Lewati ke konten
AntileukotrienResep dokter

Monarin

Monarin adalah obat keras berisi **montelukast** yang termasuk golongan **antagonis reseptor leukotrien (LTRA)**. Obat ini dipakai untuk **profilaksis dan pengobatan asma kronis** pada pasien dewasa, termasuk mencegah **bronkokonstriksi akibat olahraga**, serta sering dikaitkan dengan penanganan **rinitis alergi**. Monarin **bukan** obat untuk meredakan serangan asma akut.

Nama generik
Montelukast sodium setara dengan Montelukast 10 mg
Nama dagang
Monarin
Disusun Tim Redaksi SehatkuDiperbarui 23 Juni 2026

Indikasi (Untuk apa)

  • Profilaksis dan pengobatan asma kronis pada pasien dewasa
  • Pencegahan bronkokonstriksi akibat olahraga (exercise-induced bronchoconstriction)
  • Umum dikaitkan dengan meredakan gejala rinitis alergi sesuai penilaian dokter
  • BUKAN untuk mengatasi serangan asma akut — pasien tetap harus menyediakan inhaler beta-agonis kerja cepat

Dosis

Dewasa
Sesuai informasi produk, dosis dewasa umumnya 1 tablet 10 mg sekali sehari pada malam hari. Untuk pencegahan bronkokonstriksi akibat olahraga, satu dosis tunggal diminum minimal 2 jam sebelum berolahraga. Tetap ikuti petunjuk pada kemasan atau resep dokter; jangan menambah, mengurangi, atau menghentikan dosis sendiri.
Anak
Kekuatan tablet 10 mg ini ditujukan untuk pasien dewasa. Untuk anak, dokter yang menentukan apakah obat ini sesuai serta memilih sediaan dan dosis yang tepat — jangan memberikan kepada anak atas inisiatif sendiri.
Lansia
Tidak ada penyesuaian dosis khusus yang dicantumkan pada informasi produk; ikuti petunjuk pada kemasan atau resep dokter, terutama bila ada gangguan fungsi hati atau sedang memakai obat lain.

Efek Samping

  • Nyeri kepala dan pusing
  • Nyeri perut, mual, atau diare
  • Gejala mirip flu, batuk, atau infeksi saluran napas atas
  • Ruam kulit atau gatal
  • Peningkatan enzim hati (terdeteksi lewat pemeriksaan laboratorium)
  • Gangguan psikiatrik seperti mimpi buruk, gangguan tidur, agitasi, atau depresi
  • Sangat jarang: halusinasi serta pikiran atau tingkah laku ingin bunuh diri — segera hubungi dokter

Kontraindikasi (Tidak boleh untuk)

  • Hipersensitif terhadap montelukast atau komponen lain dalam sediaan
  • Tidak digunakan sebagai obat penyelamat pada serangan asma akut atau status asmatikus
  • Tidak untuk digunakan pada anak tanpa penilaian dan resep dokter — kekuatan tablet 10 mg ditujukan untuk pasien dewasa

Interaksi dengan Obat Lain

  • Penginduksi enzim hati seperti fenobarbital, fenitoin, dan rifampisin dapat menurunkan kadar montelukast dalam darah
  • Gemfibrozil dan penghambat CYP2C8 lain berpotensi meningkatkan paparan montelukast
  • Informasikan ke dokter atau apoteker semua obat, suplemen, dan herbal yang sedang Anda gunakan sebelum memulai Monarin

Peringatan Penting

  • Monarin adalah obat keras — hanya boleh dibeli dan digunakan dengan resep dokter. Jangan dipakai untuk swamedikasi atau meneruskan resep milik orang lain
  • Jangan gunakan untuk meredakan serangan asma akut. Selalu sediakan inhaler beta-agonis kerja cepat sesuai anjuran dokter
  • Beri tahu dokter atau apoteker bila Anda memiliki riwayat alergi obat, khususnya terhadap montelukast atau komponen lain dalam sediaan ini
  • Jangan menghentikan atau mengurangi kortikosteroid inhalasi/oral secara mendadak dan mengganti perannya dengan Monarin tanpa arahan dokter
  • Waspadai efek samping psikiatrik. Bila muncul mimpi buruk, gelisah, perubahan perilaku, depresi, halusinasi, atau pikiran menyakiti diri, hentikan obat dan segera hubungi dokter — hal ini juga menjadi perhatian otoritas obat
  • Segera cari pertolongan medis bila: sesak napas memburuk atau makin sering, kebutuhan inhaler pelega meningkat, atau serangan tidak membaik setelah pemakaian inhaler
  • Gawat darurat — segera ke IGD atau hubungi 119 bila muncul tanda reaksi alergi berat (sesak napas mendadak, bengkak wajah/bibir/lidah, pingsan), reaksi kulit berat (ruam melepuh, kulit mengelupas, luka di mulut atau mata), atau tanda gangguan hati seperti mata dan kulit menguning
  • Perhatikan bahwa montelukast berbeda dari loratadine: loratadine adalah antihistamin yang banyak dijual bebas, sedangkan komposisi resmi Monarin adalah montelukast, yaitu antileukotrien berstatus obat keras dengan profil keamanan dan peringatan yang berbeda. Bila ragu dengan produk yang Anda terima, tanyakan ke apoteker
  • Konsultasikan lebih dulu bila Anda sedang hamil, menyusui, atau merencanakan kehamilan
  • Pastikan produk memiliki nomor izin edar BPOM yang sah dengan mengeceknya di cekbpom.pom.go.id sebelum digunakan

Kategori Ibu Hamil (FDA)

Kategori B - relatif aman

Pertanyaan Umum

Monarin obat apa?

Monarin adalah obat keras dengan kandungan montelukast (montelukast sodium setara montelukast 10 mg) dalam bentuk tablet salut selaput. Obat ini termasuk golongan antagonis reseptor leukotrien dan digunakan untuk profilaksis serta pengobatan asma kronis pada pasien dewasa, termasuk pencegahan bronkokonstriksi akibat olahraga, dan umum dikaitkan dengan penanganan rinitis alergi. Pemegang izin edarnya di Indonesia adalah Dexa Group. Karena berstatus obat keras, Monarin harus dengan resep dokter dan tidak boleh dipakai untuk swamedikasi; Anda bisa memverifikasi izin edarnya di cekbpom.pom.go.id.

Apakah Monarin bisa dipakai saat serangan asma mendadak?

Tidak. Monarin bukan obat pelega untuk serangan asma akut. Efeknya bersifat pencegahan dan pengendalian jangka panjang, sehingga tidak cukup cepat untuk mengatasi sesak yang tiba-tiba. Anda tetap harus menyediakan inhaler beta-agonis kerja cepat yang diresepkan dokter untuk kondisi darurat. Bila sesak tidak membaik setelah memakai inhaler, atau napas makin berat, segera ke IGD atau hubungi 119.

Apakah Monarin sama dengan loratadine?

Tidak sama. Komposisi resmi Monarin yang tercantum pada informasi produk BPOM dan situs pemegang izin edar adalah montelukast, bukan loratadine. Perbedaannya penting: loratadine adalah antihistamin yang banyak dijual bebas, sedangkan montelukast adalah antileukotrien berstatus obat keras yang wajib resep dokter dan memiliki peringatan efek samping psikiatrik. Keduanya tidak bisa saling menggantikan. Bila ragu dengan produk yang Anda terima, tanyakan ke apoteker dan cek nomor izin edarnya di cekbpom.pom.go.id.

Apa saja efek samping Monarin?

Efek samping Monarin yang paling sering dilaporkan adalah infeksi saluran pernapasan atas, diikuti diare, mual, muntah, ruam kulit, demam, dan peningkatan enzim hati (ALT/AST). Efek yang lebih jarang meliputi pusing, mengantuk, mimisan, mulut kering, memar, nyeri sendi dan otot, serta gangguan psikiatrik seperti mimpi buruk, sulit tidur, cemas, agitasi, dan depresi. Sangat jarang dilaporkan halusinasi serta pikiran dan tingkah laku ingin bunuh diri. Leaflet BPOM menegaskan pasien dan/atau pendamping harus segera memberi tahu dokter jika gangguan psikiatrik muncul.

Monarin diminum berapa kali sehari dan kapan waktunya?

Monarin diminum satu kali sehari, satu tablet 10 mg, pada malam hari untuk mengendalikan asma kronis pada pasien berusia di atas 15 tahun. Untuk mencegah penyempitan saluran napas akibat olahraga, satu tablet diminum minimal 2 jam sebelum berolahraga, dan pasien yang sudah minum rutin harian tidak boleh menambah dosis. Dosis tambahan tidak boleh diminum dalam 24 jam dari dosis sebelumnya. Jika lupa, lanjutkan seperti biasa tanpa dosis ganda. Tetap sediakan obat pelega kerja cepat, dan karena Monarin obat keras, ikuti dosis sesuai resep dokter.

Monarin diminum sebelum atau sesudah makan?

Menurut leaflet resmi BPOM, Monarin diminum 1 jam sebelum makan atau 2 jam sesudah makan, pada malam hari. Secara farmakokinetik, penyerapan montelukast sendiri tidak dipengaruhi makanan (bioavailabilitas oral rata-rata 64%), sehingga jeda tersebut merupakan cara pakai yang dianjurkan, bukan syarat agar obat terserap. Tablet ditelan utuh dengan air, tidak dikunyah, dibelah, atau dihancurkan. Usahakan minum pada jam yang sama setiap hari agar kontrol asma konsisten, dan ikuti aturan pakai yang diberikan dokter atau apoteker Anda.

Berapa harga Monarin di apotek?

Harga Monarin di apotek daring terpantau sekitar Rp10.000-Rp14.000 per tablet dan Rp90.000-Rp120.000 per strip isi 10 tablet (pantauan Agustus 2026). Angka ini hanya kisaran, bukan harga pasti, karena harga obat berbeda-beda antar apotek, daerah, dan waktu. Kemasan resmi pabrik berupa dus isi 3 blister (30 tablet), sehingga satu dus berada di kisaran Rp280.000-Rp370.000. Merek montelukast 10 mg lain berada di rentang serupa. Karena Monarin obat keras, pembeliannya wajib dengan resep dokter; konfirmasikan harga langsung ke apotek.

Apakah Monarin aman untuk ibu hamil dan ibu menyusui?

Monarin tidak dilarang mutlak, tetapi hanya boleh dipakai jika dokter menilai memang diperlukan. Leaflet BPOM menyatakan montelukast dapat digunakan selama kehamilan dan menyusui hanya jika dianggap perlu, dan pasien yang sedang hamil, merencanakan kehamilan, atau menyusui wajib berkonsultasi lebih dulu. Sumber medis Indonesia mencantumkan kategori kehamilan B serta catatan bahwa montelukast dapat terserap ke ASI. Karena asma yang tidak terkontrol selama kehamilan juga berisiko, jangan memulai atau menghentikan Monarin sendiri tanpa penilaian dokter.

Obat Terkait (Antileukotrien)

Lihat daftar lengkap di indeks obat.

Kondisi yang Umumnya Ditangani

Daftar ini menunjukkan kondisi yang umumnya ditangani dengan obat golongan Antileukotrien — bukan anjuran pengobatan. Diagnosis dan pilihan obat harus ditentukan dokter.

Tools kesehatan terkait

Coba kalkulator gratis yang relevan dengan topik ini.

Referensi Medis

  1. 1. BPOM — Informasi produk / package insert resmi Monarin Tablet Salut Selaput
  2. 2. Dexa Group — Halaman produk resmi Monarin Tablet
  3. 3. Cek BPOM — Verifikasi nomor izin edar produk obat

Disclaimer medis: Informasi obat ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker. Selalu baca aturan pakai di kemasan dan ikuti anjuran tenaga medis berlisensi. Jangan menghentikan obat resep tanpa konsultasi.