Lewati ke konten
Penyakit Kritis

Insufisiensi Adrenal (Penyakit Addison)

Juga dikenal sebagai: insufisiensi adrenal, penyakit addison, kekurangan hormon adrenal, adrenal insufficiency

Kondisi ketika **kelenjar adrenal kurang menghasilkan kortisol**. Gejala samar dan bertahap, namun **krisis adrenal adalah keadaan GAWAT DARURAT** — segera ke IGD / hubungi 119.

Disusun Tim Redaksi SehatkuDiperbarui 5 Juni 2026
Ilustrasi konsultasi medis dan kelelahan
Sehatku.id

Ringkasan

Insufisiensi adrenal adalah kondisi ketika kelenjar adrenal (anak ginjal) tidak menghasilkan cukup hormon — terutama kortisol (dan kadang aldosteron). Hormon ini penting untuk mengatur tekanan darah, gula darah, dan respons tubuh terhadap stres. Kondisi ini bisa berasal dari gangguan pada kelenjar adrenal itu sendiri (misalnya penyakit Addison yang bersifat autoimun) atau akibat pemakaian obat steroid jangka panjang yang lalu dihentikan secara mendadak — penyebab yang justru sering terjadi karena tubuh berhenti memproduksi kortisolnya sendiri. Gejalanya sering samar dan muncul bertahap sehingga kerap terlambat dikenali, tetapi komplikasi terberatnya, krisis adrenal, adalah keadaan gawat darurat yang mengancam nyawa.

Gejala

  • Kelelahan hebat yang menahun dan terus-menerus, tidak membaik dengan istirahat biasa
  • Lemas, berat badan turun, dan nafsu makan hilang
  • Pusing atau tekanan darah rendah, terutama saat berdiri (kepala terasa ringan)
  • Mual dan terkadang muntah
  • Mengidam makanan asin
  • Pada penyakit Addison dapat muncul warna kulit yang menggelap (terutama di lipatan, bekas luka, dan gusi)
  • ⚠️ Tanda krisis adrenal (GAWAT DARURAT): lemas ekstrem, muntah hebat, nyeri perut/punggung, tekanan darah sangat rendah, hingga penurunan kesadaran

Penyebab

  • Gangguan pada kelenjar adrenal itu sendiri — misalnya penyakit Addison yang bersifat autoimun (sistem imun menyerang kelenjar adrenal)
  • Pemakaian obat steroid jangka panjang yang lalu dihentikan secara mendadak — tubuh berhenti memproduksi kortisolnya sendiri (penyebab yang sering terjadi)
  • Gangguan pada kelenjar di otak (hipofisis) yang memberi sinyal ke adrenal
  • Infeksi atau penyebab lain yang merusak jaringan kelenjar adrenal

Faktor Risiko

  • Penggunaan steroid jangka panjang (misalnya untuk asma, autoimun, atau radang sendi) yang dihentikan tanpa penurunan bertahap
  • Riwayat penyakit autoimun lain
  • Riwayat keluarga dengan penyakit Addison atau gangguan autoimun
  • Kondisi atau operasi yang memengaruhi kelenjar adrenal maupun hipofisis

Kapan Harus ke Dokter?

  • SEGERA ke IGD atau hubungi 119 bila ada tanda krisis adrenal: lemas ekstrem, muntah hebat, nyeri perut/punggung, tekanan darah sangat rendah, atau penurunan kesadaran
  • Periksakan ke dokter bila mengalami kelelahan hebat menahun, berat badan turun tanpa sebab jelas, sering pusing saat berdiri, atau mengidam makanan asin
  • Bila Anda pemakai steroid jangka panjang lalu mengalami sakit, infeksi, atau akan menjalani operasi — segera konsultasikan, karena kebutuhan hormon bisa meningkat
  • Jangan pernah menghentikan atau menyesuaikan dosis steroid sendiri — selalu lakukan atas arahan dokter

Pengobatan

  • Penanganan utama berupa hormon pengganti (misalnya hidrokortison, kadang dengan fludrokortison) yang biasanya diminum seumur hidup, sesuai resep dan pemantauan dokter
  • Dosis dinaikkan saat sakit, demam, atau stres berat (“sick day rules”) sesuai arahan dokter agar tidak jatuh ke krisis adrenal
  • Pasien dianjurkan membawa identitas/kartu pengguna steroid agar petugas medis tahu kondisi ini saat darurat
  • Krisis adrenal ditangani sebagai kegawatdaruratan di IGD dengan pemberian hormon dan cairan segera
  • PENTING: jangan pernah menghentikan steroid jangka panjang secara mendadak — turunkan bertahap hanya atas arahan dokter

Pencegahan

  • Jangan menghentikan obat steroid jangka panjang secara mendadak; penurunan dosis harus bertahap dan diawasi dokter
  • Bagi pasien yang sudah terdiagnosis: patuh minum hormon pengganti dan pahami kapan dosis perlu dinaikkan saat sakit atau stres
  • Selalu bawa identitas/kartu pengguna steroid dan beri tahu petugas medis saat keadaan darurat
  • Kenali tanda awal krisis adrenal dan miliki rencana tindakan darurat bersama dokter

Estimasi Biaya

Hormon pengganti umumnya tergolong terjangkau dan tersedia, namun butuh pengobatan jangka panjang serta kontrol rutin; penanganan krisis adrenal di IGD bisa jauh lebih mahal. Konsultasikan opsi pembiayaan, termasuk JKN/BPJS Kesehatan.

💡 Strategi finansial untuk biaya pengobatan jangka panjang? Cek panduan dana darurat kesehatan di panduankeuangan.id

Proteksi Kesehatan

Lindungi Keluarga dari Biaya Rumah Sakit yang Tinggi

Asuransi kesehatan Allianz dengan sistem cashless di rumah sakit rekanan Allianz. Konsultasikan kebutuhan keluarga Anda dengan agen tersertifikasi, gratis, tanpa kewajiban beli.

✓ Cashless di RS rekanan✓ Klaim cepat✓ Konsultasi gratis
Konsultasi Gratis

Pertanyaan Umum

Apakah insufisiensi adrenal bisa sembuh total?

Pada banyak kasus, terutama penyakit Addison, dibutuhkan hormon pengganti seumur hidup. Dengan pengobatan yang tepat dan kontrol rutin, banyak pasien dapat menjalani hidup normal. Jangan menghentikan obat tanpa arahan dokter.

Mengapa berhenti minum steroid secara mendadak berbahaya?

Pemakaian steroid jangka panjang membuat tubuh berhenti memproduksi kortisolnya sendiri. Bila dihentikan mendadak, tubuh kekurangan kortisol dan dapat memicu krisis adrenal yang mengancam nyawa. Penurunan dosis harus bertahap atas arahan dokter.

Apa itu krisis adrenal dan kapan harus ke IGD?

Krisis adrenal adalah keadaan gawat darurat dengan lemas ekstrem, muntah, nyeri perut/punggung, tekanan darah sangat rendah, hingga penurunan kesadaran — sering dipicu infeksi, stres, operasi, atau penghentian steroid mendadak. Segera ke IGD atau hubungi 119.

Referensi Medis

  1. 1. Kemenkes RI
  2. 2. P2PTM Kemenkes
  3. 3. WHO

Disclaimer medis: Informasi di halaman ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Selalu konsultasikan kondisi kesehatan Anda dengan tenaga medis berlisensi.