Lewati ke konten
Penyakit Umum

Anemia

Juga dikenal sebagai: kurang darah, darah rendah, anemia defisiensi besi

Kadar hemoglobin di bawah normal (Hb <12 g/dL wanita, <13 g/dL pria). Anemia defisiensi besi adalah yang paling umum di Indonesia — 26% wanita usia subur dan 50% ibu hamil terdampak.

Direview dr. Andi Pratama, Sp.PD, M.KesDiperbarui 26 Mei 2026
Makanan kaya zat besi untuk mengatasi anemia defisiensi besi

Ringkasan

Anemia bukan diagnosis akhir, melainkan gejala dari berbagai kondisi underlying. Di Indonesia, anemia defisiensi besi (ADB) adalah bentuk tersering — terutama pada wanita usia subur, ibu hamil, remaja putri, dan anak balita. Gejala "5L" (lelah, lemah, lesu, lemas, lalai/sulit konsentrasi) sering dianggap biasa dan tidak ditangani. Padahal anemia pada ibu hamil meningkatkan risiko BBLR dan kematian maternal.

Gejala

  • Lelah ekstrem yang tidak hilang dengan istirahat (fatigue)
  • Lemah dan lesu dalam aktivitas sehari-hari
  • Lalai dan sulit berkonsentrasi (brain fog)
  • Pusing terutama saat berdiri (ortostatik)
  • Jantung berdebar (palpitasi) saat aktivitas ringan
  • Pucat: bibir, konjungtiva (kelopak mata bagian dalam), dan telapak tangan
  • Sesak napas saat aktivitas ringan
  • Anemia defisiensi besi khas: kuku sendok (koilonychia), lidah halus/merah (glositis), ngidam makan es batu/tanah (pica)

Penyebab

  • Defisiensi zat besi (80% kasus di Indonesia) — asupan kurang, penyerapan buruk, kehilangan kronik
  • Defisiensi vitamin B12 (vegetarian ketat, malabsorpsi, atrofik gastritis)
  • Defisiensi asam folat (kehamilan, alkoholisme)
  • Kehilangan darah kronik: menstruasi berat, tukak lambung, kanker kolon
  • Penyakit kronik (infeksi kronik, gagal ginjal, kanker) — anemia normositik
  • Thalassemia (genetik) — sering pada etnis Melayu, Jawa, Bugis

Faktor Risiko

  • Wanita usia subur dengan menstruasi banyak (menorrhagia)
  • Kehamilan dan menyusui
  • Remaja putri masa pertumbuhan
  • Balita yang tidak mendapat makanan kaya zat besi
  • Vegetarian/vegan ketat tanpa suplemen B12
  • Lansia dengan asupan gizi kurang dan malabsorpsi
  • Penyakit saluran cerna (celiac, IBD, gastrektomi)

Kapan Harus ke Dokter?

  • Kelelahan kronis yang tidak hilang dengan istirahat
  • Sesak napas saat aktivitas ringan
  • Palpitasi atau denyut jantung tidak teratur
  • BAB hitam (melena) — curiga perdarahan saluran cerna
  • Wanita hamil: cek Hb rutin di tiap trimester
  • Anak dengan tumbuh kembang terlambat

Pengobatan

  • Identifikasi dan obati penyebab underlying DULU (perdarahan, infeksi, dll)
  • Defisiensi besi: ferrous sulfate 200 mg (60 mg elemental iron) 2–3×/hari — diminum 30 menit sebelum makan
  • Tambahkan vitamin C 500 mg bersamaan — meningkatkan absorbsi besi 2–3×
  • Hindari teh/kopi/susu/antasida dalam 1–2 jam dari suplemen besi
  • Infus zat besi IV (ferric carboxymaltose, iron sucrose) jika tidak toleran oral atau anemia berat
  • Defisiensi B12: sianokobalamin 1.000 mcg/hari oral atau injeksi bulanan
  • Defisiensi folat: asam folat 1–5 mg/hari
  • Transfusi PRC hanya jika Hb <7 g/dL dengan gejala hemodinamik berat

Pencegahan

  • Konsumsi makanan kaya zat besi: daging merah, hati sapi, ikan, tempe, bayam, kacang hijau
  • Padu padankan zat besi dengan vitamin C (jeruk, tomat, cabai)
  • Hindari minum teh atau kopi bersamaan dengan makanan kaya zat besi
  • Suplemen besi profilaksis untuk ibu hamil (60 mg elemental Fe + 400 mcg folat/hari)
  • Suplementasi besi mingguan untuk remaja putri (program nasional sekolah)
  • Skrining Hb rutin: wanita hamil tiap trimester, balita di posyandu
  • Skrining thalassemia pre-marital di daerah endemis (Sumatra, Kalimantan, Sulawesi)

Estimasi Biaya

Cek darah lengkap + ferritin: Rp 150–400 ribu. Ferrous sulfate generik: Rp 15–50 ribu/bulan. Infus zat besi: Rp 1–3 juta per sesi. Transfusi PRC: Rp 500 ribu–2 juta per kantong.

💡 Strategi finansial untuk biaya pengobatan jangka panjang? Cek panduan dana darurat kesehatan di panduankeuangan.id

Pertanyaan Umum

Suplemen besi harus diminum berapa lama?

Biasanya 3–6 bulan untuk mengisi simpanan besi tubuh, bahkan setelah Hb normal (yang hanya butuh ~1 bulan). Berhenti terlalu cepat menyebabkan anemia kambuh. Pantau dengan pemeriksaan ferritin — normal ferritin (>30 ng/mL) menandakan simpanan besi sudah terisi.

Bayam vs daging merah — mana sumber besi terbaik?

Daging merah mengandung zat besi heme yang diserap 25–35% (jauh lebih efisien). Bayam mengandung zat besi non-heme yang hanya diserap 2–5% dan dihambat oksalat. Namun bayam tetap berguna jika dikonsumsi bersama vitamin C. Idealnya variasikan: daging, tempe, bayam + jeruk untuk penyerapan optimal.

Referensi Medis

  1. 1. WHO — Guideline: Daily Iron Supplementation in Adult Women and Adolescent Girls
  2. 2. Kemenkes RI — Pedoman Penanggulangan Anemia Gizi Besi

Disclaimer medis: Informasi di halaman ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Selalu konsultasikan kondisi kesehatan Anda dengan tenaga medis berlisensi.