Lewati ke konten
AntiparkinsonResep dokter

Arkine

**Arkine** adalah obat keras berisi **triheksifenidil HCl 2 mg** per kaplet yang digunakan untuk mengobati **penyakit Parkinson** dan **gejala ekstrapiramidal** (kaku otot, tremor, gerakan melambat, distonia) yang muncul akibat penggunaan obat antipsikotik. Triheksifenidil bekerja sebagai **antikolinergik/antimuskarinik** yang menghambat aktivitas asetilkolin di sistem saraf pusat, sehingga keseimbangan dopamin-asetilkolin di ganglia basalis kembali membaik dan gerakan tubuh menjadi lebih terkendali. Arkine diproduksi oleh **PT Pyridam Farma Tbk** dan termasuk **obat keras** yang hanya boleh diperoleh serta digunakan dengan **resep dokter**.

Nama generik
Triheksifenidil HCl (trihexyphenidyl HCl)
Nama dagang
Arkine
Disusun Tim Redaksi SehatkuDiperbarui 9 Agustus 2026

Indikasi (Untuk apa)

  • Pengobatan penyakit Parkinson dalam segala bentuknya: idiopatik, pasca-ensefalitik, maupun arteriosklerotik
  • Pengendalian parkinsonisme yang diinduksi obat (drug-induced parkinsonism)
  • Meredakan sindrom ekstrapiramidal akibat obat antipsikotik atau major tranquilizer, seperti kaku otot (rigiditas), tremor, gerakan melambat (bradikinesia), dan distonia
  • Membantu mengurangi keluhan air liur berlebih (hipersalivasi) yang menyertai parkinsonisme, sesuai penilaian dokter
  • Digunakan sebagai terapi tunggal atau tambahan bersama obat antiparkinson lain, hanya atas resep dan pengawasan dokter

Dosis

Dewasa
Dosis Arkine ditentukan sepenuhnya oleh dokter dan bersifat individual. Pola umum terapi triheksifenidil adalah dimulai dari dosis kecil, lalu dinaikkan bertahap (titrasi) sampai gejala terkendali dengan efek samping paling ringan. Tiap kaplet Arkine mengandung triheksifenidil HCl 2 mg, sehingga jumlah kaplet per hari sangat bergantung pada kondisi pasien. Ikuti petunjuk pada kemasan atau resep dokter, jangan menambah atau mengurangi dosis sendiri. Umumnya diminum bersama atau sesudah makan untuk mengurangi rasa mual.
Anak
Penggunaan pada anak tidak dianjurkan tanpa instruksi dokter spesialis. Bila diperlukan (misalnya untuk reaksi distonia akibat obat), dosis dan lama pemakaian harus ditetapkan dan dipantau langsung oleh dokter.
Lansia
Lansia lebih sensitif terhadap efek antikolinergik seperti bingung, halusinasi, gangguan daya ingat, sembelit, dan sulit berkemih. Dokter biasanya memberikan dosis lebih rendah dengan kenaikan yang lebih lambat serta pemantauan lebih ketat. Jangan menyesuaikan dosis sendiri.

Efek Samping

  • Mulut kering (efek yang paling sering dilaporkan)
  • Pandangan kabur, silau, atau pupil melebar
  • Pusing, sakit kepala, dan rasa melayang
  • Mual, muntah, atau rasa tidak nyaman di lambung
  • Sembelit (konstipasi)
  • Kesulitan berkemih hingga retensi urine, terutama pada pria dengan pembesaran prostat
  • Jantung berdebar atau denyut nadi cepat (takikardia)
  • Mengantuk, gelisah, atau sulit tidur
  • Kebingungan, gangguan daya ingat, halusinasi, hingga delirium terutama pada lansia atau pada dosis berlebih
  • Berkurangnya produksi keringat sehingga tubuh lebih rentan kepanasan (intoleransi cuaca panas)
  • Ruam kulit atau reaksi alergi (jarang, hentikan obat dan segera hubungi dokter)
  • Peningkatan tekanan bola mata, yang berbahaya pada penderita glaukoma

Kontraindikasi (Tidak boleh untuk)

  • Riwayat hipersensitif/alergi terhadap triheksifenidil atau komponen lain dalam Arkine
  • Glaukoma sudut tertutup atau kecurigaan glaukoma yang belum ditangani
  • Sumbatan saluran cerna, megakolon, atau gangguan motilitas usus berat
  • Pembesaran prostat (BPH) dengan retensi urine atau sumbatan saluran kemih lain
  • Myasthenia gravis
  • Gangguan irama jantung berat atau takiaritmia yang tidak terkontrol

Interaksi dengan Obat Lain

  • Obat lain dengan efek antikolinergik (antihistamin generasi lama, antidepresan trisiklik, antispasmodik, beberapa obat mata) dapat menjumlahkan efek samping seperti mulut kering, retensi urine, dan kebingungan
  • Obat antipsikotik (fenotiazin, haloperidol dan sejenisnya): interaksi dua arah, di satu sisi Arkine dipakai untuk meredakan efek ekstrapiramidalnya, di sisi lain kombinasi dapat memperberat efek antikolinergik
  • Levodopa dan obat antiparkinson lain: dosis mungkin perlu disesuaikan oleh dokter
  • Metoklopramid dan obat yang meningkatkan motilitas saluran cerna: efeknya dapat saling melemahkan
  • Obat penenang, obat tidur, opioid, dan alkohol: meningkatkan rasa kantuk serta risiko bingung dan jatuh
  • Antasida atau adsorben yang diminum bersamaan dapat mengurangi penyerapan triheksifenidil, beri jarak waktu minum sesuai saran apoteker
  • Digoksin: perlambatan gerak usus dapat memengaruhi kadar obat dalam darah, perlu pemantauan dokter

Peringatan Penting

  • Arkine adalah obat keras dengan penandaan lingkaran merah, hanya boleh dibeli dan digunakan dengan resep dokter. Jangan membeli dari penjual daring tanpa izin apotek dan jangan digunakan untuk pengobatan sendiri (swamedikasi).
  • Triheksifenidil termasuk Obat-Obat Tertentu (OOT) yang sering disalahgunakan menurut Peraturan BPOM No. 10 Tahun 2019, sejajar dengan tramadol, klorpromazin, amitriptilin, dan haloperidol. Pada dosis berlebih obat ini dapat menimbulkan delirium dan efek sedasi, serta pemakaian di luar indikasi medis berisiko menimbulkan penyalahgunaan dan ketergantungan psikologis. Karena itu distribusi dan pencatatannya diawasi ketat. Penggunaan tanpa indikasi medis dan tanpa resep adalah penyalahgunaan yang berbahaya dan melanggar aturan.
  • Pastikan produk yang Anda peroleh terdaftar resmi. Cek nomor izin edar BPOM di cekbpom.pom.go.id sebelum menggunakan, dan pastikan kemasan tersegel serta belum kedaluwarsa.
  • Beri tahu dokter dan apoteker tentang riwayat alergi obat (terutama terhadap triheksifenidil atau obat antikolinergik lain) serta semua obat, suplemen, dan herbal yang sedang digunakan sebelum memulai Arkine.
  • Jangan menghentikan Arkine secara mendadak tanpa sepengetahuan dokter, karena gejala Parkinson atau gejala ekstrapiramidal dapat kambuh lebih berat. Penghentian dilakukan bertahap sesuai arahan dokter.
  • Obat ini dapat menyebabkan pandangan kabur, pusing, dan mengantuk. Hindari mengemudi atau mengoperasikan mesin sampai Anda tahu bagaimana tubuh bereaksi.
  • Karena mengurangi produksi keringat, Arkine meningkatkan risiko kepanasan hingga heat stroke saat cuaca panas atau aktivitas berat. Cukupi cairan dan hindari paparan panas berlebihan.
  • Gunakan dengan sangat hati-hati pada lansia, penderita demensia, gangguan jantung, hati, ginjal, hipertensi, glaukoma, pembesaran prostat, dan gangguan kejiwaan. Segera hubungi dokter bila muncul bingung, halusinasi, atau sulit berkemih.
  • Segera cari pertolongan medis atau ke IGD bila muncul nyeri mata hebat disertai mata merah dan pandangan kabur mendadak (kemungkinan serangan glaukoma), tidak bisa buang air kecil sama sekali, jantung berdebar hebat, demam tinggi dengan kulit kering dan panas, kebingungan berat, halusinasi, kejang, atau tanda alergi berat seperti bengkak pada wajah dan bibir serta sesak napas.
  • Hindari alkohol selama menggunakan Arkine.
  • Beri tahu dokter bila sedang hamil, merencanakan kehamilan, atau menyusui. Keamanan pada kehamilan belum sepenuhnya dipastikan sehingga penggunaan harus atas pertimbangan manfaat dan risiko oleh dokter.
  • Simpan di tempat sejuk dan kering, terlindung dari cahaya, serta jauh dari jangkauan anak-anak. Jangan memberikan obat resep Anda kepada orang lain meskipun keluhannya terlihat mirip.

Kategori Ibu Hamil (FDA)

Kategori C - hati-hati

Pertanyaan Umum

Arkine obat apa?

Arkine adalah obat keras berisi triheksifenidil HCl 2 mg per kaplet yang digunakan untuk mengobati penyakit Parkinson (idiopatik, pasca-ensefalitik, maupun arteriosklerotik) dan parkinsonisme yang diinduksi obat, termasuk mengendalikan gejala ekstrapiramidal seperti kaku otot, tremor, gerakan melambat, dan distonia akibat obat antipsikotik. Arkine tergolong antikolinergik/antimuskarinik: obat ini menekan aktivitas asetilkolin di sistem saraf pusat sehingga keseimbangan dopamin dan asetilkolin di ganglia basalis membaik. Produk ini dibuat oleh PT Pyridam Farma Tbk dan hanya boleh digunakan dengan resep dokter.

Apakah Arkine bisa dibeli bebas tanpa resep dokter?

Tidak. Arkine adalah obat keras yang penandaannya lingkaran merah dan penyerahannya wajib dengan resep dokter di apotek. Selain itu, zat aktifnya, triheksifenidil, masuk daftar Obat-Obat Tertentu (OOT) yang sering disalahgunakan berdasarkan Peraturan BPOM No. 10 Tahun 2019, sehingga peredaran, penyimpanan, dan pencatatannya diawasi ketat. Membeli atau memakai Arkine tanpa resep bukan hanya melanggar aturan, tetapi juga berbahaya karena dosis yang tidak tepat dapat memicu kebingungan, halusinasi, delirium, serta risiko penyalahgunaan dan ketergantungan psikologis. Sebelum menggunakan, pastikan produk terdaftar resmi dengan mengecek nomor izin edarnya di cekbpom.pom.go.id.

Apa efek samping Arkine yang perlu diwaspadai?

Efek samping yang paling sering adalah mulut kering, pandangan kabur, pusing, mual, sembelit, dan sulit berkemih, karena Arkine bekerja secara antikolinergik. Beberapa orang juga mengalami jantung berdebar, mengantuk, atau sulit tidur. Yang paling perlu diwaspadai adalah kebingungan, gangguan daya ingat, sampai halusinasi, terutama pada lansia atau bila dosis berlebihan. Karena obat ini menekan produksi keringat, risiko kepanasan saat cuaca panas juga meningkat. Segera hubungi dokter atau ke IGD bila muncul halusinasi, tidak bisa buang air kecil, nyeri mata mendadak dengan pandangan kabur, demam tinggi dengan kulit kering, kejang, atau ruam alergi disertai sesak napas. Jangan menghentikan atau mengubah dosis sendiri, ikuti petunjuk pada kemasan atau resep dokter.

Obat Terkait (Antiparkinson)

Lihat daftar lengkap di indeks obat.

Kondisi yang Umumnya Ditangani

Daftar ini menunjukkan kondisi yang umumnya ditangani dengan obat golongan Antiparkinson — bukan anjuran pengobatan. Diagnosis dan pilihan obat harus ditentukan dokter.

Referensi Medis

  1. 1. PT Pyridam Farma Tbk - Halaman Produk Resmi Arkine (komposisi, indikasi, status obat resep)
  2. 2. Cek BPOM - Verifikasi Nomor Izin Edar Produk Obat
  3. 3. PIONAS BPOM - Pusat Informasi Obat Nasional Republik Indonesia

Disclaimer medis: Informasi obat ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker. Selalu baca aturan pakai di kemasan dan ikuti anjuran tenaga medis berlisensi. Jangan menghentikan obat resep tanpa konsultasi.