Demam Berdarah Dengue (DBD): Fase Kritis, Pencegahan
Penyakit
Demam Berdarah Dengue (DBD): Fase Kritis, Pencegahan
DBD menyerang Indonesia tiap musim hujan. Fase kritis terjadi saat demam mulai turun - banyak yang lengah dan jatuh ke syok berbahaya.
Tim Redaksi Sehatku
Direview dr. Andi Pratama, Sp.PD, M.Kes6 menit baca18 Mei 2026Diperbarui 18 Mei 2026
Dengue ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti (siang hari). Indonesia: 100.000+ kasus DBD per tahun dengan fatality rate 0.7-1%. Yang berbahaya: fase kritis sering disangka pemulihan padahal saat paling berisiko.
3 fase DBD: febrile, kritis, pemulihan
Fase 1: Febrile / Demam (hari 1-3)
Demam tinggi mendadak 38.5-40°C
Sakit kepala terutama di belakang mata
Nyeri otot & sendi ("breakbone fever")
Mual, muntah
Ruam merah seperti petekie
Lemas berat
Mirip flu biasa - sering tertukar. Cek darah hari ke-3 untuk Ns1 antigen atau IgM dengue.
Fase 2: Kritis (hari 3-6) - PALING BERBAHAYA
Padahal di fase ini bisa terjadi:
Plasma leakage (cairan keluar dari pembuluh darah)
Trombositopenia berat (<100.000)
Hemokonsentrasi (Hct naik >20%)
Syok dengue (DSS)
Pendarahan internal
Wajib monitor ketat selama 24-48 jam setelah demam turun.
Fase 3: Pemulihan (hari 7-10)
Trombosit naik kembali
Cairan diserap kembali
Nafsu makan kembali
Ruam pemulihan (rash) - normal, kadang sangat gatal
Bisa lemas berminggu setelahnya (post-dengue fatigue)
Proteksi Kesehatan
Lindungi Keluarga dari Biaya Rumah Sakit yang Tinggi
Asuransi kesehatan Allianz cashless di 1500+ rumah sakit Indonesia. Konsultasikan kebutuhan keluarga Anda dengan agen tersertifikasi, gratis, tanpa kewajiban beli.
Disclaimer medis: Artikel ini bersifat edukatif dan tidak dapat menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Selalu konsultasikan kondisi kesehatan Anda dengan tenaga medis berlisensi sebelum mengambil keputusan terkait perawatan.