Lewati ke konten
Penyakit

ISK (Infeksi Saluran Kemih): Gejala, Penyebab, dan Cara Mencegah Anyang-anyangan

ISK membuat kencing terasa perih dan tak tuntas. Kenali gejalanya, kapan harus waspada infeksi ginjal, dan cara mencegahnya.

Tim Redaksi Sehatku
Disusun Tim Redaksi Sehatku8 menit baca6 Juni 2026Diperbarui 6 Juni 2026
Ilustrasi minum air putih
Sehatku.id

Rasa perih saat kencing, ingin buang air kecil terus tapi yang keluar hanya sedikit, perut bawah terasa tak nyaman. Keluhan yang sering disebut anyang-anyangan ini biasanya merupakan tanda infeksi saluran kemih (ISK). ISK adalah salah satu infeksi yang paling umum ditemui, dan kabar baiknya, kebanyakan kasus bisa diobati dan dicegah.

## Apa Itu ISK? {#apa-itu}

ISK terjadi ketika bakteri masuk dan berkembang biak di dalam saluran kemih. Saluran kemih terdiri dari ginjal, ureter (saluran dari ginjal ke kandung kemih), kandung kemih, dan uretra (saluran keluar urine).

Berdasarkan lokasinya, ISK dibagi menjadi dua:

  • ISK bawah (sistitis): infeksi pada kandung kemih dan uretra. Ini jenis yang paling sering dan umumnya ringan.
  • ISK atas (pielonefritis): infeksi yang sudah naik ke ginjal. Jenis ini lebih serius dan memerlukan penanganan medis segera.

Memahami bedanya penting, karena ISK bawah yang dibiarkan bisa menjalar naik ke ginjal.

## Kenapa Wanita Lebih Sering Kena? {#kenapa-wanita}

Wanita memang lebih rentan terkena ISK dibanding pria. Penyebab utamanya adalah anatomi: uretra (saluran kencing) wanita lebih pendek, sehingga bakteri lebih mudah dan cepat mencapai kandung kemih. Selain itu, jarak antara uretra dan anus pada wanita relatif dekat, sehingga bakteri dari saluran cerna seperti E. coli lebih mudah berpindah.

Ini bukan berarti pria kebal. Pada pria, keluhan kencing yang mengganggu kadang berkaitan dengan masalah prostat. Bila Anda pria dan mengalami keluhan berkemih, baca juga ulasan kami tentang radang prostat.

## Gejala: ISK Bawah vs Infeksi Ginjal {#gejala}

Mengenali letak gejala membantu Anda menilai seberapa mendesak kondisinya.

TandaISK Bawah (Sistitis)Infeksi Ginjal (Pielonefritis)
Nyeri/perih saat kencingYa (anyang-anyangan)Bisa ada
Sering ingin kencingYa, tapi sedikit-sedikitBisa ada
Urine keruh/berbauYaYa
Demam tinggi & menggigilJarangSering
Nyeri pinggang/punggung bawahTidakYa
Mual atau muntahJarangBisa ada

Gejala khas ISK bawah meliputi anyang-anyangan (rasa perih dan ingin kencing terus), buang air kecil lebih sering namun jumlahnya sedikit, serta urine yang tampak keruh atau berbau tidak biasa. Kadang muncul rasa tidak nyaman di perut bagian bawah.

Yang perlu diwaspadai adalah tanda infeksi ginjal: demam tinggi, menggigil, dan nyeri di pinggang atau punggung bagian samping. Bila gejala ini muncul, jangan menunda, segera ke dokter. Infeksi ginjal yang tidak ditangani bisa berkembang menjadi kondisi serius.

## Penyebab dan Faktor Risiko {#penyebab}

Sebagian besar ISK disebabkan oleh bakteri E. coli yang normalnya hidup di usus. Beberapa hal dapat meningkatkan risiko:

  • Kurang minum sehingga jarang berkemih dan bakteri menumpuk.
  • Sering menahan kencing dalam waktu lama.
  • Cara membersihkan area genital yang kurang tepat.
  • Aktivitas seksual.
  • Kehamilan dan perubahan hormon (misalnya saat menopause).
  • Penggunaan kateter urine.
  • Kondisi seperti diabetes atau batu saluran kemih yang menghambat aliran urine.

## Penanganan ISK {#penanganan}

ISK akibat bakteri umumnya diobati dengan antibiotik yang diresepkan dokter. Dua hal yang sangat penting:

  1. Habiskan antibiotik sesuai resep, meski keluhan sudah membaik di hari pertama atau kedua. Berhenti di tengah jalan dapat membuat bakteri tidak benar-benar hilang dan kambuh, bahkan memicu resistensi antibiotik.
  2. Jangan asal beli antibiotik sendiri di apotek atau warung tanpa pemeriksaan. Jenis dan dosis antibiotik perlu disesuaikan dengan kondisi Anda. Pemakaian yang tidak tepat justru berbahaya dan menyulitkan pengobatan ke depan.

Selain antibiotik, perbanyak minum air putih untuk membantu membilas bakteri dari saluran kemih, dan istirahat cukup. Banyak yang percaya jus cranberry bisa "menyembuhkan" ISK; faktanya, bukti ilmiahnya terbatas dan ia bukan pengganti antibiotik. Anggap saja sebagai pelengkap, bukan obat utama.

## Cara Mencegah Anyang-anyangan {#pencegahan}

Langkah pencegahan sederhana berikut dapat membantu menurunkan risiko ISK:

  • Cukup minum air putih setiap hari agar rutin berkemih.
  • Jangan menahan kencing, buang air kecil saat terasa ingin.
  • Bersihkan dari arah depan ke belakang setelah buang air, untuk mencegah bakteri dari anus berpindah ke uretra.
  • Kencing setelah berhubungan seksual untuk membantu membilas bakteri yang mungkin masuk.
  • Pilih pakaian dalam yang menyerap keringat dan tidak terlalu ketat.

## Kapan Harus ke Dokter? {#kapan-ke-dokter}

Segera periksakan diri bila Anda mengalami:

  • Demam, menggigil, atau nyeri pinggang (tanda kemungkinan infeksi ginjal).
  • Ada darah dalam urine.
  • Gejala tidak membaik setelah beberapa hari atau sering kambuh.
  • Sedang hamil, mengidap diabetes, atau memiliki gangguan ginjal.
  • Mual dan muntah hingga sulit minum obat.

ISK adalah kondisi umum yang sebagian besar dapat sembuh dengan penanganan tepat. Kuncinya: kenali gejalanya, jangan tunda berobat saat muncul tanda bahaya, dan tuntaskan pengobatan sesuai anjuran dokter.

Proteksi Kesehatan

Lindungi Keluarga dari Biaya Rumah Sakit yang Tinggi

Asuransi kesehatan Allianz dengan sistem cashless di rumah sakit rekanan Allianz. Konsultasikan kebutuhan keluarga Anda dengan agen tersertifikasi, gratis, tanpa kewajiban beli.

✓ Cashless di RS rekanan✓ Klaim cepat✓ Konsultasi gratis
Konsultasi Gratis

Asuransi kesehatan keluarga dari Allianz

Cashless di RS rekanan · Klaim 24 jam · Konsultasi gratis

Lihat Detail

Referensi Medis

  1. 1. Kemenkes RI
  2. 2. PAPDI
  3. 3. CDC - Urinary Tract Infection

Disclaimer medis: Artikel ini bersifat edukatif dan tidak dapat menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Selalu konsultasikan kondisi kesehatan Anda dengan tenaga medis berlisensi sebelum mengambil keputusan terkait perawatan.

Bagikan artikel ini

Penulis

Tinjauan Editorial

Tim Redaksi Medis Sehatku

Konten disusun mengacu pada sumber medis resmi

Diperbarui: 5 Juni 2026