Lewati ke konten
Penyakit

Vertigo BPPV: Penyebab Pusing Berputar dan Manuver Epley untuk Mengatasinya

Pusing berputar singkat saat mengubah posisi kepala sering disebabkan BPPV. Pahami penyebab, penanganan, dan kapan harus waspada.

Tim Redaksi Sehatku
Disusun Tim Redaksi Sehatku7 menit baca6 Juni 2026Diperbarui 6 Juni 2026
Ilustrasi pusing berputar
Sehatku.id

Banyak orang menyebut semua rasa pusing sebagai 'vertigo'. Padahal vertigo punya ciri khas: ruangan terasa berputar, bukan sekadar kepala ringan atau melayang. Penyebab vertigo yang paling sering adalah BPPV, dan kabar baiknya kondisi ini biasanya bisa ditangani tanpa obat.

## Apa itu BPPV? {#apa-itu}

BPPV (Benign Paroxysmal Positional Vertigo) atau vertigo posisi paroksismal jinak terjadi karena ada masalah kecil di telinga dalam, bukan di otak.

Di dalam telinga dalam terdapat organ keseimbangan yang berisi kristal kalsium (otokonia) mungil. Pada BPPV, sebagian kristal ini terlepas dari tempat semestinya dan masuk ke saluran berbentuk setengah lingkaran (kanalis semisirkularis). Saat kepala bergerak, kristal yang 'nyasar' ini ikut bergeser dan mengirim sinyal palsu ke otak, seolah-olah tubuh berputar padahal tidak.

Kata 'benign' (jinak) penting: BPPV bukan tanda tumor, bukan stroke, dan tidak mengancam nyawa. Ia menjengkelkan, tetapi pada dasarnya aman.

## Gejala khas BPPV {#gejala}

Ciri yang membedakan BPPV dari pusing lain:

  • Pusing berputar yang muncul mendadak saat mengubah posisi kepala — misalnya berbaring, bangun dari tempat tidur, menoleh, atau menengadah.
  • Serangan singkat, biasanya hanya beberapa detik hingga kurang dari satu menit, lalu mereda saat kepala diam.
  • Sering disertai mual dan kadang gerakan mata cepat tanpa disadari (nistagmus).
  • Tidak disertai gangguan pendengaran berat, telinga berdenging hebat, atau gejala saraf lain.
CiriBPPVPerlu waspada
PemicuPerubahan posisi kepalaMuncul kapan saja
Durasi seranganDetik–menitTerus-menerus / lama
Gejala penyertaMual ringanBicara pelo, lemah separuh badan

## Manuver Epley sebagai penanganan utama {#epley}

Penanganan utama BPPV bukan obat, melainkan manuver reposisi kristal — yang paling dikenal adalah manuver Epley. Tujuannya memindahkan kristal yang terlepas kembali ke posisi yang tidak menimbulkan vertigo, lewat serangkaian gerakan kepala dan tubuh yang berurutan.

Secara umum, langkahnya melibatkan: duduk dengan kepala diputar ke sisi yang bermasalah, berbaring cepat dengan kepala sedikit menggantung, lalu memutar kepala bertahap ke sisi lain, dan akhirnya bangun perlahan. Tiap posisi ditahan beberapa puluh detik.

Meski terdengar sederhana, sebaiknya manuver ini dipandu atau diajarkan langsung oleh tenaga medis (dokter atau fisioterapis) lebih dulu. Alasannya:

  • Sisi telinga yang bermasalah harus dipastikan dulu lewat pemeriksaan; salah menentukan sisi membuat manuver tidak efektif.
  • Diagnosis perlu dikonfirmasi agar yakin keluhan benar BPPV, bukan kondisi lain yang berbahaya.
  • Gerakan yang keliru bisa memicu mual hebat atau, pada orang dengan masalah leher tertentu, justru tidak dianjurkan.

Jadi pesan kuncinya: jangan asal meniru video lalu melakukannya sendiri tanpa pemeriksaan awal. Setelah diajarkan dengan benar, banyak pasien memang bisa mengulangnya di rumah sesuai arahan dokter.

## Peran obat {#obat}

Obat seperti antivertigo atau penekan mual hanya membantu meredakan gejala sementara, terutama saat mual sangat mengganggu. Obat tidak memindahkan kristal dan tidak menyembuhkan akar masalah BPPV.

Karena itu, penggunaan obat sebaiknya jangka pendek dan tetap di bawah saran dokter. Mengandalkan obat terus-menerus tanpa manuver reposisi justru bisa memperlama keluhan.

## Tanda bahaya: ini bukan BPPV {#tanda-bahaya}

Inilah bagian terpenting. Tidak semua pusing berputar adalah BPPV. Beberapa gejala bisa mengarah ke stroke atau gangguan otak serius dan perlu segera ke IGD. Waspadai bila vertigo disertai:

  • Bicara pelo, mulut mencong, atau wajah tampak tidak simetris.
  • Kelemahan atau kebas pada lengan/tungkai, terutama satu sisi tubuh.
  • Penglihatan ganda, pandangan kabur mendadak, atau sulit menggerakkan mata.
  • Sulit berjalan atau hilang keseimbangan berat padahal sedang diam.
  • Sakit kepala hebat mendadak yang tidak biasa, atau penurunan kesadaran.
  • Vertigo terus-menerus (bukan hilang-timbul singkat) yang tidak mereda saat kepala diam.

Jika menemui salah satu tanda di atas, jangan menunggu dan jangan coba manuver sendiri — segera cari pertolongan medis darurat.

## Pencegahan dan kemungkinan kambuh {#pencegahan}

BPPV tidak selalu bisa dicegah sepenuhnya karena terkait pergerakan kristal di telinga dalam. Namun beberapa hal bisa membantu:

  • Bangun dari tidur perlahan, beri jeda sebelum berdiri.
  • Hindari gerakan kepala yang menyentak bila sedang rawan kambuh.
  • Cukup tidur, kelola stres, dan jaga kecukupan cairan.

Perlu dipahami bahwa BPPV bisa kambuh di kemudian hari, bahkan setelah manuver berhasil. Ini wajar dan bukan berarti penanganan gagal. Bila kambuh, periksakan kembali agar dokter memastikan diagnosis dan, bila perlu, mengulang manuver reposisi. Dengan penanganan yang tepat, sebagian besar orang dapat kembali beraktivitas normal.

Proteksi Kesehatan

Lindungi Keluarga dari Biaya Rumah Sakit yang Tinggi

Asuransi kesehatan Allianz dengan sistem cashless di rumah sakit rekanan Allianz. Konsultasikan kebutuhan keluarga Anda dengan agen tersertifikasi, gratis, tanpa kewajiban beli.

✓ Cashless di RS rekanan✓ Klaim cepat✓ Konsultasi gratis
Konsultasi Gratis

Asuransi kesehatan keluarga dari Allianz

Cashless di RS rekanan · Klaim 24 jam · Konsultasi gratis

Lihat Detail

Referensi Medis

  1. 1. Kemenkes
  2. 2. PERDOSSI
  3. 3. WHO

Disclaimer medis: Artikel ini bersifat edukatif dan tidak dapat menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Selalu konsultasikan kondisi kesehatan Anda dengan tenaga medis berlisensi sebelum mengambil keputusan terkait perawatan.

Bagikan artikel ini

Penulis

Tinjauan Editorial

Tim Redaksi Medis Sehatku

Konten disusun mengacu pada sumber medis resmi

Diperbarui: 5 Juni 2026