Lewati ke konten
Berita Kesehatan

Waspada DBD 2026: Lonjakan Kasus, Gejala Awal, dan Cara Pencegahan

Musim hujan 2026 memicu lonjakan DBD di 20+ provinsi. Kenali tanda-tanda awal, fase kritis (demam turun = bahaya), dan langkah pencegahan 3M Plus terbaru.

Tim Redaksi Sehatku
Direview dr. Andi Pratama, Sp.PD, M.Kes6 menit baca27 Mei 2026Diperbarui 27 Mei 2026
Nyamuk Aedes aegypti penyebab demam berdarah dengue

Kementerian Kesehatan RI mencatat lonjakan kasus demam berdarah dengue (DBD) signifikan pada awal 2026. Per April 2026, lebih dari 87.000 kasus dilaporkan dari 28 provinsi — naik sekitar 34% dibanding periode yang sama 2025. Musim hujan yang memanjang akibat fenomena La Niña menjadi faktor utama meningkatnya populasi nyamuk Aedes aegypti.

Situasi DBD di Indonesia Awal 2026

Provinsi dengan lonjakan kasus tertinggi 2026 (Januari–April):

ProvinsiPerkiraan kasusStatus
Jawa Barat~18.000KLB beberapa kabupaten
Jawa Tengah~14.500Waspada
Jawa Timur~12.000Waspada
Sumatera Utara~6.800KLB lokal
Kalimantan Timur~5.200Waspada
DKI Jakarta~4.900Siaga

Apa artinya KLB (Kejadian Luar Biasa)? KLB DBD ditetapkan jika jumlah kasus di wilayah tertentu melebihi 2x rata-rata kasus periode yang sama 3 tahun sebelumnya. KLB bukan berarti panik, tetapi sinyal bahwa pencegahan harus diintensifkan.

Mengapa 2026 Lebih Buruk?

Tiga faktor yang saling menguatkan:

  1. La Niña berkepanjangan — curah hujan tinggi menciptakan genangan air ideal untuk perkembangbiakan nyamuk
  2. Imunitas populasi yang menurun terhadap serotipe DENV-2 yang kini dominan
  3. Urbanisasi cepat dengan sistem drainase yang belum memadai di kota-kota berkembang

Gejala Awal yang Sering Disalahartikan

DBD sering dikira flu biasa atau tifus pada awal perjalanan penyakitnya. Ini yang membedakan:

Fase Demam (Hari 1–3)

  • Demam tinggi mendadak: 39–40°C, onset tiba-tiba, tidak bertahap
  • Nyeri di belakang mata (retro-orbital pain) saat menggerakkan bola mata
  • Nyeri sendi dan otot hebat — DBD pernah disebut "breakbone fever" karena intensitas nyeri tulang
  • Sakit kepala frontal (di dahi/pelipis)
  • Mual dan muntah
  • Ruam merah (flushing) di wajah dan dada, bukan bintik-bintik (ini muncul belakangan)

Bintik-Bintik Merah (Petekie)

Bintik merah kecil seperti gigitan nyamuk yang tidak hilang saat ditekan adalah tanda khas DBD. Lokasi: pergelangan tangan, paha dalam, lengan bawah. Lakukan uji tourniquet (uji bendung): kencangkan tensimeter di lengan atas pada tekanan antara sistolik dan diastolik selama 5 menit — positif jika muncul >10 petekie per area 2,5 cm².

Tanda-Tanda yang Sering Diabaikan

  • Demam tidak kunjung turun >3 hari dengan parasetamol → segera cek darah
  • Anak tiba-tiba lebih tenang dari biasanya → bisa tanda awal letargi
  • Tidak mau minum sama sekali → risiko dehidrasi cepat

Kapan Harus Segera ke IGD?

Fase Kritis (Hari 4–6): Paradoks "Demam Turun = Bahaya"

Ini yang paling sering salah dipahami masyarakat: saat demam turun pada hari ke-4 atau ke-5, bukan berarti pasien membaik. Inilah justru fase kritis DBD — periode kebocoran plasma yang bisa menyebabkan syok dengue (DSS).

Tanda bahaya (warning signs) — segera ke IGD:

  • 🚨 Nyeri perut hebat atau nyeri tekan di perut kanan atas
  • 🚨 Muntah terus-menerus (>3x dalam 1 jam, tidak bisa masuk cairan)
  • 🚨 Perdarahan: gusi berdarah, mimisan, darah di urin/feses/muntah
  • 🚨 Gelisah, tampak bingung, atau sangat mengantuk tidak wajar
  • 🚨 Akral (ujung jari, hidung, telinga) terasa dingin dan pucat
  • 🚨 Trombosit <100.000/µL dan turun cepat
  • 🚨 Demam turun tiba-tiba tapi kondisi memburuk (bukan membaik)

Aturan sederhana: Jika seseorang dengan DBD terlihat lebih sakit setelah demam turun — bukan lebih baik — ini darurat medis.

Pencegahan 3M Plus Terbaru

Program 3M Plus versi terbaru dari Kemenkes 2026:

3M Inti

  1. Menguras tempat penampungan air (bak mandi, ember, drum) minimal 1x seminggu dan menyikat dindingnya untuk menghilangkan telur nyamuk yang menempel
  2. Menutup rapat semua tempat penampungan air yang tidak rutin dikuras
  3. Mendaur ulang atau mengubur barang bekas yang bisa menampung air hujan (ban bekas, kaleng, botol plastik)

"Plus" — Langkah Tambahan

  • Fogging: lakukan hanya setelah ada kasus konfirmasi di lingkungan — bukan tindakan preventif rutin (membunuh nyamuk dewasa, tidak membunuh jentik)
  • Larvasidasi: taburkan abate (temefos) 1 sendok makan per 100 liter air di bak/drum yang sulit dikuras
  • Repelan kulit: gunakan repelan mengandung DEET 10–30% atau picaridin, terutama saat aktivitas pagi dan sore hari (jam 07.00–10.00 dan 16.00–18.00 — waktu aktif Ae. aegypti)
  • Kasa nyamuk: pasang di ventilasi dan jendela rumah
  • Pakaian pelindung: baju lengan panjang saat beraktivitas di area risiko tinggi
  • Pemantauan jentik: PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) secara berkala bersama RT/RW

Vaksin Dengue

Vaksin dengue (Dengvaxia dan Qdenga) tersedia di Indonesia, namun dengan ketentuan:

  • Qdenga (TAK-003): rekomendasi untuk usia 6–45 tahun, 2 dosis interval 3 bulan, lebih efektif untuk yang belum pernah terkena dengue
  • Tersedia di klinik swasta dan beberapa RS — belum masuk program imunisasi nasional gratis

Penanganan di Rumah vs Kapan Rawat Inap

Boleh Rawat Jalan Jika:

  • Demam tapi masih mau minum cairan (≥2 liter/hari untuk dewasa)
  • Trombosit >100.000/µL dan stabil
  • Tidak ada warning signs
  • Ada keluarga yang bisa memantau 24 jam
  • Bisa ke fasilitas kesehatan dalam 30 menit jika kondisi memburuk

Tatalaksana Mandiri di Rumah:

  • Parasetamol untuk demam — JANGAN ibuprofen atau aspirin (meningkatkan risiko perdarahan)
  • Cairan oral intensif: air, oralit, jus jambu (populer secara tradisional, belum terbukti meningkatkan trombosit secara ilmiah tapi aman dan hidrasi)
  • Istirahat total
  • Pantau trombosit: cek darah lengkap setiap 24 jam saat fase kritis
  • Pantau tanda bahaya seperti di atas

Harus Rawat Inap Jika:

  • Trombosit <100.000/µL dengan tren turun
  • Muncul warning signs meski satu pun
  • Tidak bisa minum (muntah terus atau tidak mau minum)
  • Tinggal sendiri tanpa yang bisa memantau
  • Pasien anak usia <5 tahun, lansia >65 tahun, ibu hamil, atau dengan komorbid

Catatan tentang trombosit: Trombosit rendah sendiri bukan indikasi transfusi. Transfusi trombosit hanya dipertimbangkan jika trombosit <10.000/µL dengan perdarahan aktif, atau <20.000/µL dengan risiko prosedur invasif.

Referensi Medis

  1. 1. Kemenkes RI — Situasi DBD 2026, Bulletin Epidemiologi
  2. 2. WHO — Dengue and Severe Dengue Fact Sheet 2024
  3. 3. IDAI — Tatalaksana DBD pada Anak 2023

Disclaimer medis: Artikel ini bersifat edukatif dan tidak dapat menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Selalu konsultasikan kondisi kesehatan Anda dengan tenaga medis berlisensi sebelum mengambil keputusan terkait perawatan.

Bagikan artikel ini

Penulis

Direview oleh

AP
dr. Andi Pratama, Sp.PD, M.Kes

Spesialis Penyakit Dalam

Direview: 27 Mei 2026