Lewati ke konten
Penyakit Kronis

Hepatitis B Kronik

Juga dikenal sebagai: hbv, hepatitis B

Infeksi virus hepatitis B yang menetap >6 bulan. Bisa berkembang ke sirosis dan kanker hati.

Direview dr. Andi Pratama, Sp.PD, M.KesDiperbarui 15 Mei 2026
Anatomi organ hati untuk edukasi hepatitis B

Ringkasan

Hepatitis B endemik moderate-tinggi di Indonesia. Sebagian besar tidak bergejala selama bertahun-tahun, baru muncul saat sirosis lanjut atau kanker hati 20-30 tahun kemudian. Risiko HCC 100x populasi umum.

Gejala

  • 80% TANPA GEJALA selama bertahun-tahun (silent killer)
  • Lelah persisten
  • Mual, nafsu makan turun
  • Kuning (jaundice) - kulit & mata
  • Urine gelap, tinja pucat
  • Nyeri perut kanan atas
  • BB turun
  • Sirosis lanjut: bengkak perut (asites), pendarahan

Penyebab

  • Penularan vertikal ibu-ke-bayi saat persalinan (utama di Indonesia)
  • Hubungan seksual tidak aman
  • Jarum suntik bersama (NAPZA)
  • Tato/tindik tidak steril
  • Transfusi darah (jarang, sudah ada skrining)
  • Tenaga medis terkena needlestick

Faktor Risiko

  • Ibu HBsAg+ tanpa profilaksis bayi
  • Pasangan/serumah pengidap HBV
  • Tenaga medis
  • Pasien dialisis
  • HIV+
  • Pengguna NAPZA suntik
  • Multiple sexual partners
  • Belum pernah vaksin HBV

Kapan Harus ke Dokter?

  • HBsAg positif pada skrining lab
  • Riwayat keluarga hepatitis B / kanker hati
  • Kuning, urine gelap, nyeri perut kanan atas
  • Hamil dengan HBsAg+ (cegah penularan ke bayi)
  • Pre-operasi atau pre-kemoterapi (cek serologi)

Pengobatan

  • Inactive carrier: monitoring tiap 6 bulan tanpa obat
  • Imun aktif kronik: antivirus tenofovir atau entecavir seumur hidup
  • Pegylated interferon (kursus 48 minggu) untuk kasus tertentu
  • Target: HBV DNA tidak terdeteksi + ALT normal
  • Monitor risiko kanker hati: USG + AFP tiap 6 bulan
  • Vaksin hepatitis A jika belum
  • Stop alkohol total

Pencegahan

  • Vaksin hepatitis B (3 dosis: 0, 1, 6 bulan) - GRATIS bayi
  • HBIG + vaksin dalam 12 jam pada bayi dari ibu HBsAg+
  • Antivirus tenofovir trimester 3 untuk ibu HBV DNA tinggi
  • Hubungan seks aman (kondom)
  • Tidak share sikat gigi, cukur, jarum
  • Tato/tindik di tempat steril
  • Pasangan pengidap HBV harus vaksin

Estimasi Biaya

Tenofovir generik: Rp 200-400rb/bulan. Cek lab tiap 6 bulan: Rp 500rb-1.5 juta. Transplantasi hati: Rp 1-3 miliar.

💡 Strategi finansial untuk biaya pengobatan jangka panjang? Cek panduan dana darurat kesehatan di panduankeuangan.id

Proteksi Kesehatan

Lindungi Keluarga dari Biaya Rumah Sakit yang Tinggi

Asuransi kesehatan Allianz cashless di 1500+ rumah sakit Indonesia. Konsultasikan kebutuhan keluarga Anda dengan agen tersertifikasi, gratis, tanpa kewajiban beli.

✓ Cashless 1500+ RS✓ Klaim cepat✓ Konsultasi gratis
Konsultasi Gratis

Referensi Medis

  1. 1. AASLD Hepatitis B Guidelines
  2. 2. WHO Hepatitis B Fact Sheet

Disclaimer medis: Informasi di halaman ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Selalu konsultasikan kondisi kesehatan Anda dengan tenaga medis berlisensi.