Lewati ke konten
Penyakit Kritis

Kanker Paru

Juga dikenal sebagai: kanker paru-paru, lung cancer

Pertumbuhan sel ganas di paru-paru. Penyebab utama kematian akibat kanker di Indonesia.

Disusun Tim Redaksi SehatkuDiperbarui 18 Mei 2026
Pemeriksaan paru-paru di RS untuk diagnosis kanker paru
Sehatku.id

Ringkasan

Kanker paru adalah penyebab kematian akibat kanker tertinggi di Indonesia. 85% terkait merokok. Skrining dini dengan low-dose CT pada perokok berat 50+ tahun bisa menyelamatkan nyawa, tapi belum rutin di Indonesia.

Gejala

  • Batuk persisten >3 minggu
  • Batuk darah (hemoptisis)
  • Sesak napas yang memburuk
  • Nyeri dada (bertambah saat napas/batuk)
  • Suara serak persisten
  • BB turun tanpa sebab
  • Lemas, lelah kronis
  • Pneumonia berulang di lokasi sama
  • Stadium lanjut: nyeri tulang, kuning (metastasis hati)

Penyebab

  • Merokok aktif (85% kasus)
  • Perokok pasif (second-hand smoke)
  • Paparan radon (gas radioaktif dari tanah)
  • Asbes (mesothelioma)
  • Polusi udara (PM2.5, terutama Jakarta)
  • Paparan kerja: silica, arsenic, kromium
  • Genetik (EGFR, ALK mutations)
  • Riwayat TBC paru

Faktor Risiko

  • Perokok aktif (risk 15-30x non-perokok)
  • Lama merokok + jumlah/hari (pack-year)
  • Perokok pasif berat
  • Usia >50 tahun
  • Tinggal di kota polusi tinggi
  • Pekerja industri (asbes, silica)
  • Riwayat keluarga kanker paru
  • Riwayat radiasi dada (untuk kanker lain)

Kapan Harus ke Dokter?

  • Batuk persisten >3 minggu (terutama perokok)
  • Batuk darah - SEGERA
  • Sesak napas baru
  • Nyeri dada persisten
  • BB turun >5 kg dalam 6 bulan tanpa sebab
  • Suara serak >2 minggu
  • Skrining: perokok 50-80 tahun dengan 20 pack-year

Pengobatan

  • Berhenti merokok WAJIB (apapun stadium)
  • Operasi (lobektomi) untuk stadium awal NSCLC
  • Radioterapi - kuratif atau paliatif
  • Kemoterapi - regimen platinum-based
  • Targeted therapy: gefitinib (EGFR+), crizotinib (ALK+)
  • Imunoterapi: pembrolizumab, nivolumab - revolusioner
  • Paliatif untuk stadium IV: control gejala + perpanjang hidup
  • Multidisciplinary team: paru, onkolog, radioterapi, bedah toraks

Pencegahan

  • JANGAN MULAI MEROKOK
  • Stop merokok (manfaat dari 1 jam pasca stop)
  • Hindari rokok pasif total
  • Hindari polusi udara
  • Vape BUKAN solusi aman - tetap risiko
  • Air purifier HEPA di rumah/kantor jika polusi tinggi
  • Vaksin pneumokokus + influenza
  • Skrining low-dose CT pada high-risk (USA standar, Indonesia mulai)

Estimasi Biaya

Diagnosis (CT + biopsi): Rp 10-30 juta. Operasi + RS: Rp 80-300 juta. Kemoterapi siklus: Rp 30-150 juta. Imunoterapi: Rp 50-200 juta/dosis. Total terapi stadium IV: Rp 500 juta-3 miliar. BPJS sebagian besar ditanggung.

💡 Strategi finansial untuk biaya pengobatan jangka panjang? Cek panduan dana darurat kesehatan di panduankeuangan.id

Proteksi Kesehatan

Lindungi Keluarga dari Biaya Rumah Sakit yang Tinggi

Asuransi kesehatan Allianz dengan sistem cashless di rumah sakit rekanan Allianz. Konsultasikan kebutuhan keluarga Anda dengan agen tersertifikasi, gratis, tanpa kewajiban beli.

✓ Cashless di RS rekanan✓ Klaim cepat✓ Konsultasi gratis
Konsultasi Gratis

Referensi Medis

  1. 1. WHO Cancer Country Profile Indonesia
  2. 2. PDPI - Pedoman Kanker Paru

Disclaimer medis: Informasi di halaman ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Selalu konsultasikan kondisi kesehatan Anda dengan tenaga medis berlisensi.