Lewati ke konten
Kesehatan Anak

Demam pada Anak: Cara Turunkan dan Kapan Harus ke Dokter

Anak demam adalah keluhan #1 di IGD anak. Pahami kapan boleh tunggu, kapan obat, dan kapan langsung ke RS - bisa selamatkan nyawa.

Tim Redaksi Sehatku
Direview dr. Sari Putri, Sp.A6 menit baca20 Mei 2026Diperbarui 20 Mei 2026
Termometer dan anak demam untuk pemeriksaan suhu tubuh

Demam = mekanisme alami tubuh melawan infeksi, bukan musuh. Tapi pada anak, demam bisa juga tanda penyakit serius. Tujuan: kenyamanan anak + tau red flag, bukan harus normal-kan suhu.

Apa itu demam anak?

Definisi WHO:

  • Demam: suhu rektal/oral ≥37.8°C atau axilla ≥37.5°C
  • Demam tinggi: ≥39°C
  • Hiperpireksia: ≥41°C (emergency)

Penyebab umum

  • Infeksi virus (80%): flu, common cold, demam berdarah, COVID, virus saluran napas
  • Infeksi bakteri: pneumonia, ISK, otitis media, faringitis strep
  • Imunisasi (24-48 jam pasca)
  • Tumbuh gigi (kontroversial, biasanya tidak tinggi)
  • Heat stroke (tidak demam infeksius)
  • Penyakit autoimun, kanker (jarang, demam berkepanjangan)

Mitos yang BUKAN demam

  • "Demam karena tumbuh gigi" - biasanya hanya 37.5°C ringan, jika tinggi cari penyebab lain
  • "Demam karena stres" - rare, biasanya organik
  • "Anak panas tinggi otaknya rusak" - SALAH (hanya jika >42°C, sangat jarang)

Cara ukur suhu yang benar

Termometer digital (paling akurat & aman)

Rektal (paling akurat, bayi <3 bulan):

  • Anus, kedalaman 2 cm
  • Tunggu beep
  • Suhu sebenarnya

Axilla (paling umum di Indonesia):

  • Ketiak kering
  • Tahan 3-5 menit (atau sampai beep)
  • + 0.5°C untuk konversi ke suhu inti

Oral (>4 tahun yang cooperatif):

  • Di bawah lidah
  • Mulut tertutup
  • Tidak baru minum panas/dingin

Telinga (tympanic):

  • Cepat tapi kurang akurat <6 bulan
  • Pull ear up & back untuk anak >1 thn

Dahi (temporal):

  • Cepat, tidak invasif
  • Kurang akurat (terutama saat dingin)

Termometer raksa (mercury) - HINDARI

  • Berbahaya jika pecah (mercury toksik)
  • WHO target eliminasi 2020+
Proteksi Kesehatan

Lindungi Keluarga dari Biaya Rumah Sakit yang Tinggi

Asuransi kesehatan Allianz cashless di 1500+ rumah sakit Indonesia. Konsultasikan kebutuhan keluarga Anda dengan agen tersertifikasi, gratis, tanpa kewajiban beli.

✓ Cashless 1500+ RS✓ Klaim cepat✓ Konsultasi gratis
Konsultasi Gratis

Cara turunkan demam

Yang TERBUKTI bekerja

  • Hidrasi: air, ASI, sup, oralit (cegah dehidrasi)
  • Pakaian tipis: jangan dibungkus selimut tebal
  • Suhu ruangan sejuk: AC/kipas
  • Kompres hangat-hangat kuku (bukan dingin/es): di dahi, ketiak, lipat paha
  • Mandi air hangat 5-10 menit (jangan dingin)
  • Paracetamol/ibuprofen sesuai dosis BB
  • Istirahat

Yang TIDAK efektif (atau bahaya)

  • ❌ Kompres alkohol (toksik via kulit, hipotermia)
  • ❌ Kompres es batu (vasokonstriksi, justru naikkan suhu inti)
  • ❌ Aspirin pada anak <16 tahun (risiko Reye syndrome)
  • ❌ Bedungkur (overdress) - jebak panas
  • ❌ Mandi dingin (menggigil menaikkan suhu)

Dosis paracetamol & ibuprofen

Paracetamol (Sanmol, Tempra, Panadol)

Dosis: 10-15 mg/kg BB tiap 4-6 jam, maks 4x/hari

BBDosis sirup 120mg/5ml
5-7 kg2.5 ml (60mg)
8-10 kg4 ml (96mg)
11-15 kg5-7.5 ml (120-180mg)
16-20 kg7.5-10 ml
21-30 kg10-15 ml

Ibuprofen (Proris, Bufect) - usia >6 bulan

Dosis: 5-10 mg/kg BB tiap 6-8 jam, maks 4x/hari

BBDosis sirup 100mg/5ml
5-7 kg2.5 ml
8-10 kg3-4 ml
11-15 kg5-7 ml
16-20 kg7-10 ml

Kombinasi paracetamol + ibuprofen

  • Selang-seling tiap 3 jam (paracetamol jam 12, ibuprofen jam 3, paracetamol jam 6)
  • Hanya untuk demam tinggi yang tidak respons 1 obat saja
  • Konsultasi dokter dulu untuk anak <6 bulan

Hindari

  • Aspirin (Reye syndrome)
  • Obat dewasa di-pecah jadi anak
  • Overdosis paracetamol = gagal hati

Red flag - SEGERA ke IGD

Bayi <3 bulan

  • APA SAJA >38°C = SEGERA ke RS
  • Jangan tunggu, jangan obat sendiri

Anak >3 bulan dengan red flag:

  • Demam >40°C
  • Demam >5 hari tidak turun
  • Kejang demam (apalagi >5 menit)
  • Leher kaku + sakit kepala (curiga meningitis)
  • Ruam ungu/petekie (curiga sepsis/meningococcemia)
  • Sesak napas atau napas cepat
  • Kebiruan di sekitar mulut
  • Letargi (lemas tidak respons)
  • Tidak bisa minum / muntah terus
  • Tanda dehidrasi: bibir kering, ubun-ubun cekung, BAK <6x/hari
  • Bintik merah baru di kulit
  • Demam pada imunokompromis (kanker, autoimun, post-transplant)
  • Riwayat travel ke daerah endemik (malaria, dengue)

Tanda dehidrasi anak

  • Mulut & bibir kering
  • Mata cekung
  • Ubun-ubun cekung (bayi)
  • BAK jarang & gelap
  • Lemas, ngantuk
  • Detak jantung cepat
  • Lipat kulit tidak kembali cepat

→ Beri oralit, jika tidak bisa minum = IGD untuk IV cairan

Pesan utama

Anak yang aktif, mau makan-minum, dan tidak ada red flag → demam saja bukan emergency. Anak lemas, gelisah, ngantuk berlebih, tidak respons → demam atau tidak = bawa ke RS.

Asuransi kesehatan keluarga dari Allianz

Cashless 1500+ RS · Klaim 24 jam · Konsultasi gratis

Lihat Detail

Referensi Medis

  1. 1. IDAI - Demam Pada Anak
  2. 2. AAP Fever Management

Disclaimer medis: Artikel ini bersifat edukatif dan tidak dapat menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Selalu konsultasikan kondisi kesehatan Anda dengan tenaga medis berlisensi sebelum mengambil keputusan terkait perawatan.

Bagikan artikel ini

Penulis

Direview oleh

SP
dr. Sari Putri, Sp.A

Spesialis Anak

Direview: 19 Mei 2026