026Diperbarui 6 Juni 2026
Ilustrasi pemeriksaan darah untuk infeksi
Sehatku.id

Banyak orang baru mendengar istilah sifilis atau raja singa, lalu cemas. Perlu ditegaskan sejak awal: siapa pun yang aktif secara seksual bisa terkena infeksi menular seksual, dan sifilis adalah penyakit yang bisa sembuh bila ditangani. Tidak ada yang perlu dipermalukan. Yang penting adalah memeriksakan diri dan menyelesaikan pengobatan.

## Apa itu sifilis? {#apa-itu}

Sifilis adalah infeksi menular seksual yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum. Bakteri ini sering dijuluki 'peniru ulung' (the great imitator) karena gejalanya bisa menyerupai banyak penyakit lain dan kadang menghilang dengan sendirinya. Justru di situ bahayanya: gejala yang lenyap bukan berarti sembuh. Bakteri tetap ada di dalam tubuh dan dapat berkembang ke tahap yang lebih serius bila tidak diobati.

## Tahapan sifilis {#tahapan}

Sifilis berkembang melalui beberapa tahap. Memahaminya membantu kita tidak 'tertipu' oleh gejala yang datang dan pergi.

Sifilis primer. Muncul satu luka tunggal (disebut chancre) di tempat bakteri masuk, biasanya pada area kelamin, mulut, atau dubur. Luka ini umumnya tidak nyeri sehingga sering tak disadari, dan dapat hilang sendiri dalam beberapa minggu. Hilangnya luka bukan tanda sembuh.

Sifilis sekunder. Beberapa minggu kemudian dapat timbul ruam yang khas, termasuk pada telapak tangan dan telapak kaki, sering disertai demam, lelah, nyeri tenggorokan, atau pembengkakan kelenjar. Gejala ini pun bisa reda sendiri.

Sifilis laten. Tahap tanpa gejala. Bakteri masih ada di tubuh dan hanya terdeteksi lewat tes darah. Tahap ini bisa berlangsung bertahun-tahun.

Sifilis tersier. Bila bertahun-tahun tak diobati, sebagian orang mengalami kerusakan serius pada jantung, otak, dan saraf. Tahap ini bisa dicegah sepenuhnya dengan pengobatan dini.

TahapTanda utama
PrimerLuka tunggal tanpa nyeri yang bisa hilang sendiri
SekunderRuam (termasuk telapak tangan/kaki) + demam
LatenTanpa gejala, hanya terdeteksi lewat tes
TersierKerusakan jantung, otak, saraf

## Cara penularan dan sifilis bawaan {#penularan}

Sifilis menular melalui kontak langsung dengan luka sifilis saat hubungan seksual (vaginal, anal, maupun oral). Penularan juga dapat terjadi dari ibu hamil ke bayinya, yang disebut sifilis bawaan (kongenital) dan dapat membahayakan bayi.

Karena itu, skrining sifilis pada ibu hamil sangat penting dan menjadi bagian dari pemeriksaan kehamilan rutin di Indonesia. Bila terdeteksi, ibu dapat diobati sehingga risiko pada bayi sangat menurun. Ini langkah pencegahan, bukan penghakiman.

## Tes dan diagnosis {#tes}

Diagnosis ditegakkan lewat tes darah, umumnya kombinasi VDRL (atau RPR) sebagai penyaring dan TPHA (atau TP-Rapid) sebagai konfirmasi. Pemeriksaan ini tersedia di puskesmas, layanan IMS, dan layanan VCT. Tes bersifat rahasia dan dilayani tanpa menghakimi. Jangan menunda hanya karena malu, hasil dini sangat menentukan kemudahan pengobatan.

## Pengobatan: sifilis bisa sembuh {#pengobatan}

Inilah pesan yang paling perlu diingat: sifilis bisa sembuh dengan suntikan penisilin, terutama bila ditemukan dini. Penisilin benzatin yang diberikan dokter adalah pengobatan utama. Jumlah suntikan disesuaikan dengan tahap penyakit, dan harus diberikan oleh tenaga kesehatan.

Penting: penisilin dan antibiotik lainnya adalah obat resep. Jangan membeli atau menyuntik antibiotik sendiri tanpa pengawasan dokter. Selain bisa berbahaya, dosis yang tidak tepat membuat pengobatan gagal dan mendorong resistensi antibiotik. Hanya tenaga kesehatan yang dapat menentukan jenis, dosis, dan jumlah suntikan yang sesuai.

Beberapa hal yang perlu diketahui:

  • Beri tahu dokter bila Anda alergi penisilin. Alergi penisilin adalah kontraindikasi, sehingga dokter perlu mengganti dengan regimen lain dan memantau lebih ketat. Pada ibu hamil yang alergi penisilin, biasanya dilakukan prosedur desensitisasi karena penisilin tetap menjadi obat terpenting untuk mencegah sifilis bawaan pada bayi.
  • Selesaikan seluruh pengobatan sesuai anjuran, dan ikuti tes ulang untuk memastikan bakteri benar-benar teratasi.
  • Setelah suntikan pertama, sebagian orang mengalami reaksi Jarisch-Herxheimer, yaitu demam, menggigil, dan nyeri otot yang singkat (umumnya hilang dalam sehari). Ini reaksi tubuh terhadap bakteri yang mati, bukan alergi, dan biasanya tidak berbahaya. Beri tahu dokter bila Anda mengkhawatirkannya.
  • Pasangan seksual perlu ikut diperiksa dan diobati agar tidak terjadi penularan bolak-balik. Membantu pasangan memeriksakan diri adalah bentuk saling menjaga, bukan saling menyalahkan.

Jangan tertipu oleh gejala yang hilang sendiri, hanya pengobatan yang benar dari tenaga kesehatan yang menghentikan penyakit ini.

## Pencegahan dan kapan ke dokter {#pencegahan}

Pencegahan meliputi penggunaan kondom secara konsisten, tes IMS berkala bila aktif secara seksual, komunikasi terbuka dengan pasangan, dan skrining saat hamil.

Segera temui dokter atau layanan IMS bila Anda mengalami luka di area kelamin/mulut/dubur, ruam yang tak biasa (terutama di telapak tangan/kaki), pernah berhubungan dengan seseorang yang terdiagnosis sifilis, atau sedang hamil dan belum diskrining. Pemeriksaan dini, rahasia, dan menyeluruh adalah langkah terbaik untuk diri sendiri dan orang yang Anda sayangi.

Proteksi Kesehatan

Lindungi Keluarga dari Biaya Rumah Sakit yang Tinggi

Asuransi kesehatan Allianz dengan sistem cashless di rumah sakit rekanan Allianz. Konsultasikan kebutuhan keluarga Anda dengan agen tersertifikasi, gratis, tanpa kewajiban beli.

✓ Cashless di RS rekanan✓ Klaim cepat✓ Konsultasi gratis
Konsultasi Gratis

Asuransi kesehatan keluarga dari Allianz

Cashless di RS rekanan · Klaim 24 jam · Konsultasi gratis

Lihat Detail

Referensi Medis

  1. 1. Kemenkes RI
  2. 2. SIHA Kemenkes
  3. 3. WHO - Syphilis

Disclaimer medis: Artikel ini bersifat edukatif dan tidak dapat menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Selalu konsultasikan kondisi kesehatan Anda dengan tenaga medis berlisensi sebelum mengambil keputusan terkait perawatan.

Bagikan artikel ini

Penulis

Tinjauan Editorial

Tim Redaksi Medis Sehatku

Konten disusun mengacu pada sumber medis resmi

Diperbarui: 5 Juni 2026