PCOS (Sindrom Polikistik Ovarium)
Juga dikenal sebagai: polycystic ovary syndrome, stein-leventhal
Gangguan hormon paling umum pada wanita usia subur — 10-15% Indonesia. Trio gejala: haid tidak teratur + hiperandrogen (jerawat, hirsutism) + kista ovarium. Risk diabetes + infertilitas.
Ringkasan
PCOS (Polycystic Ovary Syndrome) adalah gangguan endokrin paling umum pada wanita usia subur. Ditandai trio: anovulasi (haid tidak teratur), hiperandrogen (jerawat, bulu wajah), dan kista ovarium pada USG. Resistensi insulin sering jadi underlying cause → risk diabetes Tipe 2 +44%. Sering misdiagnosed atau diabaikan karena gejala "samar".
Gejala
- Haid tidak teratur — siklus >35 hari, kurang dari 8x setahun, atau amenorrhea
- Jerawat persisten (terutama rahang + dagu)
- Hirsutism (bulu kasar di wajah, dada, perut, paha)
- Rambut kepala menipis (androgenic alopecia)
- Berat badan naik, terutama perut (apple-shaped)
- Sulit menurunkan berat badan
- Insulin resistance: acanthosis nigricans (kulit gelap di leher, ketiak)
- Sulit hamil (infertility)
- Mood swings, anxiety, depresi (lebih tinggi dari populasi umum)
Penyebab
- Resistensi insulin (~70% PCOS) — pankreas kompensasi → hiperinsulinemia → ovarium produksi androgen berlebih
- Genetik: 40% kasus ada riwayat keluarga (ibu, saudara perempuan)
- Inflamasi kronis ringan
- Lingkungan: endocrine disruptor (BPA, phthalates)
- Obesitas: tidak menyebabkan tapi memperburuk siklus
Faktor Risiko
- Riwayat keluarga PCOS (ibu/saudara perempuan)
- Obesitas atau BB naik signifikan
- Resistensi insulin / prediabetes
- Sindrom metabolik
- Etnis Asia (lebih tinggi risk vs Kaukasia)
- Pubertas dini
- Diabetes gestasional sebelumnya
Kapan Harus ke Dokter?
- Haid tidak teratur >3 bulan tanpa kehamilan
- Jerawat hormonal persisten + tidak respon ke topikal standar
- Hirsutism mengganggu
- Sulit hamil >12 bulan (>6 bulan kalau usia ≥35)
- BB naik tanpa sebab + acanthosis nigricans di leher
- Riwayat keluarga + ada gejala (skrining dini)
Pengobatan
- Lifestyle: turun BB 5-10% bisa restore ovulasi pada 50% kasus
- Diet: low-glycemic, mediterranean, kurangi karbo refined
- Olahraga: 150 menit/minggu moderate intensity
- Metformin: improve insulin sensitivity + restore siklus
- Pil KB kombinasi: regulasi siklus + kurangi androgen
- Anti-androgen (spironolakton): untuk jerawat + hirsutism
- Inositol (myo-inositol + D-chiro): supplement, evidence-based
- Untuk infertilitas: clomiphene, letrozole, gonadotropin, IVF
- Metabolic surgery: pilihan untuk obesitas berat + PCOS
Pencegahan
- Tidak bisa dicegah primer (genetik)
- Maintain BMI normal: turunkan severity
- Diet rendah gula + olahraga rutin: kurangi insulin resistance
- Skrining dini kalau ada riwayat keluarga + gejala
Estimasi Biaya
Konsultasi obgyn: Rp 250-700rb. USG transvaginal: Rp 400-800rb. Panel hormon (LH, FSH, testosteron, AMH, prolaktin, TSH): Rp 1.5-3 juta. Metformin generik: Rp 50-150rb/bulan. Pil KB: Rp 50-200rb/bulan. Untuk IVF: Rp 60-150 juta/cycle. BPJS cover konsultasi + obat dasar, IVF self-pay.
💡 Strategi finansial untuk biaya pengobatan jangka panjang? Cek panduan dana darurat kesehatan di panduankeuangan.id
Pertanyaan Umum
PCOS bisa sembuh total?
Bukan "sembuh" tapi BISA dikontrol baik. Setelah menopause, gejala alami berkurang (estrogen + androgen turun). Sebelum itu: lifestyle + medikasi seumur hidup. 60-80% wanita PCOS yang turun BB 5-10% mengalami restorasi siklus + perbaikan fertilitas.
PCOS = pasti tidak bisa hamil?
TIDAK. ~70-80% wanita PCOS yang ingin hamil berhasil dengan treatment (lifestyle + clomiphene/letrozole + IVF kalau perlu). Yang penting: konsultasi obgyn fertility, jangan tunda terlalu lama.
Apa beda PCOS vs PCOM (Polycystic Ovary Morphology)?
PCOM = hanya temuan USG ovarium polikistik tanpa gejala klinis. PCOS = PCOM + gejala (haid tidak teratur + hiperandrogen). 20-30% wanita ada PCOM tanpa PCOS — tidak butuh treatment. Diagnosis PCOS butuh 2 dari 3 Rotterdam criteria.
Referensi Medis
Disclaimer medis: Informasi di halaman ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Selalu konsultasikan kondisi kesehatan Anda dengan tenaga medis berlisensi.
Penyakit terkait
Anemia
Kadar hemoglobin di bawah normal (Hb <12 g/dL wanita, <13 g/dL pria). Anemia defisiensi besi adalah yang paling umum di Indonesia — 26% wanita usia subur dan 50% ibu hamil terdampak.
Apendisitis (Usus Buntu)
Peradangan apendiks (umbai cacing) — kondisi darurat medis yang butuh operasi segera. Jika pecah dalam 24-72 jam, risiko peritonitis dan sepsis fatal.
Asam Urat (Gout)
Kadar asam urat tinggi yang kristalisasi di sendi menyebabkan serangan gout akut.