Lewati ke konten
Penyakit

Varises di Kaki: Penyebab, Cara Mengatasi, dan Pencegahan

Varises adalah pelebaran vena permukaan kaki yang berkelok karena katup melemah. Umumnya tidak berbahaya, tetapi kenali komplikasi dan tanda yang perlu diperiksakan.

Tim Redaksi Sehatku
Disusun Tim Redaksi Sehatku8 menit baca6 Juni 2026Diperbarui 6 Juni 2026
Konsultasi kesehatan pembuluh kaki
Sehatku.id

Banyak orang mendapati garis biru atau ungu berkelok di betis dan paha, terutama setelah seharian berdiri. Inilah yang umum disebut varises. Sebagian besar varises bukan keadaan darurat, tetapi rasa berat, pegal, dan tampilannya bisa sangat mengganggu. Memahami penyebab dan cara merawatnya membantu Anda mengambil langkah yang tepat tanpa panik berlebihan.

## Apa itu varises? {#apa-itu}

Varises adalah vena permukaan (pembuluh balik di bawah kulit) yang melebar dan berkelok. Normalnya, vena di kaki mengandung katup kecil yang berfungsi satu arah, mengalirkan darah dari kaki kembali ke jantung melawan gaya gravitasi. Ketika katup melemah atau rusak, sebagian darah mengalir balik dan menggenang. Tekanan yang menumpuk membuat dinding vena meregang sehingga tampak menonjol dan berkelok di permukaan kulit, paling sering di betis dan paha.

## Penyebab dan faktor risiko {#penyebab}

Varises terjadi karena gabungan beberapa faktor yang membuat kerja katup vena terbebani:

  • Berdiri atau duduk terlalu lama sehingga aliran balik darah dari kaki kurang lancar.
  • Faktor keturunan atau riwayat keluarga dengan varises.
  • Kehamilan, karena volume darah bertambah dan rahim menekan vena di panggul.
  • Obesitas atau berat badan berlebih yang menambah tekanan pada vena tungkai.
  • Bertambahnya usia, karena katup dan dinding vena cenderung melemah seiring waktu.

Memiliki satu atau beberapa faktor ini tidak berarti pasti mengalami varises, tetapi risikonya lebih tinggi.

## Gejala yang sering muncul {#gejala}

Selain tampilan vena yang menonjol, varises sering disertai keluhan berikut:

  • Rasa berat atau pegal di kaki, terutama sore atau malam.
  • Kram otot betis, khususnya pada malam hari.
  • Bengkak ringan di pergelangan kaki setelah lama berdiri.
  • Rasa gatal atau panas di sekitar vena yang menonjol.

Keluhan biasanya membaik bila kaki diangkat atau setelah berbaring.

## Umumnya tidak berbahaya, tetapi waspadai komplikasinya {#komplikasi}

Pada kebanyakan orang, varises umumnya tidak berbahaya dan lebih merupakan masalah kenyamanan dan tampilan. Meski begitu, ada komplikasi yang perlu dikenali agar bisa ditangani lebih awal:

  • Perubahan warna kulit kecokelatan di sekitar pergelangan kaki.
  • Ulkus vena, yaitu luka yang sulit sembuh di kaki bagian bawah.
  • Radang atau pembekuan pada vena permukaan (tromboflebitis superfisial), ditandai vena yang mengeras, kemerahan, dan nyeri saat disentuh.

Komplikasi ini bukan berarti pasti terjadi, tetapi menjadi alasan untuk memeriksakan diri.

## Cara mengatasi dan mencegah {#mengatasi}

Banyak langkah sederhana yang membantu meringankan keluhan sekaligus mencegah varises memberat:

  • Mengangkat kaki lebih tinggi dari jantung beberapa menit, beberapa kali sehari.
  • Menghindari berdiri atau duduk terlalu lama; sesekali berjalan atau menggerakkan pergelangan kaki.
  • Berolahraga teratur, terutama berjalan kaki, untuk membantu pompa otot betis.
  • Menjaga berat badan agar tekanan pada vena tungkai berkurang.
  • Menggunakan stoking kompresi sesuai anjuran, yang membantu menekan vena dan memperlancar aliran balik darah. Sebaiknya pilih ukuran dan tingkat tekanan dengan saran tenaga kesehatan.

Langkah-langkah ini tidak menghilangkan varises yang sudah ada, tetapi dapat mengurangi keluhan dan memperlambat perburukan.

## Pilihan tindakan medis {#tindakan}

Bila keluhan mengganggu, muncul komplikasi, atau pertimbangan tampilan, dokter dapat menawarkan tindakan setelah pemeriksaan, antara lain:

  • Skleroterapi (suntik), menyuntikkan cairan khusus agar vena yang bermasalah menutup.
  • Laser endovena, menggunakan energi panas untuk menutup vena dari dalam.
  • Operasi pengangkatan vena pada kasus tertentu.

Pilihan tindakan bergantung pada ukuran, lokasi, dan kondisi masing-masing orang, sehingga keputusannya dibuat bersama dokter.

## Kapan harus ke dokter {#ke-dokter}

Periksakan diri ke dokter bila Anda mengalami:

  • Nyeri atau bengkak pada kaki yang mengganggu aktivitas.
  • Perubahan warna kulit atau penebalan kulit di sekitar pergelangan kaki.
  • Luka yang tidak kunjung sembuh di kaki bagian bawah.
  • Perdarahan dari vena yang menonjol.

Segera cari pertolongan darurat (119/IGD) bila terjadi bengkak satu kaki yang mendadak disertai nyeri hebat, sesak napas mendadak, atau nyeri dada, karena ini bisa menandakan pembekuan di vena dalam atau penjalarannya ke paru.

## Beda singkat varises dan DVT {#varises-vs-dvt}

Varises sering dikira sama dengan DVT (deep vein thrombosis), padahal berbeda. Varises terjadi di vena permukaan, berkembang perlahan, dan umumnya tidak berbahaya. DVT adalah pembekuan di vena dalam, bersifat akut, biasanya menyerang satu sisi kaki dengan bengkak dan nyeri mendadak, dan berbahaya karena bekuan dapat lepas ke paru.

HalVarisesDVT
LokasiVena permukaanVena dalam
PerjalananPerlahanAkut/mendadak
SisiBisa kedua kakiBiasanya satu sisi
BahayaUmumnya ringanGawat darurat

Bila ragu membedakan keduanya, terutama saat muncul bengkak mendadak satu sisi, jangan tunda untuk diperiksa.

Proteksi Kesehatan

Lindungi Keluarga dari Biaya Rumah Sakit yang Tinggi

Asuransi kesehatan Allianz dengan sistem cashless di rumah sakit rekanan Allianz. Konsultasikan kebutuhan keluarga Anda dengan agen tersertifikasi, gratis, tanpa kewajiban beli.

✓ Cashless di RS rekanan✓ Klaim cepat✓ Konsultasi gratis
Konsultasi Gratis

Asuransi kesehatan keluarga dari Allianz

Cashless di RS rekanan · Klaim 24 jam · Konsultasi gratis

Lihat Detail

Referensi Medis

  1. 1. Kemenkes RI
  2. 2. P2PTM Kemenkes
  3. 3. WHO

Disclaimer medis: Artikel ini bersifat edukatif dan tidak dapat menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Selalu konsultasikan kondisi kesehatan Anda dengan tenaga medis berlisensi sebelum mengambil keputusan terkait perawatan.

Bagikan artikel ini

Penulis

Tinjauan Editorial

Tim Redaksi Medis Sehatku

Konten disusun mengacu pada sumber medis resmi

Diperbarui: 5 Juni 2026