Lewati ke konten
Kesehatan Umum

GERD vs Maag: Beda, Gejala, dan Cara Mengatasinya

GERD dan maag (dispepsia) sering disangka sama, padahal penanganannya beda. Pahami gejala khas masing-masing dan strategi mengatasinya tanpa salah obat.

Tim Redaksi Sehatku
Disusun Tim Redaksi Sehatku7 menit baca15 Mei 2026Diperbarui 15 Mei 2026
Wanita beristirahat di tempat tidur dengan keluhan ketidaknyamanan perut
Sehatku.id

Sakit lambung adalah keluhan top-3 di klinik umum Indonesia. Tapi "sakit lambung" itu umbrella - ada GERD, maag (dispepsia fungsional), tukak lambung, gastritis, masing-masing penanganannya berbeda.

Salah obat = gejala balik terus, bahkan memburuk. Panduan ini bedakan dua yang paling sering tertukar.

Beda GERD vs Maag

AspekGERDMaag (Dispepsia)
LokasiEsofagus (kerongkongan)Lambung
MekanismeAsam lambung naik (reflux)Iritasi/inflamasi dinding lambung
Gejala utamaHeartburn, regurgitasiNyeri ulu hati, kembung
Saat berbaringMemburukTidak terpengaruh
Setelah makanMemburuk 30-60 menitBisa membaik atau memburuk
Obat utamaPPI (omeprazole)Tergantung subtipe

Bisa keduanya sekaligus. Tapi tahu dominan yang mana penting untuk pengobatan tepat.

Gejala khas GERD

Klasik

  • Heartburn: rasa terbakar di dada (bukan jantung, tapi esofagus)
  • Regurgitasi: rasa pahit/asam di tenggorokan, kadang naik sampai mulut
  • Memburuk setelah makan, terutama makan besar/berlemak
  • Memburuk saat berbaring atau membungkuk
  • Membaik dengan duduk tegak atau antasida

Atipikal (sering missed)

  • Batuk kronis tanpa sebab (asam mengiritasi saluran napas)
  • Suara serak terutama pagi
  • Sakit tenggorokan berulang
  • Asma yang tidak respons obat asma
  • Erosi gigi (asam merusak email)
  • Nyeri dada non-cardiac (mirip serangan jantung)

Red flag (segera ke dokter / endoskopi)

  • Sulit menelan (disfagia)
  • Nyeri saat menelan
  • Muntah darah atau BAB hitam
  • BB turun tanpa sebab
  • Anemia
  • Usia >50 dengan gejala baru
Proteksi Kesehatan

Lindungi Keluarga dari Biaya Rumah Sakit yang Tinggi

Asuransi kesehatan Allianz dengan sistem cashless di rumah sakit rekanan Allianz. Konsultasikan kebutuhan keluarga Anda dengan agen tersertifikasi, gratis, tanpa kewajiban beli.

✓ Cashless di RS rekanan✓ Klaim cepat✓ Konsultasi gratis
Konsultasi Gratis

Gejala khas Maag

Subtipe 1: Dispepsia tipe nyeri (ulkus-like)

  • Nyeri ulu hati saat lapar
  • Membaik dengan makan/antasida
  • Kambuh malam hari membangunkan tidur
  • Curiga tukak lambung atau infeksi H. pylori

Subtipe 2: Dispepsia tipe dismotilitas (PDS)

  • Cepat kenyang
  • Penuh setelah makan biasa
  • Kembung di perut atas
  • Mual setelah makan
  • Curiga gangguan pengosongan lambung

Subtipe 3: Dispepsia non-specific

  • Campuran gejala
  • Sering kaitan dengan stres
  • Sering jadi diagnosis "dispepsia fungsional"

Pantangan makanan & gaya hidup

Pantangan umum (GERD & maag)

  • Makanan pedas, asam, terlalu panas
  • Makanan berlemak tinggi (gorengan, santan kental, jeroan)
  • Kafein berlebih (kopi, teh, cola)
  • Cokelat (mengendurkan sfingter esofagus)
  • Mint / peppermint (sama)
  • Alkohol, terutama wine
  • Buah asam: jeruk, lemon, tomat
  • Bawang merah/putih mentah (untuk GERD)
  • Mie instan dengan bumbu MSG tinggi
  • Makanan ultra-proses

Spesifik GERD

  • Hindari makan 3 jam sebelum tidur
  • Tinggikan kepala saat tidur (15-20 cm)
  • Tidur miring kiri (esofagus di atas)
  • BB ideal (lemak perut tekan lambung)

Spesifik Maag

  • Makan teratur 3× sehari + 1-2 snack kecil
  • Hindari makan besar sekaligus
  • Stop merokok
  • Kelola stres (sangat berperan untuk dispepsia fungsional)

Obat: antasida, PPI, prokinetik

Antasida (Promag, Mylanta, Polysilane)

  • Netralisasi asam langsung di lambung
  • Efek 30-60 menit, cocok untuk gejala ringan/sesekali
  • Tipe: aluminum hidroksida + magnesium hidroksida (paling umum)
  • ⚠️ Jangka panjang: aluminum-base = sembelit, magnesium-base = diare

H2 receptor blocker (ranitidine - sudah ditarik, famotidine)

  • Mengurangi produksi asam
  • Onset 1-2 jam, durasi 4-10 jam
  • Untuk gejala sedang, sebelum tidur

PPI - Proton Pump Inhibitor (omeprazole, lansoprazole, pantoprazole)

  • Standar emas untuk GERD
  • Sangat efektif menekan asam
  • 20-40 mg sekali sehari, 30 menit sebelum sarapan
  • Jangka panjang berisiko: defisiensi B12, osteoporosis, infeksi C. difficile
  • Coba turun dosis setelah 8 minggu

Prokinetik (domperidone, metoclopramide)

  • Untuk dispepsia tipe dismotilitas
  • Mempercepat pengosongan lambung
  • ⚠️ Efek samping jangka panjang: gangguan jantung (domperidone)

Sukralfat

  • Membentuk lapisan protective di luka lambung
  • Pilihan untuk tukak lambung
  • 1 g 4× sehari, perut kosong

Antibiotik (untuk H. pylori)

  • Triple therapy: PPI + clarithromycin + amoxicillin × 14 hari
  • Eradikasi H. pylori bisa "sembuhkan" maag kronis

Kapan butuh endoskopi?

  • Gejala alarm (lihat red flag di atas)
  • Usia >50 dengan gejala baru
  • PPI 8 minggu tidak membaik
  • Curiga tukak lambung atau kanker lambung
  • Riwayat tukak / pendarahan saluran cerna

Biaya endoskopi BPJS: gratis dengan rujukan. Swasta: Rp 1.5-5 juta. Hasilnya menentukan diagnosa pasti dan strategi pengobatan jangka panjang.

GERD & maag bukan vonis hidup. Dengan diet + obat tepat, mayoritas pasien gejalanya hilang dalam 4-8 minggu. Yang penting jangan diabaikan: gejala kronis bisa berujung tukak, kanker, atau komplikasi serius.

Asuransi kesehatan keluarga dari Allianz

Cashless di RS rekanan · Klaim 24 jam · Konsultasi gratis

Lihat Detail

Referensi Medis

  1. 1. PGI - Konsensus Dispepsia Indonesia
  2. 2. PGI - Konsensus GERD Indonesia
  3. 3. AGA Guidelines for GERD 2022

Disclaimer medis: Artikel ini bersifat edukatif dan tidak dapat menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Selalu konsultasikan kondisi kesehatan Anda dengan tenaga medis berlisensi sebelum mengambil keputusan terkait perawatan.

Bagikan artikel ini

Penulis

Tinjauan Editorial

Tim Redaksi Medis Sehatku

Konten disusun mengacu pada sumber medis resmi

Diperbarui: 11 Mei 2026