Lewati ke konten
Penyakit Umum

Mastitis (Radang Payudara saat Menyusui)

Juga dikenal sebagai: mastitis, radang payudara, infeksi payudara

Peradangan jaringan payudara yang **paling sering pada ibu menyusui**, akibat **saluran ASI tersumbat dan/atau infeksi bakteri**. Umumnya tetap dianjurkan **terus menyusui**.

Disusun Tim Redaksi SehatkuDiperbarui 5 Juni 2026
Ibu menyusui bayinya

Ringkasan

Mastitis adalah peradangan pada jaringan payudara yang paling sering dialami ibu menyusui (disebut mastitis laktasi). Penyebabnya umumnya saluran ASI yang tersumbat dan/atau infeksi bakteri, sering dipicu ASI yang tidak lancar keluar, pelekatan saat menyusui yang kurang tepat, atau jadwal menyusui yang terlewat. Kondisi ini terasa tidak nyaman, namun penting diketahui bahwa ibu umumnya tetap dianjurkan terus menyusui atau memerah ASI dari sisi yang sakit karena ASI tetap aman bagi bayi dan mengosongkan payudara justru membantu pemulihan. Dengan perawatan yang tepat, banyak kasus membaik dalam beberapa hari; bila tidak membaik atau memberat, perlu pemeriksaan dokter karena bisa berkembang menjadi abses (benjolan bernanah).

Gejala

  • Payudara terasa nyeri, merah, bengkak, serta teraba hangat dan keras di satu area
  • Sering disertai demam dan badan terasa seperti flu atau menggigil
  • Rasa lelah dan tidak enak badan secara umum
  • Kadang ASI dari sisi yang sakit terasa lebih sulit keluar

Penyebab

  • Saluran ASI tersumbat sehingga ASI menumpuk dan menimbulkan peradangan
  • Infeksi bakteri (sering masuk lewat puting yang lecet/luka)
  • ASI tidak lancar keluar karena pelekatan menyusui kurang tepat
  • Jadwal menyusui terlewat atau payudara jarang dikosongkan

Faktor Risiko

  • Sedang dalam masa menyusui (terutama minggu-minggu awal)
  • Puting lecet atau luka
  • Pelekatan bayi saat menyusui kurang tepat
  • Menyusui atau memerah tidak teratur, atau menyapih terlalu cepat
  • Pernah mengalami mastitis sebelumnya
  • Lebih jarang, dapat terjadi pula pada perempuan yang tidak menyusui

Kapan Harus ke Dokter?

  • Demam tinggi atau gejala makin parah
  • Tidak membaik dalam sekitar 24 jam meski sudah dirawat di rumah
  • Muncul benjolan bernanah (abses) yang mungkin perlu dikeluarkan oleh dokter
  • Puting mengeluarkan nanah, atau payudara sangat merah dan mengilap
  • Merasa sangat lemas atau khawatir dengan kondisi yang dialami

Pengobatan

  • Sering menyusui atau memerah ASI, termasuk dari sisi yang sakit, untuk membantu mengosongkan payudara
  • Kompres hangat sebelum menyusui untuk melancarkan aliran, dan kompres dingin setelahnya untuk mengurangi nyeri/bengkak
  • Istirahat cukup dan banyak minum
  • Perbaiki pelekatan dan posisi menyusui (bisa dibantu konselor laktasi)
  • Pereda nyeri/demam seperti parasetamol sesuai anjuran
  • Antibiotik bila ada infeksi atau tidak membaik dalam ~24 jam, atas resep dokter dan dihabiskan sesuai anjuran
  • Bila terbentuk abses, mungkin perlu tindakan pengeluaran nanah oleh dokter

Pencegahan

  • Pastikan pelekatan dan posisi menyusui tepat
  • Menyusui atau memerah secara teratur agar payudara tidak terlalu penuh
  • Hindari menunda atau melewatkan jadwal menyusui
  • Rawat puting agar tidak lecet; tangani luka puting sejak dini
  • Kosongkan payudara secara bergantian dan kenali tanda saluran tersumbat sejak awal
  • Jangan ragu meminta bantuan konselor laktasi bila menyusui terasa sulit

Estimasi Biaya

Perawatan rumah dan pereda demam relatif murah; biaya bertambah bila perlu konsultasi dokter, antibiotik, atau tindakan pada abses.

💡 Strategi finansial untuk biaya pengobatan jangka panjang? Cek panduan dana darurat kesehatan di panduankeuangan.id

Pertanyaan Umum

Apakah saya harus berhenti menyusui saat mastitis?

Tidak. Ibu umumnya tetap dianjurkan terus menyusui atau memerah ASI, termasuk dari sisi yang sakit. ASI tetap aman bagi bayi dan mengosongkan payudara membantu penyembuhan.

Kapan mastitis butuh antibiotik?

Bila ada tanda infeksi atau tidak membaik dalam sekitar 24 jam meski sudah dirawat di rumah. Antibiotik harus atas resep dokter dan dihabiskan sesuai anjuran.

Apakah mastitis bisa jadi sesuatu yang lebih serius?

Sebagian besar membaik dengan perawatan tepat. Namun bila muncul benjolan bernanah (abses) atau gejala memberat, segera periksa ke dokter.

Referensi Medis

  1. 1. Kemenkes
  2. 2. IDAI
  3. 3. WHO

Disclaimer medis: Informasi di halaman ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Selalu konsultasikan kondisi kesehatan Anda dengan tenaga medis berlisensi.