Lewati ke konten
Penyakit Kronis

Diabetes Gestasional (Kencing Manis saat Hamil)

Juga dikenal sebagai: diabetes gestasional, diabetes kehamilan, kencing manis saat hamil, GDM

Kadar **gula darah tinggi yang pertama kali muncul saat hamil**. Sering **tanpa gejala**, ditemukan lewat skrining, dan umumnya bisa dikendalikan dengan pola makan, aktivitas, dan bila perlu **insulin**.

Disusun Tim Redaksi SehatkuDiperbarui 15 Juni 2026
Ibu hamil memeriksa kadar gula darah
Sehatku.id

Ringkasan

Diabetes gestasional adalah kadar gula darah tinggi yang pertama kali muncul atau terdeteksi saat kehamilan. Kondisi ini terjadi karena hormon kehamilan membuat tubuh kurang responsif terhadap insulin, sehingga gula darah cenderung naik. Kabar baiknya, ini bukan salah Ibu dan bukan berarti Ibu akan menyandang diabetes selamanya — sebagian besar membaik setelah melahirkan. Karena sering tidak menimbulkan gejala yang jelas, kondisi ini biasanya ditemukan lewat skrining tes toleransi glukosa (TTGO) sekitar usia kehamilan 24–28 minggu. Bila dikenali dan dikendalikan sejak dini, sebagian besar Ibu tetap dapat menjalani kehamilan yang sehat dan melahirkan bayi yang sehat.

Gejala

  • Sering tanpa gejala jelas — itulah mengapa skrining penting meski Ibu merasa sehat
  • Bila muncul, dapat berupa sering haus, sering buang air kecil, atau lebih cepat lelah (tidak spesifik dan mudah tertukar dengan keluhan hamil biasa)
  • Ditemukan terutama lewat pemeriksaan gula darah / tes toleransi glukosa (TTGO), bukan dari keluhan

Penyebab

  • Hormon kehamilan (dari plasenta) yang membuat tubuh kurang responsif terhadap insulin (resistensi insulin)
  • Produksi insulin tubuh tidak cukup untuk mengimbangi kebutuhan yang meningkat selama hamil
  • Bukan disebabkan oleh Ibu “terlalu banyak makan manis” semata — ini proses metabolik yang wajar dipicu kehamilan

Faktor Risiko

  • Kelebihan berat badan sebelum atau saat hamil
  • Riwayat keluarga diabetes
  • Usia ibu yang lebih tua
  • Riwayat melahirkan bayi besar (makrosomia) pada kehamilan sebelumnya
  • Riwayat diabetes gestasional pada kehamilan sebelumnya

Kapan Harus ke Dokter?

  • Perdarahan dari jalan lahir saat hamil → SEGERA ke IGD / hubungi 119
  • Nyeri perut hebat satu sisi disertai pusing atau pingsan (curiga kehamilan ektopik pecah) → SEGERA ke IGD / 119
  • Sakit kepala hebat + pandangan kabur + bengkak mendadak (curiga preeklampsia berat) → SEGERA ke IGD / 119
  • Tidak bisa menahan cairan sama sekali atau tanda dehidrasi berat → SEGERA ke IGD / 119
  • Gerak janin berkurang drastis atau tidak terasa → SEGERA ke IGD / 119
  • Gula darah sulit dikendalikan meski sudah mengatur pola makan, atau hasil pemantauan mandiri terus tinggi → hubungi dokter/bidan untuk penyesuaian penanganan

Pengobatan

  • Pengaturan pola makan seimbang (porsi terbagi, batasi gula sederhana) sesuai anjuran dokter/ahli gizi
  • Aktivitas fisik ringan yang aman untuk kehamilan, misalnya jalan kaki, sesuai anjuran tenaga kesehatan
  • Pemantauan gula darah mandiri untuk menilai apakah target tercapai
  • Bila belum terkontrol, INSULINaman untuk kehamilan dan diberikan atas anjuran dan pengawasan dokter (kadang metformin); jangan menyesuaikan sendiri tanpa arahan tenaga kesehatan
  • Pemantauan pertumbuhan dan kesejahteraan janin secara berkala oleh dokter/bidan
  • Umumnya membaik setelah melahirkan, tetapi Ibu perlu pemeriksaan gula darah ulang setelah persalinan karena tetap berisiko diabetes di masa depan

Pencegahan

  • Menjaga berat badan sehat sebelum dan selama hamil sesuai anjuran
  • Pola makan seimbang dan aktivitas fisik teratur yang aman untuk kehamilan
  • Mengikuti pemeriksaan kehamilan (ANC) rutin dan skrining gula darah / TTGO sesuai jadwal, terutama bila memiliki faktor risiko
  • Setelah melahirkan, tetap kontrol gula darah dan jaga gaya hidup sehat untuk menurunkan risiko diabetes tipe 2 pada Ibu (dan anak) di kemudian hari

Estimasi Biaya

Pengaturan pola makan dan aktivitas relatif murah; biaya bertambah bila perlu pemantauan gula darah mandiri, insulin, dan pemeriksaan janin lebih intensif. Banyak layanan ANC dan penanganannya dapat dijamin JKN/BPJS Kesehatan sesuai ketentuan.

💡 Strategi finansial untuk biaya pengobatan jangka panjang? Cek panduan dana darurat kesehatan di panduankeuangan.id

Pertanyaan Umum

Apakah diabetes gestasional berbahaya untuk bayi?

Bila tidak dikendalikan, dapat meningkatkan risiko bayi lahir besar (makrosomia) yang menyulitkan persalinan, gula darah bayi rendah setelah lahir, dan kelahiran prematur. Namun dengan pemantauan dan penanganan yang tepat, sebagian besar Ibu tetap dapat melahirkan bayi yang sehat.

Apakah saya harus memakai insulin?

Tidak selalu. Langkah pertama biasanya pengaturan pola makan dan aktivitas fisik. Bila gula darah belum terkontrol, dokter dapat menganjurkan insulin yang aman untuk kehamilan (kadang metformin). Gunakan hanya atas anjuran dan pengawasan dokter, jangan menentukan atau menyesuaikan dosis sendiri.

Apakah diabetes gestasional hilang setelah melahirkan?

Umumnya membaik setelah melahirkan, tetapi Ibu tetap perlu pemeriksaan gula darah ulang setelah persalinan karena berisiko lebih tinggi mengalami diabetes tipe 2 di kemudian hari. Menjaga gaya hidup sehat membantu menurunkan risiko itu.

Tools kesehatan terkait

Coba kalkulator gratis yang relevan dengan topik ini.

Referensi Medis

  1. 1. Kemenkes RI
  2. 2. POGI
  3. 3. WHO

Disclaimer medis: Informasi di halaman ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Selalu konsultasikan kondisi kesehatan Anda dengan tenaga medis berlisensi.