Lewati ke konten
Penyakit Umum

Demam Tifoid

Juga dikenal sebagai: tipes, typhus, typhoid fever, demam usus

Infeksi sistemik bakteri Salmonella typhi melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi. Khas demam naik bertahap "stepladder" selama 1 minggu. Dapat dicegah dengan vaksin Typhim Vi.

Direview dr. Andi Pratama, Sp.PD, M.KesDiperbarui 26 Mei 2026
Termometer dan obat-obatan untuk pengobatan demam tifoid

Ringkasan

Demam tifoid adalah infeksi sistemik endemik di Indonesia yang disebabkan Salmonella typhi (atau S. paratyphi untuk paratifoid). Bakteri masuk melalui makanan/minuman terkontaminasi feses penderita atau carrier. Demam naik secara bertahap setiap hari ("stepladder pattern") adalah ciri khas. Tanpa antibiotik yang tepat, komplikasi serius seperti perforasi usus bisa terjadi pada minggu ke-3.

Gejala

  • Demam naik bertahap setiap hari selama 1 minggu (38–40°C, tertinggi sore/malam)
  • Sakit kepala persisten dan badan terasa lemas
  • Lidah kotor: putih di tengah, tepi dan ujung berwarna merah
  • Bradikardi relatif: denyut nadi lebih lambat dari yang seharusnya untuk suhu demam tersebut
  • Nyeri perut, terutama di kuadran kanan bawah
  • Konstipasi (lebih umum pada orang dewasa) atau diare (lebih umum pada anak)
  • Mual dan nafsu makan sangat berkurang
  • Rose spots: bintik merah kecil di perut (ditemukan pada 30% kasus)

Penyebab

  • Salmonella typhi — bakteri gram-negatif yang menginfeksi saluran cerna lalu masuk ke aliran darah
  • Makanan atau air yang terkontaminasi feses penderita atau carrier tifoid
  • Makanan jalanan yang tidak disiapkan dengan higienis
  • Air minum yang tidak dimasak atau dari sumber tidak aman
  • Penjamah makanan yang menjadi carrier asimptomatik

Faktor Risiko

  • Tinggal di atau bepergian ke daerah endemik dengan sanitasi buruk
  • Kebiasaan makan di tempat yang tidak menjamin higiene pangan
  • Tidak mencuci tangan sebelum makan dan setelah BAB
  • Belum pernah mendapat vaksin tifoid
  • Sistem imun lemah (HIV, malnutrisi, penggunaan steroid)

Kapan Harus ke Dokter?

  • Demam lebih dari 5 hari yang tidak turun dengan paracetamol
  • Demam disertai nyeri perut hebat (curiga perforasi usus — emergensi)
  • BAB berwarna hitam atau berdarah (perdarahan usus)
  • Lemas berat, tidak bisa minum, atau tampak bingung
  • Riwayat perjalanan atau konsumsi makanan dari daerah endemik

Pengobatan

  • Ceftriaxone IV 50–80 mg/kgBB/hari × 10–14 hari — pilihan utama untuk kasus sedang-berat
  • Cefixime oral 200 mg 2×/hari × 10–14 hari — untuk rawat jalan
  • Azithromycin 500 mg/hari × 7 hari — untuk strain MDR S. typhi
  • Ciprofloxacin 500 mg 2×/hari × 7–14 hari (resistensi meningkat di beberapa daerah)
  • Diet lunak rendah serat selama sakit — hindari makanan berserat tinggi (risiko perforasi)
  • Paracetamol untuk demam — hindari NSAID dan aspirin
  • Rawat inap jika tidak bisa minum, komplikasi, atau tidak respons rawat jalan

Pencegahan

  • Cuci tangan dengan sabun sebelum makan dan setelah buang air
  • Konsumsi makanan yang dimasak matang dan air minum yang sudah dimasak
  • Vaksin tifoid: Typhim Vi (polisakarida, 1 suntikan, tiap 2–3 tahun) atau Vivotif (oral, tiap 5 tahun)
  • Hindari jajanan kaki lima yang tidak menjamin higiene
  • Sanitasi lingkungan: pengelolaan limbah feses yang baik
  • Pencarian dan terapi carrier (pembawa bakteri tanpa gejala) di komunitas

Estimasi Biaya

Rawat jalan + antibiotik oral: Rp 500 ribu–1,5 juta. Rawat inap 5–10 hari: Rp 5–20 juta. Komplikasi perforasi usus (operasi): Rp 30–100 juta. BPJS cover dengan rujukan.

💡 Strategi finansial untuk biaya pengobatan jangka panjang? Cek panduan dana darurat kesehatan di panduankeuangan.id

Pertanyaan Umum

Beda tifoid dengan demam biasa?

Demam tifoid khas dengan pola naik bertahap setiap hari (bukan naik-turun fluktuatif), disertai lidah kotor putih, bradikardi relatif, dan nyeri perut. Demam karena infeksi virus biasanya berlangsung <5 hari dan disertai gejala saluran napas. Diagnosis pasti butuh pemeriksaan laboratorium (Tubex TF, Widal, atau kultur darah).

Setelah sembuh, masih bisa menularkan tifoid?

Ya. Sekitar 3–5% penderita menjadi "carrier kronis" — bakteri S. typhi menetap di kantong empedu dan keluar bersama feses tanpa gejala. Carrier kronis harus diobati tuntas (ampicillin atau ciprofloxacin + kadang kolesistektomi) dan tidak boleh bekerja sebagai penjamah makanan.

Referensi Medis

  1. 1. Kemenkes RI — Pedoman Tatalaksana Demam Tifoid
  2. 2. WHO — Typhoid Vaccines: WHO Position Paper

Disclaimer medis: Informasi di halaman ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Selalu konsultasikan kondisi kesehatan Anda dengan tenaga medis berlisensi.