Lewati ke konten
Penyakit

Gigi Bungsu: Kapan Harus Dicabut dan Kapan Boleh Dibiarkan

Tidak semua gigi bungsu wajib dicabut. Kenali kapan perlu odontektomi dan kapan cukup dipantau.

Tim Redaksi Sehatku
Disusun Tim Redaksi Sehatku7 menit baca6 Juni 2026Diperbarui 6 Juni 2026
Ilustrasi konsultasi gigi bungsu
Sehatku.id

Banyak orang panik begitu dengar kata 'gigi bungsu' dan langsung berpikir harus dicabut. Padahal kenyataannya tidak sesederhana itu. Sebagian gigi bungsu memang bermasalah dan perlu diangkat, tetapi sebagian lagi tumbuh baik-baik saja dan cukup dipantau. Artikel ini membantu Anda membedakan keduanya dengan tenang.

## Apa itu gigi bungsu? {#apa-itu}

Gigi bungsu adalah geraham ketiga alias geraham paling belakang di rahang Anda. Disebut 'bungsu' karena ia tumbuh paling akhir, biasanya pada usia 17 sampai 25 tahun saat seseorang dianggap sudah cukup dewasa. Setiap orang umumnya punya empat gigi bungsu, dua di rahang atas dan dua di rahang bawah, meski ada juga yang tumbuh kurang dari itu, bahkan tidak tumbuh sama sekali.

Karena tumbuh paling terakhir, gigi ini sering kehabisan tempat di lengkung rahang yang sudah penuh terisi gigi lain.

## Kenapa sering bermasalah? {#kenapa-bermasalah}

Akar masalahnya hampir selalu sama: kurang ruang. Saat rahang sudah tidak menyisakan tempat yang cukup, gigi bungsu tidak bisa tumbuh tegak dan sempurna. Ia bisa tumbuh miring, menabrak gigi di depannya, atau hanya muncul sebagian dari gusi. Kondisi gigi yang terjebak dan tidak tumbuh penuh ini disebut impaksi.

Gigi yang impaksi atau tumbuh sebagian menciptakan celah sempit yang sulit dijangkau sikat gigi. Sisa makanan dan bakteri menumpuk di situ, memicu infeksi, gigi berlubang, dan radang gusi. Inilah kenapa gigi bungsu lebih rawan bermasalah dibanding gigi lain.

## Kapan harus dicabut? {#harus-dicabut}

Pencabutan biasanya dianjurkan bila gigi bungsu sudah menimbulkan keluhan atau berisiko merusak struktur di sekitarnya. Beberapa tanda yang umumnya jadi alasan medis untuk mencabut:

  • Nyeri atau infeksi berulang. Gusi di sekitar gigi bungsu yang tumbuh sebagian sering meradang dan bengkak. Radang ini disebut perikoronitis dan bisa kambuh berkali-kali.
  • Merusak gigi sebelah. Gigi bungsu yang tumbuh miring dapat menekan dan merusak geraham kedua di depannya.
  • Berlubang dan sulit dibersihkan. Karena letaknya terlalu di belakang, lubang pada gigi bungsu sering tidak bisa ditambal dengan baik.
  • Menimbulkan kista atau kerusakan tulang. Gigi yang lama terpendam kadang memicu kista yang dapat merusak tulang rahang di sekitarnya.

Keputusan akhir tetap ada di tangan dokter gigi setelah memeriksa kondisi mulut dan, bila perlu, foto rontgen.

## Kapan boleh dibiarkan? {#boleh-dibiarkan}

Tidak semua gigi bungsu wajib dicabut. Inilah mitos yang perlu diluruskan. Gigi bungsu boleh dibiarkan dan cukup dipantau bila memenuhi kondisi berikut:

  • Tumbuh normal dan tegak, sejajar dengan gigi lainnya.
  • Ruangnya cukup sehingga gigi muncul penuh tanpa terjepit.
  • Bisa dibersihkan dengan baik menggunakan sikat dan benang gigi.
  • Tidak menimbulkan keluhan apa pun, baik nyeri, bengkak, maupun infeksi.

Bila keempatnya terpenuhi, gigi bungsu Anda berfungsi seperti geraham biasa. Yang dibutuhkan hanyalah kebersihan mulut yang baik dan pemeriksaan rutin agar bila suatu saat muncul masalah, bisa segera ditangani.

## Gambaran operasinya (odontektomi) {#operasi}

Tindakan mengangkat gigi bungsu yang impaksi disebut odontektomi. Prosedurnya berbeda dengan cabut gigi biasa karena dokter perlu membuka sedikit gusi dan kadang membagi gigi menjadi beberapa bagian agar lebih mudah dikeluarkan.

Sebagian besar odontektomi dilakukan dengan bius lokal, sehingga Anda tetap sadar tetapi area kerja mati rasa dan tidak terasa sakit. Setelah tindakan, area bekas pencabutan akan dijahit dan Anda diberi kasa untuk digigit guna menghentikan perdarahan.

Beberapa hal penting selama pemulihan dan perawatan pasca-operasi:

  • Jaga bekuan darah di bekas luka. Bekuan ini melindungi penyembuhan, jadi jangan diganggu.
  • Hindari berkumur kuat dan menyedot lewat sedotan selama hari-hari pertama, karena bisa melepas bekuan darah.
  • Jangan merokok dulu, sebab asap rokok memperlambat penyembuhan dan meningkatkan risiko komplikasi.
  • Kompres dingin di pipi membantu mengurangi bengkak, dan konsumsi makanan lunak yang tidak panas.

Bengkak dan tidak nyaman selama beberapa hari adalah hal wajar dan akan membaik bertahap.

## Kapan ke dokter gigi? {#ke-dokter}

Segera periksakan diri ke dokter gigi bila Anda mengalami:

  • Nyeri atau bengkak di belakang rahang yang menetap atau berulang.
  • Gusi di sekitar gigi belakang sering meradang atau bernanah.
  • Sulit membuka mulut, demam, atau bau mulut yang tidak hilang.
  • Setelah odontektomi: perdarahan yang tidak berhenti, nyeri hebat yang justru memburuk setelah beberapa hari, atau tanda infeksi.

Pemeriksaan dini membuat keputusan, mau dicabut atau cukup dipantau, bisa diambil dengan lebih tenang dan tepat.

Proteksi Kesehatan

Lindungi Keluarga dari Biaya Rumah Sakit yang Tinggi

Asuransi kesehatan Allianz dengan sistem cashless di rumah sakit rekanan Allianz. Konsultasikan kebutuhan keluarga Anda dengan agen tersertifikasi, gratis, tanpa kewajiban beli.

✓ Cashless di RS rekanan✓ Klaim cepat✓ Konsultasi gratis
Konsultasi Gratis

Asuransi kesehatan keluarga dari Allianz

Cashless di RS rekanan · Klaim 24 jam · Konsultasi gratis

Lihat Detail

Referensi Medis

  1. 1. Kemenkes - Kesehatan Gigi dan Mulut
  2. 2. PDGI
  3. 3. WHO - Oral Health

Disclaimer medis: Artikel ini bersifat edukatif dan tidak dapat menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Selalu konsultasikan kondisi kesehatan Anda dengan tenaga medis berlisensi sebelum mengambil keputusan terkait perawatan.

Bagikan artikel ini

Penulis

Tinjauan Editorial

Tim Redaksi Medis Sehatku

Konten disusun mengacu pada sumber medis resmi

Diperbarui: 5 Juni 2026