Lewati ke konten
Penyakit Kronis

PCOS (Sindrom Polikistik Ovarium)

Juga dikenal sebagai: polycystic ovary syndrome, stein-leventhal

Gangguan hormon paling umum pada wanita usia subur — 10-15% Indonesia. Trio gejala: haid tidak teratur + hiperandrogen (jerawat, hirsutism) + kista ovarium. Risk diabetes + infertilitas.

Direview dr. Maya Wijaya, Sp.B(K)OnkDiperbarui 23 Mei 2026
Pemeriksaan USG ovarium polikistik untuk diagnosis PCOS

Ringkasan

PCOS (Polycystic Ovary Syndrome) adalah gangguan endokrin paling umum pada wanita usia subur. Ditandai trio: anovulasi (haid tidak teratur), hiperandrogen (jerawat, bulu wajah), dan kista ovarium pada USG. Resistensi insulin sering jadi underlying cause → risk diabetes Tipe 2 +44%. Sering misdiagnosed atau diabaikan karena gejala "samar".

Gejala

  • Haid tidak teratur — siklus >35 hari, kurang dari 8x setahun, atau amenorrhea
  • Jerawat persisten (terutama rahang + dagu)
  • Hirsutism (bulu kasar di wajah, dada, perut, paha)
  • Rambut kepala menipis (androgenic alopecia)
  • Berat badan naik, terutama perut (apple-shaped)
  • Sulit menurunkan berat badan
  • Insulin resistance: acanthosis nigricans (kulit gelap di leher, ketiak)
  • Sulit hamil (infertility)
  • Mood swings, anxiety, depresi (lebih tinggi dari populasi umum)

Penyebab

  • Resistensi insulin (~70% PCOS) — pankreas kompensasi → hiperinsulinemia → ovarium produksi androgen berlebih
  • Genetik: 40% kasus ada riwayat keluarga (ibu, saudara perempuan)
  • Inflamasi kronis ringan
  • Lingkungan: endocrine disruptor (BPA, phthalates)
  • Obesitas: tidak menyebabkan tapi memperburuk siklus

Faktor Risiko

  • Riwayat keluarga PCOS (ibu/saudara perempuan)
  • Obesitas atau BB naik signifikan
  • Resistensi insulin / prediabetes
  • Sindrom metabolik
  • Etnis Asia (lebih tinggi risk vs Kaukasia)
  • Pubertas dini
  • Diabetes gestasional sebelumnya

Kapan Harus ke Dokter?

  • Haid tidak teratur >3 bulan tanpa kehamilan
  • Jerawat hormonal persisten + tidak respon ke topikal standar
  • Hirsutism mengganggu
  • Sulit hamil >12 bulan (>6 bulan kalau usia ≥35)
  • BB naik tanpa sebab + acanthosis nigricans di leher
  • Riwayat keluarga + ada gejala (skrining dini)

Pengobatan

  • Lifestyle: turun BB 5-10% bisa restore ovulasi pada 50% kasus
  • Diet: low-glycemic, mediterranean, kurangi karbo refined
  • Olahraga: 150 menit/minggu moderate intensity
  • Metformin: improve insulin sensitivity + restore siklus
  • Pil KB kombinasi: regulasi siklus + kurangi androgen
  • Anti-androgen (spironolakton): untuk jerawat + hirsutism
  • Inositol (myo-inositol + D-chiro): supplement, evidence-based
  • Untuk infertilitas: clomiphene, letrozole, gonadotropin, IVF
  • Metabolic surgery: pilihan untuk obesitas berat + PCOS

Pencegahan

  • Tidak bisa dicegah primer (genetik)
  • Maintain BMI normal: turunkan severity
  • Diet rendah gula + olahraga rutin: kurangi insulin resistance
  • Skrining dini kalau ada riwayat keluarga + gejala

Estimasi Biaya

Konsultasi obgyn: Rp 250-700rb. USG transvaginal: Rp 400-800rb. Panel hormon (LH, FSH, testosteron, AMH, prolaktin, TSH): Rp 1.5-3 juta. Metformin generik: Rp 50-150rb/bulan. Pil KB: Rp 50-200rb/bulan. Untuk IVF: Rp 60-150 juta/cycle. BPJS cover konsultasi + obat dasar, IVF self-pay.

💡 Strategi finansial untuk biaya pengobatan jangka panjang? Cek panduan dana darurat kesehatan di panduankeuangan.id

Pertanyaan Umum

PCOS bisa sembuh total?

Bukan "sembuh" tapi BISA dikontrol baik. Setelah menopause, gejala alami berkurang (estrogen + androgen turun). Sebelum itu: lifestyle + medikasi seumur hidup. 60-80% wanita PCOS yang turun BB 5-10% mengalami restorasi siklus + perbaikan fertilitas.

PCOS = pasti tidak bisa hamil?

TIDAK. ~70-80% wanita PCOS yang ingin hamil berhasil dengan treatment (lifestyle + clomiphene/letrozole + IVF kalau perlu). Yang penting: konsultasi obgyn fertility, jangan tunda terlalu lama.

Apa beda PCOS vs PCOM (Polycystic Ovary Morphology)?

PCOM = hanya temuan USG ovarium polikistik tanpa gejala klinis. PCOS = PCOM + gejala (haid tidak teratur + hiperandrogen). 20-30% wanita ada PCOM tanpa PCOS — tidak butuh treatment. Diagnosis PCOS butuh 2 dari 3 Rotterdam criteria.

Referensi Medis

  1. 1. POGI - Pedoman PCOS Indonesia
  2. 2. ESHRE/ASRM Rotterdam Criteria + International PCOS Guideline 2023

Disclaimer medis: Informasi di halaman ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Selalu konsultasikan kondisi kesehatan Anda dengan tenaga medis berlisensi.