Lewati ke konten
Penyakit Kritis

Gangguan Makan (Anoreksia & Bulimia)

Juga dikenal sebagai: gangguan makan, eating disorder, anoreksia, bulimia, anorexia nervosa, bulimia nervosa

Gangguan makan adalah **penyakit jiwa yang serius** pada hubungan dengan makanan, berat badan, dan citra tubuh — **bukan gaya hidup, pilihan, atau sekadar cari perhatian**, dan bisa **mengancam nyawa**.

Disusun Tim Redaksi SehatkuDiperbarui 19 Juni 2026
Ilustrasi seseorang yang cemas terhadap makanan dan citra tubuh
Sehatku.id

Ringkasan

Gangguan makan adalah penyakit jiwa yang serius berupa gangguan hubungan dengan makanan, berat badan, dan citra tubuh — bukan gaya hidup, kurangnya kemauan, atau sekadar 'cari perhatian'. Jenis utamanya adalah Anoreksia Nervosa, Bulimia Nervosa, dan Binge Eating. Kondisi ini bisa mengancam nyawa: anoreksia memiliki angka kematian tertinggi di antara gangguan jiwa, dan komplikasi seperti gangguan elektrolit dapat menjadi darurat medis. Kabar baiknya, dengan penanganan tim yang tepat dan dukungan keluarga tanpa menghakimi, pemulihan sangat mungkin — dan semakin cepat ditangani, semakin baik.

Gejala

  • Anoreksia Nervosa: membatasi makan secara ekstrem, sangat takut gemuk, citra tubuh terganggu, dan berat badan sangat rendah
  • Bulimia Nervosa: episode makan banyak lalu berusaha 'mengeluarkan' dengan cara memuntahkan, olahraga berlebihan, atau memakai obat pencahar
  • Binge Eating: makan berlebihan berulang disertai perasaan lepas kendali, sering diikuti rasa bersalah
  • Perhatian yang berlebihan pada berat badan, bentuk tubuh, kalori, atau makanan
  • Menghindari makan bersama orang lain, menyembunyikan kebiasaan makan, atau perubahan berat badan yang mencolok
  • Sering disertai depresi, kecemasan, dan risiko menyakiti diri

Penyebab

  • Tidak ada satu penyebab tunggal — merupakan kombinasi berbagai faktor, bukan kesalahan pengasuhan atau kelemahan pribadi
  • Faktor biologis dan genetik (kecenderungan dalam keluarga, kimiawi otak)
  • Faktor psikologis seperti perfeksionisme, harga diri rendah, cemas, atau trauma
  • Faktor sosial dan budaya seperti tekanan citra tubuh 'ideal', komentar soal tubuh, dan paparan media sosial

Faktor Risiko

  • Remaja dan dewasa muda, meski bisa terjadi pada segala usia dan jenis kelamin
  • Riwayat gangguan makan, depresi, atau kecemasan dalam keluarga
  • Sifat perfeksionis dan harga diri yang rendah
  • Riwayat diet ketat berulang, dibully soal berat badan, atau trauma
  • Tekanan dari olahraga/profesi yang menuntut bentuk atau berat badan tertentu

Kapan Harus ke Dokter?

  • DARURAT MEDIS — segera ke IGD bila muncul sangat lemas, pingsan, jantung berdebar atau tidak teratur, nyeri dada, atau kejang — ini bisa berarti gangguan keseimbangan garam tubuh (elektrolit) akibat muntah/pencahar yang mengancam nyawa
  • Bila muncul pikiran menyakiti diri atau mengakhiri hidup, segera hubungi 119 ext 8 (layanan SEJIWA Kemenkes) atau datang ke IGD terdekat — Anda tidak sendirian
  • Berat badan turun cepat, berhenti haid, sangat lemah, atau pusing berulang
  • Muntah setelah makan, memakai pencahar/obat diet, atau olahraga berlebihan untuk 'menebus' makan
  • Rasa cemas hebat terhadap makanan/tubuh yang mengganggu sekolah, kerja, atau hubungan — konsultasikan ke psikolog/psikiater atau dokter, karena diagnosis dilakukan oleh profesional, bukan dari media sosial

Pengobatan

  • Membutuhkan timdokter, ahli gizi, dan psikolog/psikiater bekerja sama, karena ini kondisi medis sekaligus kejiwaan
  • Pemulihan gizi dan pemantauan medis untuk mengatasi komplikasi fisik (termasuk elektrolit dan jantung)
  • Psikoterapi, terutama CBT (terapi perilaku kognitif), dan bila perlu terapi keluarga
  • Kadang diperlukan obat (misalnya untuk depresi/kecemasan penyerta) sesuai anjuran psikiater
  • Kasus berat mungkin perlu rawat inap untuk stabilisasi medis
  • Dukungan keluarga tanpa menghakimi sangat penting, dan semakin cepat ditangani semakin baik peluang pulih

Pencegahan

  • Membangun hubungan sehat dan positif dengan makanan dan tubuh, tanpa diet ekstrem
  • Menghindari komentar mengejek soal berat/bentuk tubuh, terutama pada anak dan remaja
  • Membatasi paparan konten media sosial yang mempromosikan tubuh 'ideal' yang tidak realistis
  • Menguatkan harga diri dan keterampilan mengelola stres serta emosi
  • Mengenali tanda awal dan mencari bantuan profesional lebih dini, bukan menunggu memburuk

Estimasi Biaya

Bervariasi; penanganan jangka panjang oleh tim (dokter, gizi, psikolog/psikiater) hingga kemungkinan rawat inap membuat biaya bisa besar.

💡 Strategi finansial untuk biaya pengobatan jangka panjang? Cek panduan dana darurat kesehatan di panduankeuangan.id

Proteksi Kesehatan

Lindungi Keluarga dari Biaya Rumah Sakit yang Tinggi

Asuransi kesehatan Allianz dengan sistem cashless di rumah sakit rekanan Allianz. Konsultasikan kebutuhan keluarga Anda dengan agen tersertifikasi, gratis, tanpa kewajiban beli.

✓ Cashless di RS rekanan✓ Klaim cepat✓ Konsultasi gratis
Konsultasi Gratis

Pertanyaan Umum

Apakah gangguan makan itu sekadar ingin kurus atau cari perhatian?

Bukan. Gangguan makan adalah penyakit jiwa yang serius dan nyata, bukan pilihan, gaya hidup, kelemahan, atau cari perhatian. Ia butuh penanganan medis dan psikologis, bukan penghakiman.

Kapan gangguan makan menjadi darurat yang harus ke IGD?

Segera ke IGD bila ada sangat lemas, pingsan, jantung berdebar/tidak teratur, nyeri dada, atau kejang — tanda gangguan elektrolit yang bisa mengancam nyawa. Bila muncul pikiran mengakhiri hidup, hubungi 119 ext 8 (SEJIWA) atau ke IGD.

Apakah gangguan makan bisa sembuh?

Bisa. Dengan tim (dokter, ahli gizi, psikolog/psikiater), pemulihan gizi, psikoterapi seperti CBT, dan dukungan keluarga tanpa menghakimi, pemulihan sangat mungkin. Semakin cepat ditangani, semakin baik.

Referensi Medis

  1. 1. Kemenkes RI
  2. 2. Sehat Jiwa Kemenkes
  3. 3. WHO

Disclaimer medis: Informasi di halaman ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Selalu konsultasikan kondisi kesehatan Anda dengan tenaga medis berlisensi.