Flu Singapura (HFMD): Gejala, Penularan, dan Perawatan di Rumah
Penyakit
Flu Singapura (HFMD): Gejala, Penularan, dan Perawatan di Rumah
Flu Singapura atau HFMD sering menyerang anak dan sangat menular. Kenali gejalanya, cara merawat di rumah, dan tanda bahaya yang perlu diwaspadai.
Tim Redaksi Sehatku
Disusun Tim Redaksi Sehatku8 menit baca6 Juni 2026Diperbarui 6 Juni 2026
Penyakit
Flu Singapura (HFMD): Gejala, Penularan, dan Perawatan di Rumah
Sehatku.id
Banyak orang tua panik saat anaknya tiba-tiba demam disertai sariawan di mulut dan bintik-bintik di tangan. Kondisi ini sering disebut flu Singapura. Meski namanya mengandung kata "flu", penyakit ini sebenarnya berbeda dari influenza. Kabar baiknya, sebagian besar kasus ringan dan bisa sembuh dengan perawatan di rumah.
Apa itu flu Singapura?
Flu Singapura adalah nama populer untuk HFMD (Hand, Foot, and Mouth Disease) atau penyakit tangan, kaki, dan mulut. Penyakit ini disebabkan oleh virus, paling sering dari kelompok Coxsackievirus dan Enterovirus.
HFMD paling sering menyerang anak di bawah 5 tahun, tetapi anak yang lebih besar bahkan orang dewasa juga bisa tertular. Penyakit ini umumnya ringan dan sembuh sendiri dalam 7-10 hari. Karena disebabkan virus, antibiotik tidak diperlukan dan tidak akan mempercepat penyembuhan.
Gejala yang perlu dikenali
Gejala biasanya muncul 3-6 hari setelah anak terpapar virus. Tanda khas HFMD adalah kombinasi tiga hal berikut:
Gejala
Bentuknya
Demam
Sering jadi gejala awal, biasanya tidak terlalu tinggi
Sariawan di mulut
Luka atau lenting nyeri di lidah, gusi, bagian dalam pipi
Lenting di tangan dan kaki
Bintik merah atau lenting kecil di telapak tangan, telapak kaki, kadang di bokong
Selain itu anak bisa tampak rewel, nafsu makan turun, dan enggan minum karena mulutnya nyeri. Inilah yang paling perlu diwaspadai, karena bisa menyebabkan kurang cairan.
Bagaimana cara menularnya?
HFMD termasuk penyakit yang sangat menular. Virus menyebar melalui:
Droplet dari batuk atau bersin
Air liur dan kontak langsung, misalnya berbagi alat makan
Cairan dari lenting yang pecah
Tinja anak yang terinfeksi (penting saat mengganti popok)
Benda atau mainan yang terkontaminasi virus
Karena itu HFMD mudah menyebar di tempat berkumpulnya banyak anak seperti tempat penitipan, PAUD, dan taman bermain.
Proteksi Kesehatan
Lindungi Keluarga dari Biaya Rumah Sakit yang Tinggi
Asuransi kesehatan Allianz dengan sistem cashless di rumah sakit rekanan Allianz. Konsultasikan kebutuhan keluarga Anda dengan agen tersertifikasi, gratis, tanpa kewajiban beli.
✓ Cashless di RS rekanan✓ Klaim cepat✓ Konsultasi gratis
Belum ada obat khusus yang membunuh virus HFMD. Perawatannya bersifat suportif, artinya fokus membuat anak nyaman dan mencukupi kebutuhan cairannya sampai virus hilang sendiri. Yang bisa orang tua lakukan:
Pastikan asupan cairan cukup. Beri minum sedikit-sedikit tapi sering. Cairan adalah kunci utama mencegah dehidrasi.
Tawarkan makanan lunak dan dingin. Bubur, yoghurt, puding, atau es krim sering lebih bisa diterima karena menenangkan mulut yang sariawan.
Hindari makanan yang memperparah nyeri, seperti makanan asam, pedas, panas, atau keras.
Beri pereda demam dan nyeri seperti parasetamol sesuai dosis berat badan anak bila ia rewel atau demam. Tanyakan ke apoteker atau dokter bila ragu.
Cukupkan istirahat agar daya tahan tubuh bekerja optimal.
Yang tidak perlu dilakukan: meminta antibiotik, karena HFMD disebabkan virus dan antibiotik tidak berpengaruh pada virus.
Cara mencegah penularan
Karena sangat menular, langkah pencegahan penting untuk melindungi anggota keluarga lain:
Cuci tangan dengan sabun, terutama setelah ke toilet, mengganti popok, dan sebelum makan.
Isolasi anak di rumah selama masih demam dan lentingnya masih basah; sementara waktu jangan dulu masuk sekolah atau penitipan.
Bersihkan dan disinfeksi mainan, gagang pintu, serta permukaan yang sering disentuh.
Jangan berbagi alat makan, gelas, atau handuk.
Kapan harus ke dokter?
Sebagian besar anak membaik sendiri. Namun segera bawa ke dokter atau fasilitas kesehatan bila muncul tanda bahaya berikut:
Tidak mau minum sama sekali atau muncul tanda dehidrasi: kencing jauh berkurang, bibir dan mulut kering, menangis tanpa air mata, mata cekung
Anak tampak sangat lemas, lunglai, atau sulit dibangunkan
Demam tinggi yang menetap atau tak kunjung turun
Kejang
Sesak napas atau napas tampak berat
Tanda-tanda ini berarti anak butuh penilaian tenaga medis, bukan sekadar perawatan di rumah.
Berapa lama anak menular?
Anak paling menular pada minggu pertama saat sakit. Namun virus masih bisa keluar lewat tinja hingga beberapa minggu setelah gejala hilang. Karena itu kebiasaan cuci tangan perlu tetap dijaga meski anak sudah tampak sembuh.
Dengan perawatan suportif yang sabar dan pengawasan tanda bahaya, sebagian besar anak pulih tanpa masalah. Bila ragu dengan kondisi anak, jangan tunda untuk berkonsultasi ke tenaga kesehatan.
Asuransi kesehatan keluarga dari Allianz
Cashless di RS rekanan · Klaim 24 jam · Konsultasi gratis
Disclaimer medis: Artikel ini bersifat edukatif dan tidak dapat menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Selalu konsultasikan kondisi kesehatan Anda dengan tenaga medis berlisensi sebelum mengambil keputusan terkait perawatan.