Monarin
Monarin adalah obat keras berisi **montelukast** yang termasuk golongan **antagonis reseptor leukotrien (LTRA)**. Obat ini dipakai untuk **profilaksis dan pengobatan asma kronis** pada pasien dewasa, termasuk mencegah **bronkokonstriksi akibat olahraga**, serta sering dikaitkan dengan penanganan **rinitis alergi**. Monarin **bukan** obat untuk meredakan serangan asma akut.
- Nama generik
- Montelukast sodium setara dengan Montelukast 10 mg
- Nama dagang
- Monarin
Indikasi (Untuk apa)
- Profilaksis dan pengobatan asma kronis pada pasien dewasa
- Pencegahan bronkokonstriksi akibat olahraga (exercise-induced bronchoconstriction)
- Umum dikaitkan dengan meredakan gejala rinitis alergi sesuai penilaian dokter
- BUKAN untuk mengatasi serangan asma akut — pasien tetap harus menyediakan inhaler beta-agonis kerja cepat
Dosis
Efek Samping
- Nyeri kepala dan pusing
- Nyeri perut, mual, atau diare
- Gejala mirip flu, batuk, atau infeksi saluran napas atas
- Ruam kulit atau gatal
- Peningkatan enzim hati (terdeteksi lewat pemeriksaan laboratorium)
- Gangguan psikiatrik seperti mimpi buruk, gangguan tidur, agitasi, atau depresi
- Sangat jarang: halusinasi serta pikiran atau tingkah laku ingin bunuh diri — segera hubungi dokter
Kontraindikasi (Tidak boleh untuk)
- Hipersensitif terhadap montelukast atau komponen lain dalam sediaan
- Tidak digunakan sebagai obat penyelamat pada serangan asma akut atau status asmatikus
- Tidak untuk digunakan pada anak tanpa penilaian dan resep dokter — kekuatan tablet 10 mg ditujukan untuk pasien dewasa
Interaksi dengan Obat Lain
- Penginduksi enzim hati seperti fenobarbital, fenitoin, dan rifampisin dapat menurunkan kadar montelukast dalam darah
- Gemfibrozil dan penghambat CYP2C8 lain berpotensi meningkatkan paparan montelukast
- Informasikan ke dokter atau apoteker semua obat, suplemen, dan herbal yang sedang Anda gunakan sebelum memulai Monarin
Peringatan Penting
- Monarin adalah obat keras — hanya boleh dibeli dan digunakan dengan resep dokter. Jangan dipakai untuk swamedikasi atau meneruskan resep milik orang lain
- Jangan gunakan untuk meredakan serangan asma akut. Selalu sediakan inhaler beta-agonis kerja cepat sesuai anjuran dokter
- Beri tahu dokter atau apoteker bila Anda memiliki riwayat alergi obat, khususnya terhadap montelukast atau komponen lain dalam sediaan ini
- Jangan menghentikan atau mengurangi kortikosteroid inhalasi/oral secara mendadak dan mengganti perannya dengan Monarin tanpa arahan dokter
- Waspadai efek samping psikiatrik. Bila muncul mimpi buruk, gelisah, perubahan perilaku, depresi, halusinasi, atau pikiran menyakiti diri, hentikan obat dan segera hubungi dokter — hal ini juga menjadi perhatian otoritas obat
- Segera cari pertolongan medis bila: sesak napas memburuk atau makin sering, kebutuhan inhaler pelega meningkat, atau serangan tidak membaik setelah pemakaian inhaler
- Gawat darurat — segera ke IGD atau hubungi 119 bila muncul tanda reaksi alergi berat (sesak napas mendadak, bengkak wajah/bibir/lidah, pingsan), reaksi kulit berat (ruam melepuh, kulit mengelupas, luka di mulut atau mata), atau tanda gangguan hati seperti mata dan kulit menguning
- Perhatikan bahwa montelukast berbeda dari loratadine: loratadine adalah antihistamin yang banyak dijual bebas, sedangkan komposisi resmi Monarin adalah montelukast, yaitu antileukotrien berstatus obat keras dengan profil keamanan dan peringatan yang berbeda. Bila ragu dengan produk yang Anda terima, tanyakan ke apoteker
- Konsultasikan lebih dulu bila Anda sedang hamil, menyusui, atau merencanakan kehamilan
- Pastikan produk memiliki nomor izin edar BPOM yang sah dengan mengeceknya di cekbpom.pom.go.id sebelum digunakan
Kategori Ibu Hamil (FDA)
Pertanyaan Umum
Monarin obat apa?
Monarin adalah obat keras dengan kandungan montelukast (montelukast sodium setara montelukast 10 mg) dalam bentuk tablet salut selaput. Obat ini termasuk golongan antagonis reseptor leukotrien dan digunakan untuk profilaksis serta pengobatan asma kronis pada pasien dewasa, termasuk pencegahan bronkokonstriksi akibat olahraga, dan umum dikaitkan dengan penanganan rinitis alergi. Pemegang izin edarnya di Indonesia adalah Dexa Group. Karena berstatus obat keras, Monarin harus dengan resep dokter dan tidak boleh dipakai untuk swamedikasi; Anda bisa memverifikasi izin edarnya di cekbpom.pom.go.id.
Apakah Monarin bisa dipakai saat serangan asma mendadak?
Tidak. Monarin bukan obat pelega untuk serangan asma akut. Efeknya bersifat pencegahan dan pengendalian jangka panjang, sehingga tidak cukup cepat untuk mengatasi sesak yang tiba-tiba. Anda tetap harus menyediakan inhaler beta-agonis kerja cepat yang diresepkan dokter untuk kondisi darurat. Bila sesak tidak membaik setelah memakai inhaler, atau napas makin berat, segera ke IGD atau hubungi 119.
Apakah Monarin sama dengan loratadine?
Tidak sama. Komposisi resmi Monarin yang tercantum pada informasi produk BPOM dan situs pemegang izin edar adalah montelukast, bukan loratadine. Perbedaannya penting: loratadine adalah antihistamin yang banyak dijual bebas, sedangkan montelukast adalah antileukotrien berstatus obat keras yang wajib resep dokter dan memiliki peringatan efek samping psikiatrik. Keduanya tidak bisa saling menggantikan. Bila ragu dengan produk yang Anda terima, tanyakan ke apoteker dan cek nomor izin edarnya di cekbpom.pom.go.id.
Tools kesehatan terkait
Coba kalkulator gratis yang relevan dengan topik ini.
Referensi Medis
Disclaimer medis: Informasi obat ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker. Selalu baca aturan pakai di kemasan dan ikuti anjuran tenaga medis berlisensi. Jangan menghentikan obat resep tanpa konsultasi.