Lewati ke konten
Penyakit Umum

Cacar Air (Varicella)

Juga dikenal sebagai: varicella, chickenpox, cacar air, cangkrang

Infeksi virus yang menimbulkan lenting berisi cairan dan gatal di seluruh tubuh. Sangat menular, umumnya menyerang anak, dan sebagian besar sembuh sendiri.

Disusun Tim Redaksi SehatkuDiperbarui 4 Juni 2026
Anak dengan ruam cacar air sedang beristirahat

Ringkasan

Cacar air (varicella) adalah infeksi virus varicella-zoster (VZV) yang sangat menular. Cirinya adalah lenting kecil berisi cairan yang gatal, muncul bergelombang di seluruh tubuh. Penyakit ini umumnya menyerang anak dan sembuh sendiri dalam 1-2 minggu. Setelah sembuh, virus tidak benar-benar hilang — ia "tidur" di saraf dan suatu saat bisa muncul kembali sebagai herpes zoster (cacar ular) di kemudian hari.

Gejala

  • Demam ringan, lemas, dan tidak enak badan sebelum ruam muncul
  • Ruam merah yang berubah menjadi lenting berisi cairan (vesikel) yang gatal
  • Lenting muncul bergelombang, sehingga ada berbagai tahap (merah, lenting, koreng) bersamaan
  • Menyebar dari badan ke wajah, kepala, dan anggota gerak
  • Lenting akhirnya mengering menjadi keropeng

Penyebab

  • Virus varicella-zoster (VZV)
  • Menular lewat percikan batuk/bersin dan kontak dengan cairan lenting
  • Sangat menular sejak 1-2 hari sebelum ruam hingga semua lenting mengering

Faktor Risiko

  • Belum pernah cacar air dan belum divaksin
  • Kontak erat dengan penderita (rumah, sekolah)
  • Anak-anak dan lingkungan padat
  • Daya tahan tubuh lemah

Kapan Harus ke Dokter?

  • Lenting bernanah, makin merah, atau nyeri (tanda infeksi bakteri)
  • Demam tinggi yang menetap atau makin berat
  • Sesak napas, sangat lemas, atau kejang
  • Terjadi pada bayi, ibu hamil, dewasa, atau yang daya tahannya lemah (risiko lebih berat)
  • Lenting muncul di dekat mata

Pengobatan

  • Istirahat cukup dan banyak minum — penanganan utama
  • Parasetamol untuk demam — hindari aspirin pada anak (risiko sindrom Reye)
  • Losion/bedak antigatal dan antihistamin untuk meredakan gatal
  • Jaga kuku tetap pendek dan kebersihan kulit agar lenting tidak terinfeksi dan tidak meninggalkan bekas
  • Obat antivirus (acyclovir) dipertimbangkan untuk remaja, dewasa, ibu hamil, atau yang berisiko berat

Pencegahan

  • Vaksin varicella — pencegahan paling efektif
  • Isolasi penderita di rumah sampai semua lenting mengering
  • Cuci tangan dan etika batuk/bersin
  • Hindari kontak penderita dengan ibu hamil dan orang berdaya tahan lemah

Estimasi Biaya

Obat pereda gejala: Rp 20-80rb. Konsultasi dokter: Rp 50-200rb. Vaksin varicella: Rp 350-800rb per dosis.

💡 Strategi finansial untuk biaya pengobatan jangka panjang? Cek panduan dana darurat kesehatan di panduankeuangan.id

Pertanyaan Umum

Apakah cacar air bisa kena dua kali?

Umumnya sekali kena cacar air memberi kekebalan seumur hidup, sehingga jarang terkena dua kali. Namun virusnya tetap menetap di tubuh dan bisa muncul lagi di kemudian hari sebagai herpes zoster (cacar ular), bukan cacar air kembali.

Bolehkah lenting cacar air dipecahkan?

Sebaiknya tidak. Memecah atau menggaruk lenting meningkatkan risiko infeksi bakteri dan bekas luka. Jaga kuku tetap pendek, gunakan losion antigatal, dan biarkan lenting mengering sendiri.

Kapan penderita cacar air boleh kembali beraktivitas?

Penderita masih menular sampai semua lenting mengering menjadi keropeng, umumnya sekitar 5-7 hari setelah ruam pertama. Sebaiknya isolasi di rumah hingga tahap itu untuk mencegah penularan.

Referensi Medis

  1. 1. Kemenkes - Imunisasi
  2. 2. IDAI - Ikatan Dokter Anak Indonesia
  3. 3. CDC - Chickenpox (Varicella)

Disclaimer medis: Informasi di halaman ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Selalu konsultasikan kondisi kesehatan Anda dengan tenaga medis berlisensi.