Lewati ke konten
Penyakit Kronis

Lupus Eritematosus Sistemik (SLE)

Juga dikenal sebagai: lupus, SLE, penyakit lupus

Penyakit autoimun kronis di mana sistem imun menyerang jaringan tubuh sendiri, mengenai sendi, kulit, ginjal, jantung, dan otak.

Direview dr. Andi Pratama, Sp.PD, M.KesDiperbarui 25 Mei 2026
Ruam butterfly pada wajah penderita lupus SLE

Ringkasan

Lupus Eritematosus Sistemik (SLE) adalah penyakit autoimun multisistem di mana sistem kekebalan tubuh membentuk autoantibodi yang menyerang jaringan sendiri. Perjalanan penyakit fluktuatif (flare dan remisi). Penyebab belum sepenuhnya diketahui, melibatkan kombinasi genetik, hormon, dan lingkungan. Wanita usia produktif 15-45 tahun paling sering terkena (rasio wanita:pria = 9:1).

Gejala

  • Ruam butterfly (malar rash) pada pipi dan hidung
  • Kelelahan ekstrem yang tidak hilang dengan istirahat
  • Nyeri sendi dan pembengkakan (arthralgia/arthritis), terutama tangan dan pergelangan
  • Demam tanpa sebab jelas
  • Fotosensitivitas — kulit merah terbakar setelah paparan matahari
  • Rambut rontok
  • Sariawan berulang di mulut atau hidung
  • Sakit dada saat bernapas dalam (pleuritis)
  • Bengkak kaki dan wajah (nefritis lupus)
  • Fenomena Raynaud (ujung jari pucat/biru di dingin)
  • Anemia, trombositopenia, leukopenia
  • Kejang atau psikosis (lupus serebral — jarang)

Penyebab

  • Autoimun: autoantibodi (ANA, anti-dsDNA, anti-Sm) menyerang jaringan tubuh
  • Genetik: riwayat keluarga meningkatkan risiko 5-13×
  • Hormonal: estrogen diduga memperparah (menjelaskan dominasi wanita)
  • Lingkungan: sinar UV, infeksi (EBV), obat-obatan (drug-induced lupus)
  • Stres fisik/psikologis sebagai pemicu flare

Faktor Risiko

  • Jenis kelamin perempuan (risiko 9× lebih tinggi)
  • Usia 15-45 tahun (usia produktif)
  • Ras: Asia, Afrika-Amerika, Hispanik lebih rentan
  • Riwayat keluarga SLE atau penyakit autoimun lain
  • Paparan sinar UV kronis
  • Infeksi Epstein-Barr Virus (EBV)
  • Obat tertentu: hidralazin, isoniazid, procainamide (drug-induced lupus)

Kapan Harus ke Dokter?

  • Ruam butterfly pada wajah + kelelahan + nyeri sendi bersamaan
  • Rambut rontok masif dengan gejala sistemik lain
  • Bengkak kaki dan wajah mendadak
  • Demam berulang tanpa fokus infeksi jelas
  • Nyeri dada atau sesak napas
  • Gejala neurologis: kejang, psikosis, stroke pada usia muda
  • Hasil lab: ANA positif atau anemia tidak jelas penyebabnya

Pengobatan

  • Hydroxychloroquine (Plaquenil): lini pertama semua pasien SLE — antimalaria yang menstabilkan penyakit dan mengurangi flare
  • NSAID: naproxen, ibuprofen untuk gejala ringan (sendi, demam)
  • Kortikosteroid: prednison/methylprednisolone untuk flare akut — dosis disesuaikan keparahan
  • Imunosupresan: azathioprine, mycophenolate mofetil, cyclophosphamide (untuk keterlibatan ginjal/otak berat)
  • Biologik: belimumab (Benlysta) — sudah tersedia, untuk SLE aktif refrakter
  • Anifrolumab (baru, 2021): anti-interferon I, untuk SLE moderate-severe
  • Perlindungan matahari ketat: tabir surya SPF50+, hindari jam 10-15
  • Nefritis lupus: ACE inhibitor/ARB untuk proteinuria
  • Vitamin D dan kalsium suplementasi (risiko osteoporosis dari steroid)

Pencegahan

  • Tidak dapat dicegah sepenuhnya (autoimun dengan komponen genetik)
  • Hindari paparan sinar matahari langsung, pakai sunscreen SPF50+
  • Kenali dan hindari trigger: stres, infeksi, kelelahan
  • Kontrol rutin setiap 3-6 bulan meski remisi
  • Wanita usia subur: diskusi dengan dokter sebelum hamil (perencanaan kehamilan aman)
  • Vaksinasi lengkap (hati-hati vaksin hidup jika pakai imunosupresan)
  • Tidak merokok

Estimasi Biaya

Konsultasi Sp.PD/Reumatologi: Rp 300-700rb. Hydroxychloroquine: Rp 1-3 juta/bulan. Steroid oral: murah. Biologik (Benlysta): Rp 5-15 juta/bulan. BPJS cover obat dasar dan konsultasi. Rawat inap flare berat: Rp 15-50 juta.

💡 Strategi finansial untuk biaya pengobatan jangka panjang? Cek panduan dana darurat kesehatan di panduankeuangan.id

Proteksi Kesehatan

Lindungi Keluarga dari Biaya Rumah Sakit yang Tinggi

Asuransi kesehatan Allianz cashless di 1500+ rumah sakit Indonesia. Konsultasikan kebutuhan keluarga Anda dengan agen tersertifikasi, gratis, tanpa kewajiban beli.

✓ Cashless 1500+ RS✓ Klaim cepat✓ Konsultasi gratis
Konsultasi Gratis

Pertanyaan Umum

Apakah lupus bisa disembuhkan?

Saat ini lupus belum bisa disembuhkan, namun bisa dikontrol dengan baik. Banyak penderita lupus hidup normal dengan pengobatan yang tepat dan gaya hidup sehat. Tujuan pengobatan adalah mencapai remisi (gejala minimal) dan mencegah kerusakan organ.

Apakah lupus bisa hamil?

Ya, banyak wanita lupus berhasil hamil dan melahirkan dengan sehat. Namun kehamilan perlu direncanakan saat lupus dalam remisi minimal 6 bulan dan obat-obatan disesuaikan. Beberapa obat lupus (methotrexate, mycophenolate) TIDAK BOLEH dipakai saat hamil. Konsultasikan dengan Sp.OG yang berpengalaman lupus.

Apa bedanya lupus dan reumatoid artritis?

Keduanya autoimun, tetapi berbeda: Reumatoid artritis (RA) terutama menyerang sendi secara simetris. Lupus (SLE) multisistem — bisa menyerang ginjal, jantung, otak, kulit, selain sendi. Gejala kulit (butterfly rash) dan fotosensitivitas lebih khas lupus. Antibodi penanda juga berbeda (RA: RF, anti-CCP; Lupus: ANA, anti-dsDNA).

Referensi Medis

  1. 1. EULAR - SLE Recommendations 2023
  2. 2. ACR - 2019 SLE Classification Criteria
  3. 3. Yayasan Lupus Indonesia

Disclaimer medis: Informasi di halaman ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Selalu konsultasikan kondisi kesehatan Anda dengan tenaga medis berlisensi.