Obat Asam Lambung (PPI): Omeprazole, Lansoprazole, Esomeprazole
Obat-obatan
Obat Asam Lambung (PPI): Omeprazole, Lansoprazole, Esomeprazole
PPI (Proton Pump Inhibitor) adalah obat asam lambung paling efektif. Tapi pemakaian jangka panjang punya efek samping yang sering tidak disadari.
Tim Redaksi Sehatku
Direview apt. Linda Hartono, S.Farm, Apt7 menit baca18 Mei 2026Diperbarui 18 Mei 2026
Proton Pump Inhibitor (PPI) adalah golongan obat paling kuat untuk turunkan produksi asam lambung. Di Indonesia dijual dengan merek: Omeprazole (Promag, Mylanta-PPI), Lansoprazole (Prosogan), Esomeprazole (Nexium), Pantoprazole (Pantozol).
Apa itu PPI?
PPI menghambat enzim "pompa proton" di sel lambung yang memproduksi asam (HCl). Efeknya:
Asam lambung turun 70-90%
pH lambung naik dari 1-2 ke 4-6
Mukosa esofagus dan lambung bisa sembuh
Kapan dokter resep PPI?
GERD (gastroesophageal reflux disease)
Tukak lambung & duodenum
Eradikasi Helicobacter pylori (kombinasi dengan antibiotik)
Pencegahan tukak akibat NSAID
Sindrom Zollinger-Ellison (langka)
Esofagitis erosif
❌ TIDAK perlu PPI untuk:
Maag fungsional ringan (perut tidak nyaman tanpa GERD)
Heartburn sekali-kali setelah makan pedas
Pencegahan rutin "in case"
Proteksi Kesehatan
Lindungi Keluarga dari Biaya Rumah Sakit yang Tinggi
Asuransi kesehatan Allianz cashless di 1500+ rumah sakit Indonesia. Konsultasikan kebutuhan keluarga Anda dengan agen tersertifikasi, gratis, tanpa kewajiban beli.
Omeprazole 20 mg sekali sehari (GERD ringan-sedang)
Lansoprazole 30 mg sekali sehari
Esomeprazole 20-40 mg sekali sehari
Durasi
GERD: 4-8 minggu, lalu evaluasi
Tukak: 4-8 minggu sampai sembuh
Pencegahan ulang: dosis terendah selama mungkin
Cara hentikan
Jangan berhenti tiba-tiba setelah pakai >8 minggu → asam lambung rebound (lebih tinggi dari sebelum pakai). Tapering dosis: turun setengah selama 2 minggu, lalu hari-selang, baru stop.
Efek samping jangka panjang
Pakai PPI <8 minggu hampir tidak ada efek samping. Tapi banyak pasien Indonesia minum PPI tahunan tanpa evaluasi - ini risikonya:
Disclaimer medis: Artikel ini bersifat edukatif dan tidak dapat menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Selalu konsultasikan kondisi kesehatan Anda dengan tenaga medis berlisensi sebelum mengambil keputusan terkait perawatan.