Lewati ke konten
AntiaritmiaResep dokter

Digoxin

Obat **golongan glikosida jantung** yang **memperlambat sekaligus memperkuat denyut jantung**. Memiliki **rentang aman yang sempit**, sehingga butuh pemantauan ketat dan resep dokter.

Nama generik
Digoxin
Nama dagang
Fargoxin, Lanoxin
Disusun Tim Redaksi SehatkuDiperbarui 5 Juni 2026

Indikasi (Untuk apa)

  • Membantu mengontrol laju denyut jantung pada fibrilasi atrium (denyut jantung tidak teratur dan cepat)
  • Pada sebagian kasus gagal jantung untuk membantu memperkuat pompa jantung, sesuai pertimbangan dokter

Dosis

Dewasa
Sangat individual dan ditentukan dokter berdasarkan kondisi jantung, fungsi ginjal, serta kadar obat dalam darah. Karena indeks terapinya sempit (selisih dosis efektif dan dosis berbahaya kecil), dosis tidak boleh diubah sendiri.
Anak
Dihitung cermat berdasarkan berat badan dan usia oleh dokter spesialis. Jangan memberi atas inisiatif sendiri.
Lansia
Sering perlu dosis lebih rendah karena fungsi ginjal yang menurun seiring usia meningkatkan risiko penumpukan obat dan keracunan. Pemantauan lebih sering dianjurkan.

Efek Samping

  • Mual, muntah, dan hilang nafsu makan
  • Lemas, pusing, atau rasa bingung
  • Denyut jantung menjadi terlalu lambat
  • Gangguan penglihatan, seperti melihat warna kekuningan atau lingkaran cahaya (halo) di sekitar lampu

Kontraindikasi (Tidak boleh untuk)

  • Riwayat alergi digoxin
  • Gangguan irama jantung tertentu (mis. blok jantung berat tanpa alat pacu) sesuai penilaian dokter

Interaksi dengan Obat Lain

  • Memiliki banyak interaksi obat. Beri tahu dokter/apoteker semua obat yang Anda minum.
  • Obat jantung lain seperti amiodarone dapat meningkatkan kadar digoxin dalam darah
  • Sebagian antibiotik dapat memengaruhi kadar digoxin
  • Obat pelancar kencing (diuretik) dapat menurunkan kadar kalium, sehingga menambah risiko keracunan digoxin

Peringatan Penting

  • WASPADAI tanda keracunan digoxin: mual dan muntah, hilang nafsu makan, lemas atau bingung, gangguan penglihatan (melihat warna kekuningan atau lingkaran cahaya/halo), serta denyut jantung yang sangat lambat atau tidak teratur. Bila muncul, segera hubungi dokter.
  • Karena rentang amannya sempit, kadar obat dalam darah, fungsi ginjal, dan kadar kalium perlu dipantau secara berkala melalui pemeriksaan yang dianjurkan dokter.
  • Kadar kalium yang rendah meningkatkan risiko keracunan digoxin. Hati-hati bila Anda juga memakai obat pelancar kencing (diuretik).
  • Jangan menggandakan dosis bila terlupa. Minum teratur sesuai resep dan tanyakan apoteker apa yang harus dilakukan bila lupa.
  • Jangan memulai, menghentikan, atau mengubah dosis digoxin maupun obat irama jantung lain atas keputusan sendiri karena dapat berbahaya.
  • Segera ke IGD atau hubungi 119 bila mengalami nyeri dada, sesak napas mendadak, tanda stroke (wajah merot, bicara pelo, lemah sesisi), pingsan, atau denyut jantung sangat lambat disertai gejala berat.

Kategori Ibu Hamil (FDA)

Kategori C - hati-hati

Estimasi Harga

Bervariasi antar apotek dan merek; tanyakan langsung ke apotek.

Pertanyaan Umum

Apa saja tanda keracunan digoxin yang perlu diwaspadai?

Tanda yang khas antara lain mual dan muntah, hilang nafsu makan, lemas atau bingung, gangguan penglihatan seperti melihat warna kekuningan atau lingkaran cahaya (halo), serta denyut jantung yang sangat lambat atau tidak teratur. Bila muncul, segera hubungi dokter.

Kenapa kadar kalium penting saat memakai digoxin?

Kadar kalium yang rendah dapat menambah risiko keracunan digoxin. Karena itu dokter sering memantau kadar kalium, terutama bila Anda juga memakai obat pelancar kencing (diuretik). Jangan menambah suplemen kalium tanpa anjuran dokter.

Kenapa saya perlu kontrol dan pemeriksaan darah secara rutin?

Karena digoxin memiliki rentang aman yang sempit, kontrol rutin membantu dokter memantau kadar obat dalam darah dan fungsi ginjal agar dosis tetap efektif sekaligus aman. Ikuti jadwal pemeriksaan yang dianjurkan dan jangan mengubah dosis sendiri.

Tools kesehatan terkait

Coba kalkulator gratis yang relevan dengan topik ini.

Referensi Medis

  1. 1. BPOM RI - Cek Produk Obat
  2. 2. Kementerian Kesehatan RI
  3. 3. Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI)

Disclaimer medis: Informasi obat ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker. Selalu baca aturan pakai di kemasan dan ikuti anjuran tenaga medis berlisensi. Jangan menghentikan obat resep tanpa konsultasi.