Lewati ke konten
Penyakit Kritis

Apendisitis (Usus Buntu)

Juga dikenal sebagai: radang usus buntu, appendicitis, sakit usus buntu

Peradangan apendiks (umbai cacing) — kondisi darurat medis yang butuh operasi segera. Jika pecah dalam 24-72 jam, risiko peritonitis dan sepsis fatal.

Direview dr. Bambang Setiawan, Sp.BDiperbarui 21 Mei 2026
Pria muda memegangi perut bagian kanan bawah karena nyeri apendisitis

Ringkasan

Apendisitis adalah peradangan apendiks (kantong kecil sekitar 8-10 cm di pertemuan usus halus dan besar) — paling sering karena tersumbat tinja, biji, atau pembengkakan jaringan limfoid. Tanpa operasi cepat, dinding apendiks bisa nekrosis dan pecah dalam 24-72 jam, melepaskan bakteri ke rongga perut (peritonitis) yang fatalitasnya 5-15%. Adalah penyebab #1 operasi perut darurat di seluruh dunia.

Gejala

  • Nyeri perut **mulai dari sekitar pusar**, kemudian pindah ke kanan bawah (titik McBurney) dalam 4-12 jam
  • Nyeri yang konstan dan semakin parah, bukan kolik
  • Mual dan muntah (biasanya setelah nyeri mulai, bukan sebelum)
  • Hilang nafsu makan
  • Demam ringan (37.5-38.5°C); demam tinggi tanda apendiks sudah pecah
  • Konstipasi atau diare ringan
  • Perut menggembung
  • Nyeri saat batuk, bersin, atau jalan

Penyebab

  • Penyumbatan lumen apendiks oleh fekalith (tinja keras kecil)
  • Hiperplasia jaringan limfoid (sering pada anak setelah infeksi virus)
  • Parasit (cacing) - jarang tapi terjadi di Indonesia
  • Tumor jinak atau ganas (jarang)
  • Penyempitan karena fibrosis post-infeksi

Faktor Risiko

  • Usia 10-30 tahun (paling sering)
  • Pria sedikit lebih sering daripada wanita
  • Riwayat keluarga apendisitis
  • Diet rendah serat (kontroversial)
  • Infeksi saluran napas baru-baru ini (terutama pada anak)

Kapan Harus ke Dokter?

  • **Nyeri perut kanan bawah yang konstan > 4 jam**
  • Nyeri yang dimulai di tengah lalu pindah ke kanan bawah
  • Nyeri + demam + mual/muntah
  • Nyeri tidak hilang dengan istirahat atau perubahan posisi
  • **GO TO ER segera jika**: nyeri tiba-tiba menjadi sangat hebat lalu mereda (kemungkinan pecah!) + demam tinggi + perut keras

Pengobatan

  • **Operasi standar: apendektomi** (pengangkatan apendiks)
  • Laparoskopi (3 sayatan kecil) - recovery 1-2 minggu, paling sering pilihan
  • Operasi terbuka - kalau sudah pecah atau ada komplikasi
  • Antibiotik IV pra-operasi (cefoperazone + metronidazol biasanya)
  • Antibiotik 7-10 hari pasca-operasi kalau ada peritonitis
  • Pendekatan "antibiotik saja" (no surgery) - controversial, hanya untuk kasus tertentu non-komplikasi, risiko kambuh 30%
  • Drainase abses kalau sudah pecah dan terbentuk abses

Pencegahan

  • TIDAK ADA pencegahan yang terbukti efektif
  • Diet tinggi serat (sayur, buah) mungkin sedikit menurunkan risiko
  • Mengenali gejala awal = pencegahan komplikasi
  • Jangan tunda ke IGD kalau gejala khas muncul

Estimasi Biaya

Operasi laparoskopi: Rp 15-40 juta (RS swasta). Operasi terbuka: Rp 10-25 juta. BPJS cover 100% kalau lewat alur darurat (IGD). Tanpa BPJS plus rawat 3-7 hari: Rp 25-80 juta.

💡 Strategi finansial untuk biaya pengobatan jangka panjang? Cek panduan dana darurat kesehatan di panduankeuangan.id

Proteksi Kesehatan

Lindungi Keluarga dari Biaya Rumah Sakit yang Tinggi

Asuransi kesehatan Allianz cashless di 1500+ rumah sakit Indonesia. Konsultasikan kebutuhan keluarga Anda dengan agen tersertifikasi, gratis, tanpa kewajiban beli.

✓ Cashless 1500+ RS✓ Klaim cepat✓ Konsultasi gratis
Konsultasi Gratis

Pertanyaan Umum

Apa bedanya nyeri apendisitis dengan sakit perut biasa?

Apendisitis: nyeri konstan (bukan hilang-timbul) + pindah dari pusar ke kanan bawah + makin parah dengan waktu + nyeri saat batuk/jalan. Sakit perut biasa: kolik (hilang-timbul), bisa berhubungan makan/buang air, mereda dengan istirahat.

Bisa sembuh tanpa operasi pakai obat?

Pendekatan "antibiotik saja" bisa untuk apendisitis tanpa komplikasi dini, tapi RISIKO KAMBUH 30% dalam 1 tahun, dan kalau kambuh dengan komplikasi (pecah) bisa fatal. Operasi tetap standard of care — definitif satu kali selesai.

Recovery laparoskopi vs terbuka berapa lama?

Laparoskopi: jalan ringan hari 1, kerja kantor minggu 1-2, olahraga minggu 4-6. Terbuka: jalan hari 2-3, kerja minggu 3-4, olahraga 6-8 minggu. Hindari mengangkat berat >5 kg selama 4-6 minggu.

Referensi Medis

  1. 1. WSES Guidelines for Acute Appendicitis 2020
  2. 2. IKABI - Pedoman Bedah Indonesia

Disclaimer medis: Informasi di halaman ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Selalu konsultasikan kondisi kesehatan Anda dengan tenaga medis berlisensi.