Kanker Paru
Juga dikenal sebagai: kanker paru-paru, lung cancer
Pertumbuhan sel ganas di paru-paru. Penyebab utama kematian akibat kanker di Indonesia.
Ringkasan
Kanker paru adalah penyebab kematian akibat kanker tertinggi di Indonesia. 85% terkait merokok. Skrining dini dengan low-dose CT pada perokok berat 50+ tahun bisa menyelamatkan nyawa, tapi belum rutin di Indonesia.
Gejala
- Batuk persisten >3 minggu
- Batuk darah (hemoptisis)
- Sesak napas yang memburuk
- Nyeri dada (bertambah saat napas/batuk)
- Suara serak persisten
- BB turun tanpa sebab
- Lemas, lelah kronis
- Pneumonia berulang di lokasi sama
- Stadium lanjut: nyeri tulang, kuning (metastasis hati)
Penyebab
- Merokok aktif (85% kasus)
- Perokok pasif (second-hand smoke)
- Paparan radon (gas radioaktif dari tanah)
- Asbes (mesothelioma)
- Polusi udara (PM2.5, terutama Jakarta)
- Paparan kerja: silica, arsenic, kromium
- Genetik (EGFR, ALK mutations)
- Riwayat TBC paru
Faktor Risiko
- Perokok aktif (risk 15-30x non-perokok)
- Lama merokok + jumlah/hari (pack-year)
- Perokok pasif berat
- Usia >50 tahun
- Tinggal di kota polusi tinggi
- Pekerja industri (asbes, silica)
- Riwayat keluarga kanker paru
- Riwayat radiasi dada (untuk kanker lain)
Kapan Harus ke Dokter?
- Batuk persisten >3 minggu (terutama perokok)
- Batuk darah - SEGERA
- Sesak napas baru
- Nyeri dada persisten
- BB turun >5 kg dalam 6 bulan tanpa sebab
- Suara serak >2 minggu
- Skrining: perokok 50-80 tahun dengan 20 pack-year
Pengobatan
- Berhenti merokok WAJIB (apapun stadium)
- Operasi (lobektomi) untuk stadium awal NSCLC
- Radioterapi - kuratif atau paliatif
- Kemoterapi - regimen platinum-based
- Targeted therapy: gefitinib (EGFR+), crizotinib (ALK+)
- Imunoterapi: pembrolizumab, nivolumab - revolusioner
- Paliatif untuk stadium IV: control gejala + perpanjang hidup
- Multidisciplinary team: paru, onkolog, radioterapi, bedah toraks
Pencegahan
- JANGAN MULAI MEROKOK
- Stop merokok (manfaat dari 1 jam pasca stop)
- Hindari rokok pasif total
- Hindari polusi udara
- Vape BUKAN solusi aman - tetap risiko
- Air purifier HEPA di rumah/kantor jika polusi tinggi
- Vaksin pneumokokus + influenza
- Skrining low-dose CT pada high-risk (USA standar, Indonesia mulai)
Estimasi Biaya
Diagnosis (CT + biopsi): Rp 10-30 juta. Operasi + RS: Rp 80-300 juta. Kemoterapi siklus: Rp 30-150 juta. Imunoterapi: Rp 50-200 juta/dosis. Total terapi stadium IV: Rp 500 juta-3 miliar. BPJS sebagian besar ditanggung.
💡 Strategi finansial untuk biaya pengobatan jangka panjang? Cek panduan dana darurat kesehatan di panduankeuangan.id
Lindungi Keluarga dari Biaya Rumah Sakit yang Tinggi
Asuransi kesehatan Allianz cashless di 1500+ rumah sakit Indonesia. Konsultasikan kebutuhan keluarga Anda dengan agen tersertifikasi, gratis, tanpa kewajiban beli.
Referensi Medis
Disclaimer medis: Informasi di halaman ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Selalu konsultasikan kondisi kesehatan Anda dengan tenaga medis berlisensi.
Penyakit terkait
Anemia
Kadar hemoglobin di bawah normal (Hb <12 g/dL wanita, <13 g/dL pria). Anemia defisiensi besi adalah yang paling umum di Indonesia — 26% wanita usia subur dan 50% ibu hamil terdampak.
Apendisitis (Usus Buntu)
Peradangan apendiks (umbai cacing) — kondisi darurat medis yang butuh operasi segera. Jika pecah dalam 24-72 jam, risiko peritonitis dan sepsis fatal.
Asam Urat (Gout)
Kadar asam urat tinggi yang kristalisasi di sendi menyebabkan serangan gout akut.