Lewati ke konten
Penyakit Umum

Konjungtivitis (Mata Merah Menular)

Juga dikenal sebagai: pink eye, mata belekan, mata merah

Peradangan konjungtiva (selaput bening mata) — bisa karena virus, bakteri, atau alergi. Sangat menular kalau viral. Umumnya sembuh sendiri 1-2 minggu.

Direview dr. Andi Pratama, Sp.PD, M.KesDiperbarui 21 Mei 2026
Close-up mata wanita dewasa dengan konjungtiva memerah karena konjungtivitis

Ringkasan

Konjungtivitis adalah peradangan pada konjungtiva — selaput tipis transparan yang melapisi kelopak mata bagian dalam dan permukaan bola mata. 3 penyebab utama: virus (paling umum, sangat menular), bakteri (lebih sering pada anak), dan alergi (musiman). Membedakan ketiganya penting karena pengobatan beda — antibiotik percuma untuk viral dan alergi.

Gejala

  • Mata merah (vasokonstriksi konjungtiva)
  • Belekan / discharge — air bening (viral), kuning-hijau (bakteri), berlendir (alergi)
  • Gatal hebat — terutama pada alergi
  • Rasa berpasir atau benda asing di mata
  • Kelopak mata bengkak
  • Mata berair berlebihan
  • Kelopak mata lengket saat bangun tidur (belek)
  • Sensitif terhadap cahaya (fotofobia ringan)
  • Biasanya satu mata dulu, lalu ke mata lain dalam 1-2 hari (viral/bakteri)

Penyebab

  • **Viral** (paling umum, 80%): adenovirus, herpes simplex - sangat menular
  • **Bakteri** (15%): Staphylococcus aureus, Streptococcus pneumoniae, Haemophilus - sering pada anak
  • **Alergi**: serbuk sari, debu, tungau, bulu hewan, kosmetik - sering bilateral
  • Iritasi: angin, asap, klorin kolam renang, sabun masuk mata
  • Lensa kontak tidak bersih (acanthamoeba - jarang tapi serius)
  • STD: gonore, klamidia (pada bayi baru lahir dari ibu terinfeksi)

Faktor Risiko

  • Kontak dengan orang sakit (anak sekolah, daycare, asrama)
  • Berenang di kolam yang tidak terawat
  • Lensa kontak (terutama jenis extended-wear)
  • Alergi musiman (rinitis alergi)
  • Mata kering / sindrom Sjogren
  • Imunosupresi

Kapan Harus ke Dokter?

  • Mata merah > 5-7 hari tanpa perbaikan
  • Penglihatan kabur
  • Nyeri mata hebat (bukan sekadar gatal)
  • Sensitif cahaya berlebihan
  • Belekan kuning-hijau dengan jumlah banyak (kemungkinan bakteri perlu antibiotik)
  • Bayi baru lahir dengan mata merah/bengkak — SEGERA ke dokter (gonore atau klamidia)
  • Pakai lensa kontak + mata merah > 24 jam — lepas + ke dokter
  • Demam tinggi + ruam + mata merah (kemungkinan campak, kawasaki)

Pengobatan

  • **Viral**: hampir selalu self-limiting dalam 1-2 minggu. Kompres dingin + lubrikan air mata buatan. Antibiotik TIDAK perlu.
  • **Bakteri**: tetes mata antibiotik (chloramphenicol, levofloxacin, tobramycin) 4-6x/hari 5-7 hari
  • **Alergi**: tetes mata antihistamin (olopatadine) + antihistamin oral kalau perlu
  • Kompres dingin 4-6x sehari (kompres hangat hanya kalau belek tebal)
  • Bersihkan belek dengan kapas + air hangat (gerakan dari dalam ke luar)
  • Buang dan ganti kosmetik mata (mascara, eyeliner)
  • Lepas lensa kontak total selama sakit
  • Tetes mata steroid hanya dengan resep dokter mata (bisa memperparah viral)

Pencegahan

  • Cuci tangan rutin terutama setelah sentuh mata
  • Jangan berbagi handuk, bantal, kosmetik mata
  • Ganti sarung bantal kalau ada anggota keluarga sakit
  • Kacamata renang di kolam yang ramai
  • Lensa kontak: cuci tangan + bersihkan lensa harian + ganti sesuai jadwal
  • Hindari mengucek mata
  • Tinggal di rumah 3-7 hari kalau viral konjungtivitis (sekolah/kerja)
  • Untuk alergi: hindari pemicu, AC dengan filter, vacuum HEPA

Estimasi Biaya

Konsultasi dokter umum: Rp 50-200 ribu. Dokter mata: Rp 250-600 ribu. Tetes mata antibiotik: Rp 30-150 ribu. Lubrikan: Rp 25-80 ribu. Total 1 episode: Rp 100-800 ribu. BPJS cover kalau lewat Faskes 1.

💡 Strategi finansial untuk biaya pengobatan jangka panjang? Cek panduan dana darurat kesehatan di panduankeuangan.id

Pertanyaan Umum

Konjungtivitis menular berapa lama?

Viral menular SELAMA mata masih merah dan berair (biasanya 7-14 hari). Bakteri menular sampai 24 jam setelah mulai antibiotik. Alergi TIDAK menular sama sekali. Saat menular, hindari berbagi handuk + cuci tangan rutin.

Tetes mata antibiotik OTC (tanpa resep) boleh?

BOLEH untuk kasus bakteri klasik (belek kuning-hijau banyak, satu mata). Tapi kalau viral atau alergi, antibiotik percuma + bisa picu resistensi. Lebih baik konsultasi 5 menit ke dokter daripada beli random.

Anak saya kena, semua keluarga harus diobati?

TIDAK semua kalau belum ada gejala. Tapi pisahkan handuk, bantal, sabun. Wajib cuci tangan setelah sentuh anak yang sakit. Yang sudah punya gejala (mata merah) baru diobati sesuai jenisnya.

Referensi Medis

  1. 1. AAO - Conjunctivitis Preferred Practice Pattern
  2. 2. PERDAMI - Pedoman Mata Indonesia

Disclaimer medis: Informasi di halaman ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Selalu konsultasikan kondisi kesehatan Anda dengan tenaga medis berlisensi.