Lewati ke konten
Penyakit Kritis

Glaukoma

Juga dikenal sebagai: penyakit mata silent thief, tekanan bola mata tinggi

Kerusakan saraf optik progresif, sering tanpa gejala awal. Penyebab #2 kebutaan dunia. "Silent thief of sight" — kalau gak skrining, kehilangan penglihatan terjadi tanpa disadari.

Direview dr. Andi Pratama, Sp.PD, M.KesDiperbarui 23 Mei 2026
Pemeriksaan tekanan bola mata dengan tonometer untuk skrining glaukoma

Ringkasan

Glaukoma adalah kerusakan saraf optik akibat tekanan bola mata tinggi (TIO >21 mmHg) atau gangguan vaskular. Penyakit kronis, tidak reversible — penglihatan yang hilang TIDAK BISA KEMBALI. Deteksi dini = kunci. Skrining dari usia 40+ tahun, lebih awal kalau ada riwayat keluarga.

Gejala

  • Awal: hampir TIDAK ADA GEJALA (itu sebabnya "silent thief")
  • Penglihatan tepi (perifer) menyempit perlahan — "tunnel vision"
  • Sulit beradaptasi dengan cahaya redup
  • Halo (lingkaran cahaya) di sekitar lampu
  • Akut (jarang): nyeri mata hebat, sakit kepala, mual-muntah, mata merah, pandangan kabur → EMERGENCY
  • Lansia: sering disangka "katarak" atau "rabun tua" biasa

Penyebab

  • Tekanan intraokular tinggi (paling utama) — produksi humor aqueous >> drainase
  • Glaukoma sudut terbuka (90% kasus) — drainage saluran perlahan tersumbat
  • Glaukoma sudut tertutup (10%) — anatomi mata sempit, sudut tertutup mendadak
  • Glaukoma sekunder: trauma, kortikosteroid lama, uveitis, neovaskular (diabetes)
  • Genetik: gen MYOC, OPTN

Faktor Risiko

  • Usia ≥40 tahun (risiko naik 5x setelah 60)
  • Riwayat keluarga glaukoma (4-9x risk)
  • Etnis Asia (sudut tertutup) atau Afrika (sudut terbuka)
  • Mata minus tinggi (>-6 D) atau plus tinggi (>+3 D)
  • Diabetes
  • Hipertensi atau hipotensi
  • Kortikosteroid jangka panjang (oral, tetes mata)
  • Trauma mata sebelumnya
  • Apnea tidur

Kapan Harus ke Dokter?

  • Skrining wajib usia 40+: tonometri + funduskopi tiap 2-4 tahun
  • Riwayat keluarga: skrining dari usia 35, tiap 1-2 tahun
  • Mata minus tinggi (>-6): cek tahunan
  • EMERGENCY: nyeri mata mendadak + sakit kepala + mual + pandangan kabur (glaukoma akut sudut tertutup, IGD!)
  • Kabur penglihatan perifer (sering "tahu" baru pas sudah parah)
  • Halo lampu malam hari

Pengobatan

  • Tetes mata penurun TIO: prostaglandin analog (latanoprost, travoprost) — first-line
  • Beta-blocker tetes (timolol) — kontraindikasi pada asma/COPD
  • Carbonic anhydrase inhibitor tetes (dorzolamide)
  • Alpha-agonist tetes (brimonidine)
  • Laser trabeculoplasty (SLT) — efektif untuk sudut terbuka
  • Laser iridotomy — untuk sudut tertutup
  • Operasi trabekulektomi (cipta saluran drainase baru)
  • Glaucoma drainage device (Ahmed, Baerveldt) — kasus refractory
  • Untuk glaukoma akut: tetes mata + manitol IV + iridotomi laser segera

Pencegahan

  • Skrining rutin usia 40+ (TIDAK BISA DICEGAH tapi BISA DIDETEKSI DINI)
  • Kontrol diabetes + hipertensi
  • Hindari kortikosteroid kronik kalau bisa
  • Olahraga moderate (aerobik turunkan TIO sedikit)
  • Hindari posisi kepala di bawah lama (yoga inversi, headstand)
  • Vitamin antioksidan + ginkgo biloba: bukti lemah, ok sebagai adjunct

Estimasi Biaya

Skrining: Rp 200-500rb (puskesmas-RS swasta). Tetes mata bulanan: Rp 50-300rb (generik vs brand). Laser SLT: Rp 5-15 juta/mata. Operasi trabekulektomi: Rp 15-40 juta/mata. BPJS cover semua dengan indikasi via rujukan.

💡 Strategi finansial untuk biaya pengobatan jangka panjang? Cek panduan dana darurat kesehatan di panduankeuangan.id

Proteksi Kesehatan

Lindungi Keluarga dari Biaya Rumah Sakit yang Tinggi

Asuransi kesehatan Allianz cashless di 1500+ rumah sakit Indonesia. Konsultasikan kebutuhan keluarga Anda dengan agen tersertifikasi, gratis, tanpa kewajiban beli.

✓ Cashless 1500+ RS✓ Klaim cepat✓ Konsultasi gratis
Konsultasi Gratis

Pertanyaan Umum

Glaukoma bisa sembuh?

TIDAK BISA "sembuh" — penyakit kronis seperti diabetes. Tapi BISA dikontrol dengan baik kalau ditangani dini. Penglihatan yang HILANG tidak akan kembali — itu sebabnya skrining penting sebelum kerusakan terjadi. Dengan treatment konsisten, 90%+ pasien tetap menjaga fungsi visual cukup untuk aktivitas normal.

BPJS cover operasi glaukoma?

IYA, lengkap. Termasuk konsultasi, tonometri, perimetri, laser SLT, dan operasi trabekulektomi. Tetes mata sebagian dicover (generik). Untuk obat brand premium (Travatan, Xalatan branded), self-pay atau asuransi swasta.

Referensi Medis

  1. 1. PERDAMI - Pedoman Glaukoma Indonesia
  2. 2. EGS - European Glaucoma Society Guidelines

Disclaimer medis: Informasi di halaman ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Selalu konsultasikan kondisi kesehatan Anda dengan tenaga medis berlisensi.