HIV/AIDS
Juga dikenal sebagai: HIV, AIDS
Infeksi virus HIV yang menyerang sistem imun. Dengan ARV modern, bisa hidup normal seumur hidup.
Ringkasan
HIV (Human Immunodeficiency Virus) menyerang sel CD4 sistem imun. Tanpa pengobatan berkembang ke AIDS. Dengan ARV (antiretroviral) modern, ODHA bisa hidup normal, harapan hidup setara non-HIV, dan tidak menularkan ke pasangan jika viral load undetectable (U=U).
Gejala
- Fase akut (2-4 minggu): flu-like (demam, nyeri otot, kelenjar bengkak)
- Fase laten (asimptomatik) - bisa BERTAHUN-TAHUN tanpa gejala
- Gejala lanjut: BB turun, demam berkepanjangan, diare kronis
- Infeksi oportunistik (CD4 <200): TBC, kandidiasis, PCP
- Limfadenopati persisten
- Sarkoma Kaposi (lesi kulit ungu) - stadium AIDS
- Demensia HIV - stadium akhir tanpa terapi
Penyebab
- Hubungan seksual tidak aman dengan ODHA
- Jarum suntik bersama (NAPZA, transfusi tidak aman)
- Vertikal: ibu HIV+ ke bayi (kehamilan/persalinan/menyusui)
- Transfusi darah (sudah skrining, sangat jarang sekarang)
- Tenaga medis: needlestick injury
- Tato/tindik dengan jarum tidak steril
Faktor Risiko
- Multiple sexual partners tanpa kondom
- MSM (men who have sex with men)
- Sex worker
- NAPZA suntik
- Pasangan ODHA tanpa terapi
- Pekerja seks
- Daerah endemik (Papua, Bali, Jakarta)
- Diagnosis IMS lain (sifilis, gonore)
Kapan Harus ke Dokter?
- Setelah seks tidak aman (cek 6-8 minggu kemudian)
- Needlestick injury - butuh PEP dalam 72 jam
- Gejala flu-like persisten + faktor risiko
- Diagnosis IMS lain (cek HIV juga)
- Hamil - skrining HIV WAJIB (cegah penularan ke bayi)
- Tes rutin untuk grup berisiko
Pengobatan
- ARV (antiretroviral) seumur hidup - GRATIS BPJS
- Regimen modern: 1 pil per hari (mis. tenofovir+lamivudine+dolutegravir)
- Target: viral load undetectable (<50 copies/mL) dalam 6 bulan
- U=U: undetectable = untransmittable (tidak menular)
- Monitoring: CD4, viral load tiap 6 bulan
- Profilaksis infeksi oportunistik (cotrimoxazole jika CD4 <200)
- Vaksin: hepatitis B, pneumokokus, influenza, HPV
- Konseling adherence WAJIB
Pencegahan
- Pakai kondom dengan partner non-monogami
- PrEP (pre-exposure prophylaxis) untuk grup berisiko tinggi
- PEP (post-exposure prophylaxis) dalam 72 jam pasca paparan
- Tes HIV rutin (gratis di puskesmas, VCT)
- Skrining pre-marital
- Ibu hamil: skrining HIV + ARV jika positif
- Bayi dari ibu HIV+: profilaksis ARV
- Jangan share jarum/alat tato
- Edukasi seks aman di sekolah
Estimasi Biaya
VCT (tes & konseling): GRATIS di puskesmas/VCT center. ARV: GRATIS BPJS + Kemenkes. Lab monitoring: GRATIS via program nasional. PrEP: Rp 200-400rb/bulan (belum gratis universal).
💡 Strategi finansial untuk biaya pengobatan jangka panjang? Cek panduan dana darurat kesehatan di panduankeuangan.id
Referensi Medis
Disclaimer medis: Informasi di halaman ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Selalu konsultasikan kondisi kesehatan Anda dengan tenaga medis berlisensi.
Penyakit terkait
Abses Gigi (Nanah pada Gigi)
Kantong berisi **nanah akibat infeksi bakteri** pada gigi atau gusi. Antibiotik saja tidak menyembuhkan — sumber infeksi harus ditangani dokter gigi.
Adenomiosis
Kondisi saat **jaringan endometrium tumbuh ke dalam dinding otot rahim**, membuat rahim menebal dan haid sangat **nyeri** serta **banyak**. Keluhan ini nyata dan bisa ditangani.
Alergi Makanan
Reaksi **sistem kekebalan tubuh** yang keliru menganggap makanan tertentu sebagai ancaman. Bisa memicu **anafilaksis** yang mengancam nyawa.