Lewati ke konten
Penyakit Kritis

Kanker Serviks

Juga dikenal sebagai: kanker leher rahim, cervical cancer, kanker mulut rahim

Kanker yang berkembang dari sel serviks (leher rahim), hampir selalu disebabkan infeksi Human Papillomavirus (HPV) persisten. Dapat dicegah dengan vaksinasi HPV dan skrining rutin.

Direview dr. Dewi Rahayu, Sp.OGDiperbarui 25 Mei 2026
Pemeriksaan kesehatan wanita untuk deteksi dini kanker serviks

Ringkasan

Kanker serviks adalah keganasan yang berkembang di sel serviks uterus. Penyebab utama adalah infeksi Human Papillomavirus (HPV) tipe onkogenik, terutama HPV 16 dan 18 (70% kasus). Proses dari infeksi HPV ke kanker invasif memerlukan 10-20 tahun — memberikan jendela lebar untuk deteksi dini dan pencegahan. Vaksinasi HPV dan skrining Pap smear/IVA adalah intervensi paling efektif.

Gejala

  • Stadium awal: SERING TIDAK ADA GEJALA — pentingnya skrining rutin
  • Perdarahan vagina abnormal: setelah hubungan seksual, di antara menstruasi, atau post-menopause
  • Keputihan tidak normal: berbau, berwarna merah muda/coklat/kuning
  • Nyeri panggul atau punggung bawah
  • Nyeri saat berhubungan seksual (dispareunia)
  • Stadium lanjut: benjolan di perut bawah, bengkak kaki, sulit BAK/BAB, penurunan berat badan drastis

Penyebab

  • Infeksi HPV persisten (tipe 16, 18 = 70% kasus; 31, 33, 45, 52, 58 = 20%)
  • HPV ditularkan melalui kontak seksual
  • Sistem imun lemah (HIV/AIDS, imunosupresan)
  • Merokok (meningkatkan risiko 2×)
  • Penggunaan kontrasepsi hormonal jangka sangat panjang (>5 tahun)

Faktor Risiko

  • Tidak pernah vaksin HPV
  • Tidak rutin skrining Pap smear / IVA
  • Aktivitas seksual pertama usia dini (<16 tahun)
  • Banyak pasangan seksual
  • Merokok aktif
  • HIV positif atau imunokompromis lain
  • Riwayat IMS lain (klamidia, herpes)
  • Paritas tinggi (banyak anak)
  • Sosio-ekonomi rendah (akses skrining terbatas)

Kapan Harus ke Dokter?

  • Perdarahan setelah hubungan seksual
  • Perdarahan di luar siklus menstruasi normal
  • Keputihan berbau tidak biasa berlangsung >2 minggu
  • Nyeri panggul persisten
  • Skrining Pap smear: mulai usia 21 tahun, atau 3 tahun setelah pertama kali berhubungan seksual
  • IVA test: tersedia di Puskesmas (gratis BPJS), mudah, cepat
  • Post-menopause dengan perdarahan vagina apapun

Pengobatan

  • Stadium IA (mikroinvasif): konisasi (cone biopsy) — dapat mempertahankan kesuburan
  • Stadium IB-IIA: histerektomi radikal (Wertheim) ± radioterapi
  • Stadium IIB-IVA: kemoradiasi konkuren (cisplatin + radioterapi)
  • Stadium IVB (metastatik): kemoterapi paliatif ± bevacizumab (Avastin)
  • Imunoterapi: pembrolizumab (Keytruda) — sudah disetujui FDA/BPOM untuk kanker serviks lanjut PD-L1+
  • BPJS cover kemoterapi dan radioterapi lewat rujukan berjenjang

Pencegahan

  • Vaksin HPV: efektif >90% mencegah infeksi HPV 16/18
  • - Rekomendasi utama: usia 9-14 tahun (sebelum aktif seksual), 2 dosis
  • - Catch-up: usia 15-26 tahun, 3 dosis; 27-45 tahun diskusikan dengan dokter
  • - Vaksin gratis untuk siswi SD kelas 5-6 (program BIAS Kemkes)
  • Skrining rutin: Pap smear setiap 3 tahun (usia 21-65) atau HPV DNA test setiap 5 tahun (usia 30-65)
  • IVA test di Puskesmas: gratis BPJS, sensitivitas baik untuk kondisi Indonesia
  • Setia pada pasangan, gunakan kondom
  • Tidak merokok
  • Jaga imunitas (gizi, tidur cukup, kelola stres)

Estimasi Biaya

IVA test: gratis di Puskesmas (BPJS). Pap smear: Rp 150-500rb. Kolposkopi + biopsi: Rp 500rb-1,5 juta. Histerektomi radikal: Rp 30-100 juta (RS swasta), BPJS cover. Kemoradiasi: Rp 50-200 juta siklus penuh. Pembrolizumab (imunoterapi): Rp 15-30 juta/3 minggu, belum BPJS.

💡 Strategi finansial untuk biaya pengobatan jangka panjang? Cek panduan dana darurat kesehatan di panduankeuangan.id

Proteksi Kesehatan

Lindungi Keluarga dari Biaya Rumah Sakit yang Tinggi

Asuransi kesehatan Allianz cashless di 1500+ rumah sakit Indonesia. Konsultasikan kebutuhan keluarga Anda dengan agen tersertifikasi, gratis, tanpa kewajiban beli.

✓ Cashless 1500+ RS✓ Klaim cepat✓ Konsultasi gratis
Konsultasi Gratis

Pertanyaan Umum

Apakah sudah menikah dan punya anak tetap perlu vaksin HPV?

Vaksin HPV paling efektif sebelum paparan HPV (sebelum aktif seksual). Namun wanita hingga usia 45 tahun masih bisa mendapat manfaat, terutama jika belum pernah terinfeksi semua tipe HPV dalam vaksin. Diskusikan dengan dokter — biasanya direkomendasikan jika belum pernah vaksin.

Pap smear sakit?

Sebagian besar wanita hanya merasakan sedikit tekanan atau ketidaknyamanan, bukan rasa sakit. Prosedur berlangsung < 5 menit. Tips: jadwalkan di tengah siklus menstruasi, kosongkan kandung kemih sebelumnya, dan rileks saat prosedur — ketegangan otot yang membuat lebih tidak nyaman.

Positif HPV artinya pasti kena kanker serviks?

TIDAK. >90% infeksi HPV hilang sendiri dalam 1-2 tahun berkat sistem imun tubuh. Hanya infeksi HPV persisten yang bisa berkembang menjadi pre-kanker lalu kanker — proses yang memerlukan 10-20 tahun. Ini mengapa skrining rutin sangat penting: mendeteksi perubahan sel pre-kanker yang bisa diobati tuntas sebelum menjadi kanker invasif.

Referensi Medis

  1. 1. Kemenkes RI - Panduan Kanker Serviks
  2. 2. HOGI - Himpunan Onkologi Ginekologi Indonesia
  3. 3. WHO - Cervical Cancer Fact Sheet
  4. 4. FIGO Staging Cervical Cancer 2018

Disclaimer medis: Informasi di halaman ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Selalu konsultasikan kondisi kesehatan Anda dengan tenaga medis berlisensi.