Kejibeling
**Kejibeling** adalah **jamu** (obat herbal tradisional) berisi kombinasi ekstrak **daun keji beling**, **kumis kucing**, dan **tempuyung** yang digunakan untuk membantu **meluruhkan batu oksalat** pada ginjal dan saluran kemih serta membantu **melancarkan buang air kecil** melalui efek **diuretik** herbal.
- Nama generik
- Kombinasi ekstrak herbal: ekstrak daun keji beling (Sericocalyx crispus Folium) 440 mg, ekstrak daun kumis kucing (Orthosiphon stamineus Folium) 55 mg, dan ekstrak daun tempuyung (Sonchus arvensis Folium) 55 mg (total 550 mg per kapsul)
- Nama dagang
- Kejibeling
Indikasi (Untuk apa)
- Membantu meluruhkan batu oksalat pada ginjal dan saluran kemih
- Membantu melancarkan buang air kecil melalui efek diuretik herbal
- Membantu meringankan keluhan ringan pada saluran kemih sebagai terapi pendukung, bukan pengganti pengobatan medis
Dosis
Efek Samping
- Peningkatan frekuensi buang air kecil akibat efek diuretik
- Gangguan saluran cerna ringan seperti mual atau rasa tidak nyaman di perut pada sebagian orang
- Reaksi alergi seperti gatal atau ruam pada individu yang sensitif terhadap salah satu bahan herbal
Kontraindikasi (Tidak boleh untuk)
- Hipersensitif atau alergi terhadap keji beling, kumis kucing, tempuyung, atau komponen lain dalam produk
- Perlu kehati-hatian pada penderita gangguan ginjal berat atau gagal jantung tanpa pengawasan dokter, karena efek diuretik dapat memengaruhi keseimbangan cairan dan elektrolit
Interaksi dengan Obat Lain
- Dapat memperkuat efek obat diuretik (peluruh kencing) sehingga meningkatkan risiko kehilangan cairan dan elektrolit
- Penggunaan bersama obat penurun tekanan darah perlu diwaspadai karena efek diuretik dapat menurunkan tekanan darah
- Beritahu dokter atau apoteker mengenai semua obat rutin yang sedang dikonsumsi agar terhindar dari interaksi
Peringatan Penting
- Pastikan produk memiliki nomor registrasi BPOM berawalan "TR" (obat tradisional) dan cek keasliannya di cekbpom.pom.go.id
- Kejibeling bersifat membantu dan bukan pengganti pengobatan medis; batu ginjal berukuran besar atau keluhan disertai nyeri hebat, demam, atau darah pada urine wajib diperiksakan ke dokter
- Minum air putih yang cukup selama penggunaan untuk mendukung kerja saluran kemih
- Hentikan pemakaian dan konsultasikan ke dokter bila keluhan tidak membaik atau muncul reaksi alergi
- Ibu hamil, ibu menyusui, dan anak-anak sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan
Kategori Ibu Hamil (FDA)
Pertanyaan Umum
Kejibeling obat apa?
Kejibeling adalah jamu (obat herbal tradisional) produksi Borobudur Herbal yang berisi kombinasi ekstrak daun keji beling (Sericocalyx crispus), kumis kucing (Orthosiphon stamineus), dan tempuyung (Sonchus arvensis). Jamu ini digunakan untuk membantu meluruhkan batu oksalat pada ginjal dan saluran kemih serta membantu melancarkan buang air kecil.
Apakah Kejibeling perlu resep dokter?
Tidak. Kejibeling termasuk obat tradisional/jamu golongan obat bebas dengan nomor registrasi BPOM berawalan "TR", sehingga dapat dibeli tanpa resep. Meski begitu, tetap ikuti aturan pakai pada kemasan dan konsultasikan ke dokter bila keluhan berlanjut. Selalu verifikasi nomor izin edarnya di cekbpom.pom.go.id.
Apakah Kejibeling bisa menghancurkan batu ginjal?
Kejibeling membantu meluruhkan batu oksalat dan melancarkan buang air kecil berkat efek diuretik herbalnya, namun bukan pengganti pengobatan medis. Batu ginjal berukuran besar atau keluhan yang disertai nyeri hebat, demam, atau darah pada urine tetap memerlukan pemeriksaan dan penanganan dokter.
Tools kesehatan terkait
Coba kalkulator gratis yang relevan dengan topik ini.
Referensi Medis
- 1. Borobudur Herbal (produsen resmi) — Kejibeling Kapsul, POM TR 082381761: komposisi Sericocalyx crispus 440 mg, Orthosiphon stamineus 55 mg, Sonchus arvensis 55 mg
- 2. Halodoc — Kejibeling Kapsul: komposisi ekstrak daun keji beling 440 mg, tempuyung 55 mg, kumis kucing 55 mg
- 3. BPOM — Cek Registrasi Obat dan Obat Tradisional (cek nomor TR pada kemasan)
Disclaimer medis: Informasi obat ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker. Selalu baca aturan pakai di kemasan dan ikuti anjuran tenaga medis berlisensi. Jangan menghentikan obat resep tanpa konsultasi.