Lewati ke konten
Penyakit Kronis

Gangguan Pendengaran (Tuli)

Juga dikenal sebagai: gangguan pendengaran, tuli, hearing loss, kurang dengar, budek

Berkurangnya kemampuan mendengar, dari ringan sampai berat. Ada yang **bisa diperbaiki** (konduktif), ada yang **menetap** (sensorineural). **TULI MENDADAK = KEDARURATAN THT, idealnya ditangani dalam 72 jam**.

Disusun Tim Redaksi SehatkuDiperbarui 21 Juni 2026
Ilustrasi pemeriksaan pendengaran dengan alat bantu dengar
Sehatku.id

Ringkasan

Gangguan pendengaran adalah berkurangnya kemampuan mendengar, mulai dari yang ringan (hanya sulit menangkap bisikan atau percakapan di tempat ramai) sampai berat. Secara garis besar ada tiga jenis: konduktif, yaitu ada hambatan di telinga luar atau telinga tengah seperti serumen menyumbat, cairan di telinga tengah, gendang telinga berlubang, atau gangguan tulang pendengaran — jenis ini sering bisa diperbaiki; sensorineural, yaitu kerusakan rumah siput (koklea) atau saraf pendengaran akibat penuaan (presbikusis), paparan bising, obat ototoksik, infeksi, penyakit Ménière, atau faktor genetik — jenis ini umumnya menetap; serta campuran, gabungan keduanya. Kabar baiknya, banyak penyebab yang paling umum bisa dicegah, terutama dengan melindungi telinga dari bising dan berhenti mengorek telinga. Yang perlu Anda ingat sejak sekarang: TULI MENDADAK — tiba-tiba tidak atau kurang mendengar pada satu (kadang dua) telinga — adalah KEDARURATAN THT dan harus ditangani sesegera mungkin, idealnya dalam 72 jam pertama, karena pengobatannya jauh lebih efektif bila cepat. Jangan menunggu dengan harapan 'siapa tahu membaik sendiri'.

Gejala

  • Sering minta lawan bicara mengulang, atau merasa orang lain 'bicaranya kurang jelas'
  • Volume TV/HP dinaikkan terus sampai orang rumah mengeluh
  • Sangat sulit menangkap percakapan di tempat ramai (restoran, pasar, kondangan)
  • Telinga berdenging (tinnitus) atau terasa penuh/tersumbat
  • Suara terdengar teredam seperti tertutup kapas — sering pada jenis konduktif (serumen, cairan telinga tengah)
  • Kesulitan mendengar suara nada tinggi (huruf s, f, t) — khas pada presbikusis dan tuli akibat bising
  • Gangguan hanya pada satu telinga, kadang disertai denging atau pusing berputar
  • Pendengaran yang naik-turun (kadang membaik, kadang memburuk) pada satu telinga disertai vertigo berulang, denging, dan telinga terasa penuh — perlu dipikirkan penyakit Ménière
  • Pada bayi/anak: tidak kaget mendengar suara keras, tidak menoleh saat dipanggil, atau terlambat bicara

Penyebab

  • KONDUKTIF — serumen (kotoran telinga) menyumbat liang telinga, sering makin parah karena dikorek cotton bud
  • KONDUKTIF — cairan di telinga tengah (otitis media efusi), sering setelah pilek atau pada anak — ini penyebab gangguan pendengaran yang umum pada anak
  • KONDUKTIF — gendang telinga berlubang (perforasi) akibat infeksi berulang atau trauma
  • KONDUKTIF — gangguan tulang pendengaran (misalnya kaku/rusaknya rangkaian tulang pendengaran)
  • SENSORINEURAL — penuaan (presbikusis), kerusakan bertahap sel rambut rumah siput
  • SENSORINEURAL — PAPARAN BISING, baik bising kerja maupun headphone terlalu keras dan terlalu lama
  • SENSORINEURAL — obat ototoksik (obat tertentu yang dapat merusak telinga dalam; jangan minum obat tanpa anjuran dokter)
  • SENSORINEURAL — penyakit Ménière, gangguan telinga dalam dengan pendengaran naik-turun pada satu telinga disertai vertigo berulang, denging, dan rasa penuh di telinga
  • SENSORINEURAL — infeksi (misalnya infeksi telinga dalam, infeksi virus) dan sebab genetik/bawaan
  • CAMPURAN — gabungan hambatan konduktif dan kerusakan sensorineural pada telinga yang sama

Faktor Risiko

  • Usia lanjut
  • Bekerja atau tinggal di lingkungan bising (pabrik, bengkel, konstruksi, musik keras) tanpa pelindung telinga
  • Kebiasaan headphone/earphone volume tinggi berjam-jam
  • Mengorek telinga dengan cotton bud atau alat lain
  • Infeksi telinga berulang (otitis media) atau riwayat gendang telinga berlubang
  • Riwayat pemakaian obat ototoksik jangka panjang
  • Riwayat gangguan pendengaran dalam keluarga
  • Bayi dengan riwayat lahir bermasalah atau infeksi saat kehamilan — perlu skrining pendengaran dini

Kapan Harus ke Dokter?

  • TULI MENDADAK — tiba-tiba tidak/kurang mendengar (biasanya satu telinga), kadang disertai berdenging atau pusing berputar — ini KEDARURATAN THT. Jangan ditunda: cari pertolongan dokter/IGD SESEGERA MUNGKIN, idealnya dalam 72 jam pertama, karena pengobatan (steroid) makin efektif bila cepat. Jangan menunggu 'siapa tahu membaik sendiri'
  • Bila sudah lewat 72 jam pun, tetap segera periksa — jangan menganggap sudah terlambat lalu batal berobat; penilaian dan terapi tetap perlu dan masih ada peluang perbaikan
  • Vertigo (pusing berputar) disertai gejala saraf — bicara pelo, mulut mencong, lemah separuh badan, penglihatan ganda, atau sakit kepala hebat mendadak → curiga STROKE → SEGERA IGD atau telepon 119
  • Sumbatan/keluhan HANYA di satu sisi hidung disertai mimisan berulang (apalagi bila ada benjolan di leher atau telinga terasa penuh sebelah) — perlu diperiksa (biasanya dengan endoskopi hidung) untuk menyingkirkan tumor, misalnya kanker nasofaring
  • Gangguan pendengaran disertai nyeri telinga hebat, demam, atau keluar cairan/nanah dari telinga
  • Telinga berdenging terus-menerus atau pendengaran turun bertahap sampai mengganggu pekerjaan dan pergaulan
  • Gangguan pendengaran setelah trauma kepala/telinga atau setelah terpapar ledakan/suara sangat keras
  • Bayi/anak tidak bereaksi terhadap suara atau terlambat bicara — segera periksa, karena pendengaran menentukan perkembangan bicara

Pengobatan

  • Pemeriksaan dulu, baru terapi: dokter memeriksa liang telinga dan gendang telinga, lalu audiometri untuk mengukur ketajaman pendengaran. Timpanometri menilai gerakan gendang telinga dan kondisi telinga tengah — pemeriksaan ini tidak mengukur ketajaman dengar, tetapi sering dipasangkan dengan audiometri untuk menentukan jenis konduktif, sensorineural, atau campuran
  • TULI MENDADAK: penanganan darurat — semakin cepat ditangani (idealnya dalam 72 jam), semakin besar peluang pendengaran pulih; terapi umumnya steroid sesuai penilaian dokter
  • Pembersihan serumen oleh tenaga medis bila liang telinga tersumbat — bukan dikorek sendiri
  • Obat tetes pelunak serumen (misalnya karbamid peroksida) melunakkan kotoran telinga yang memadat dengan melepaskan oksigen — rasa berbuih/mendesis itu normal. JANGAN dipakai bila gendang telinga berlubang, telinga nyeri, keluar cairan, atau ada riwayat operasi telinga — pada keadaan itu periksakan ke dokter
  • Mengobati infeksi atau cairan di telinga tengah sesuai penyebabnya; sebagian kasus perlu tindakan kecil oleh dokter THT
  • Perbaikan gendang telinga berlubang atau gangguan tulang pendengaran melalui operasi pada kasus tertentu
  • Alat bantu dengar untuk gangguan yang menetap — sangat membantu komunikasi dan mencegah isolasi sosial
  • Implan koklea untuk tuli berat yang tidak terbantu alat bantu dengar, terutama bila dikerjakan sedini mungkin pada anak
  • Rehabilitasi pendengaran dan terapi wicara, terutama pada anak, agar perkembangan bahasa tetap berjalan
  • Bila ada obat ototoksik, diskusikan dengan dokter — jangan menghentikan atau mengganti obat sendiri

Pencegahan

  • Lindungi telinga dari BISING — ini salah satu langkah pencegahan terpenting, karena tuli akibat bising bersifat menetap tetapi bisa dicegah
  • Pedoman praktis 60/60 untuk headphone: maksimal 60% volume, maksimal 60 menit, lalu istirahatkan telinga
  • Pakai pelindung telinga (earplug/earmuff) di tempat kerja bising, konser, atau saat memakai mesin/gergaji
  • Menjauh dan beri jeda dari sumber suara sangat keras; jangan memakai headphone untuk 'menutupi' suara ramai dengan volume lebih tinggi
  • JANGAN membersihkan atau mengorek telinga dengan cotton bud — justru mendorong serumen makin dalam, bisa melukai gendang telinga; telinga membersihkan diri sendiri, cukup lap bagian luarnya
  • Jangan pakai semprot dekongestan hidung lebih dari 3-5 hari — pemakaian berlebihan menyebabkan rhinitis medikamentosa (hidung makin mampet dan jadi tergantung obat semprot) yang memperburuk gangguan telinga tengah
  • Obati pilek dan infeksi telinga dengan benar agar tidak berlanjut jadi cairan menetap atau gendang berlubang
  • Jangan minum obat sembarangan; tanyakan risiko ototoksik pada dokter/apoteker
  • Skrining pendengaran dini pada bayi dan pemeriksaan berkala pada pekerja bising serta usia lanjut

Estimasi Biaya

Pembersihan serumen dan pengobatan infeksi relatif terjangkau di puskesmas/klinik. Tes pendengaran (audiometri) biayanya sedang. Alat bantu dengar dan terutama implan koklea membutuhkan biaya besar dan perawatan lanjutan. Penanganan tuli mendadak dan sebagian tindakan THT umumnya dapat dijamin JKN sesuai indikasi dan prosedur rujukan — pastikan datang lewat jalur yang benar dan tepat waktu.

💡 Strategi finansial untuk biaya pengobatan jangka panjang? Cek panduan dana darurat kesehatan di panduankeuangan.id

Pertanyaan Umum

Tiba-tiba satu telinga saya tidak mendengar. Tunggu dulu atau langsung ke dokter?

Langsung ke dokter/IGD, jangan ditunda. Tuli mendadak adalah kedaruratan THT dan idealnya ditangani dalam 72 jam pertama karena pengobatan (steroid) makin efektif bila cepat. Menunggu 'siapa tahu membaik sendiri' berisiko membuat gangguan menetap. Kalau kejadiannya sudah lewat dari 72 jam, tetap periksakan segera — jangan merasa percuma lalu batal berobat, karena penilaian dan terapi tetap diperlukan.

Apakah semua gangguan pendengaran bisa disembuhkan?

Tidak semua. Jenis konduktif (serumen menyumbat, cairan di telinga tengah, gendang berlubang, gangguan tulang pendengaran) sering bisa diperbaiki. Jenis sensorineural (penuaan, bising, obat ototoksik, infeksi, penyakit Ménière, genetik) umumnya menetap, tetapi sangat terbantu dengan alat bantu dengar atau implan koklea pada tuli berat.

Cotton bud kan bikin telinga bersih dan lega, kenapa dilarang?

Rasa 'lega' itu menipu. Cotton bud justru mendorong serumen makin dalam sampai memadat dan menyumbat, serta bisa melukai liang dan gendang telinga. Telinga punya mekanisme membersihkan diri; cukup bersihkan daun telinga bagian luar. Bila terasa tersumbat, minta tenaga medis membersihkannya. Obat tetes pelunak serumen boleh dipakai sesuai aturan, tetapi tidak boleh bila telinga nyeri, keluar cairan, gendang berlubang, atau pernah dioperasi.

Berapa lama boleh pakai headphone supaya telinga aman?

Gunakan pedoman praktis 60/60: maksimal 60% volume, maksimal 60 menit, lalu istirahatkan telinga. Di tempat bising, pakai pelindung telinga, jangan menaikkan volume untuk menutupi kebisingan. Tuli akibat bising bersifat menetap, tetapi bisa dicegah.

Pendengaran turun disertai pusing berputar, apakah berbahaya?

Perlu diperiksa. Yang wajib diwaspadai: vertigo disertai gejala saraf seperti bicara pelo, mulut mencong, lemah separuh badan, penglihatan ganda, atau sakit kepala hebat mendadak → curiga STROKE → segera ke IGD atau telepon 119. Bila pusing berputar disertai pendengaran tiba-tiba turun pada satu telinga, tetap perlakukan sebagai kemungkinan tuli mendadak dan cari pertolongan hari itu juga. Bila serangan vertigo berulang (sekitar 20 menit sampai beberapa jam) disertai pendengaran naik-turun, denging, dan telinga terasa penuh, perlu dipikirkan penyakit Ménière — tetap harus dinilai dokter.

Kapan bayi perlu tes pendengaran?

Sedini mungkin melalui skrining pendengaran bayi, terutama bila ada riwayat keluarga, infeksi saat kehamilan, atau masalah saat lahir. Pendengaran adalah fondasi kemampuan bicara — makin cepat gangguan diketahui dan ditangani, makin baik perkembangan bahasa anak.

Referensi Medis

  1. 1. Kementerian Kesehatan RI
  2. 2. PERHATI-KL (Perhimpunan Dokter Spesialis THT-KL Indonesia)
  3. 3. WHO - Deafness and hearing loss

Disclaimer medis: Informasi di halaman ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Selalu konsultasikan kondisi kesehatan Anda dengan tenaga medis berlisensi.