Lonjakan HFMD ("Flu Singapura") di Anak SD Jakarta + Tangerang Mei 2026: 2.300 Kasus
Berita Kesehatan
Lonjakan HFMD ("Flu Singapura") di Anak SD Jakarta + Tangerang Mei 2026: 2.300 Kasus
Dinkes DKI + Banten umumkan KLB HFMD setelah outbreak masif di 47 sekolah. Penularan tinggi via permainan + alat tulis. 95% kasus sembuh sendiri tapi 3% komplikasi serius. Tips untuk orangtua.
Tim Redaksi Sehatku
Direview dr. Sari Putri, Sp.A4 menit baca24 Mei 2026Diperbarui 24 Mei 2026
Dinas Kesehatan DKI Jakarta + Banten umumkan status KLB (Kejadian Luar Biasa) HFMD pada 23 Mei 2026 setelah konfirmasi 2.347 kasus dalam 3 minggu — lonjakan 4x lipat dari rata-rata bulanan. Mayoritas (78%) adalah anak usia 3-7 tahun (TK + SD kelas 1-2). 47 sekolah di Jabodetabek terdampak.
Ini outbreak HFMD terbesar di Jabodetabek sejak 2018.
Apa itu HFMD?
Hand, Foot, and Mouth Disease atau di Indonesia populer sebagai "Flu Singapura" (meskipun bukan dari Singapore — nama dari outbreak besar Singapura 2008) adalah penyakit viral umum pada anak.
Penyebab
Coxsackievirus A16 (paling umum, gejala lebih ringan)
Enterovirus 71 (EV-71) (lebih berisiko komplikasi, dominan di outbreak Mei 2026)
Beberapa enterovirus lain (A6, A10) — biasanya kasus dewasa
Karakteristik
Sangat menular
Inkubasi 3-7 hari
Self-limiting (95% sembuh sendiri 7-10 hari)
Imunitas spesifik per virus (bisa kena lagi dari strain berbeda)
Proteksi Kesehatan
Lindungi Keluarga dari Biaya Rumah Sakit yang Tinggi
Asuransi kesehatan Allianz cashless di 1500+ rumah sakit Indonesia. Konsultasikan kebutuhan keluarga Anda dengan agen tersertifikasi, gratis, tanpa kewajiban beli.
🔴 Lesi merah di mulut (rongga mulut, lidah, gusi) — paling khas, bisa jadi sariawan
🔴 Ruam merah di telapak tangan + telapak kaki (kadang juga punggung tangan/kaki, bokong)
Lesi awal: bintik merah → vesikel (lepuhan kecil berisi cairan) → mengering → krusta
Anak sulit makan/minum karena nyeri mulut
Hari 6-10 (resolusi):
Demam turun
Ruam memudar, kulit kadang mengelupas (terutama jari-jari kaki minggu 2-4 — normal, tidak butuh treatment)
Tanda komplikasi (5% kasus, harus ke IGD!)
🚨 Demam tinggi >39°C selama >3 hari + tidak turun dengan paracetamol
🚨 Letargi / sangat lemas (anak tidur terus, sulit dibangunkan)
🚨 Kejang atau kelemahan separuh badan
🚨 Sesak napas + napas cepat dalam
🚨 Muntah hebat + dehidrasi (tidak ada urin >6 jam)
🚨 Hipertensi mendadak atau bradikardia
Komplikasi serius EV-71 (jarang tapi serius):
Meningitis viral (radang selaput otak)
Ensefalitis batang otak (radang otak)
Edema paru (komplikasi paling fatal pada anak <2 tahun)
Penularan + cara cegah di sekolah
Cara menular
Droplet dari batuk/bersin
Kontak langsung dengan vesikel atau cairan dari lesi
Feko-oral (anak tidak cuci tangan setelah BAB → sentuh makanan)
Benda terkontaminasi: mainan, alat tulis, gagang pintu, tetikus komputer, sippy cup
Periode menular
1 hari sebelum gejala → 1 minggu setelah lesi mulai
Virus tetap di tinja hingga 4-6 minggu post-recovery (bisa menular lewat WC tidak bersih)
Pencegahan di sekolah
✅ Anak sakit WAJIB tinggal di rumah minimal 7-10 hari atau sampai semua lesi kering
✅ Cuci tangan dengan sabun + air mengalir 20 detik (hand sanitizer kurang efektif untuk enterovirus)
✅ Disinfeksi mainan + permukaan dengan klorin 1:50 (1 tutup botol bayclin untuk 1 liter air) — bukan alkohol (enterovirus resistant)
✅ Tidak berbagi sendok, gelas, alat makan
✅ Sekolah bisa tutup sementara 1-2 minggu kalau outbreak >10% siswa
✅ Cuci pakaian + sprei anak yang sakit terpisah
Pencegahan di rumah
Pisahkan handuk + alat makan anak sakit
Cuci tangan SEMUA anggota keluarga setelah ganti popok / kontak anak sakit
Disinfeksi mainan tiap hari selama anak sakit
Adik/kakak juga rentan — pantau gejala 7-14 hari setelah anak pertama kena
Treatment di rumah + kapan ke dokter
Treatment dasar (sembuh sendiri kalau tidak ada komplikasi)
Paracetamol atau ibuprofen untuk demam + nyeri mulut (sesuai BB)
⚠️ HINDARI aspirin (risk Reye's syndrome pada anak)
Hidrasi banyak: air putih, ASI (untuk bayi), kuah sup, es krim (sensasi dingin redakan nyeri mulut)
Makanan lembut + dingin: yogurt, puding, sop, bubur — hindari pedas/asam yang perih di sariawan
Mouthwash anestesi lokal untuk anak >5 tahun (lidocaine viscous, resep dokter)
Istirahat di rumah, tidak boleh ke sekolah/penitipan
TIDAK ada antibiotik (virus, bukan bakteri)
TIDAK ada antiviral spesifik untuk HFMD
TIDAK ada vaksin di Indonesia (Tiongkok punya vaksin EV-71, belum BPOM)
Kapan ke dokter umum
Demam >3 hari belum turun
Anak tidak mau minum sama sekali (risk dehidrasi)
Lesi mulut sangat banyak hingga tidak bisa makan
Adik bayi <2 tahun kena (lebih berisiko komplikasi)
Kapan ke IGD SEGERA
Semua red flags di section gejala
Khususnya anak <2 tahun + ada salah satu red flag
Kejang
Penurunan kesadaran
💡 Untuk orangtua: HFMD 95% sembuh sendiri tanpa drama. Tapi 5% yang komplikasi bisa fatal. Recognize red flags, jangan panik tapi jangan abaikan. Selama outbreak Jabodetabek aktif, bawa hand sanitizer + masker saat ke tempat ramai (mall, restoran) dan ajarkan anak cuci tangan rutin.
Asuransi kesehatan keluarga dari Allianz
Cashless 1500+ RS · Klaim 24 jam · Konsultasi gratis
Disclaimer medis: Artikel ini bersifat edukatif dan tidak dapat menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Selalu konsultasikan kondisi kesehatan Anda dengan tenaga medis berlisensi sebelum mengambil keputusan terkait perawatan.