Lewati ke konten
Penyakit

Malaria: Gejala, Daerah Endemis, Pengobatan, dan Pencegahan

Malaria ditularkan nyamuk Anopheles dan disebabkan parasit Plasmodium. Kenali gejala, diagnosis, pengobatan, dan pencegahannya.

Tim Redaksi Sehatku
Disusun Tim Redaksi Sehatku8 menit baca6 Juni 2026Diperbarui 6 Juni 2026
Penyakit

Malaria: Gejala, Daerah Endemis, Pengobatan, dan Pencegahan

Sehatku.id

Malaria masih menjadi penyakit serius di banyak wilayah Indonesia. Penyakit ini bisa disembuhkan, tetapi juga bisa mengancam nyawa bila terlambat ditangani. Memahami cara penularannya, mengenali gejalanya, dan tahu kapan harus memeriksakan diri adalah kunci utama.

Apa itu malaria dan bagaimana menular?

Malaria disebabkan oleh parasit Plasmodium, bukan virus atau bakteri. Parasit ini masuk ke tubuh manusia melalui gigitan nyamuk Anopheles betina yang terinfeksi.

Nyamuk Anopheles memiliki kebiasaan menggigit terutama pada malam hari hingga menjelang dini hari. Setelah masuk ke aliran darah, parasit berkembang biak di hati lalu menyerang sel darah merah, yang menjelaskan mengapa malaria sering disertai anemia (kekurangan sel darah merah).

Malaria tidak menular langsung dari orang ke orang seperti flu. Penularannya memerlukan perantara gigitan nyamuk.

Daerah endemis malaria di Indonesia

Risiko malaria di Indonesia tidak merata. Beberapa wilayah masih tergolong endemis tinggi, terutama di kawasan timur Indonesia seperti Papua, Papua Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Maluku. Beberapa daerah di Kalimantan, Sumatra, dan Sulawesi juga masih memiliki kantong-kantong penularan.

Sebaliknya, banyak wilayah di Jawa dan Bali telah mencapai status bebas penularan setempat. Karena itu, riwayat perjalanan ke daerah endemis menjadi informasi penting yang harus Anda sampaikan ke dokter bila mengalami demam.

Gejala malaria yang perlu dikenali

Gejala malaria biasanya muncul beberapa hari hingga beberapa minggu setelah gigitan nyamuk yang terinfeksi. Ciri khasnya adalah demam yang naik-turun dengan pola menggigil bergiliran: penderita merasa kedinginan dan menggigil, lalu demam tinggi, kemudian berkeringat banyak saat suhu turun.

Gejala umum lain meliputi:

GejalaKeterangan
Demam berulangSering disertai menggigil lalu berkeringat
Sakit kepalaBisa berat dan terus-menerus
Nyeri otot dan lemasTubuh terasa pegal dan tidak bertenaga
Mual atau muntahKadang disertai nyeri perut
AnemiaAkibat kerusakan sel darah merah

Karena gejalanya mirip banyak penyakit lain (seperti demam tifoid atau infeksi virus), malaria tidak bisa dipastikan hanya dari gejala. Diperlukan pemeriksaan laboratorium.

Proteksi Kesehatan

Lindungi Keluarga dari Biaya Rumah Sakit yang Tinggi

Asuransi kesehatan Allianz cashless di 1500+ rumah sakit Indonesia. Konsultasikan kebutuhan keluarga Anda dengan agen tersertifikasi, gratis, tanpa kewajiban beli.

✓ Cashless 1500+ RS✓ Klaim cepat✓ Konsultasi gratis
Konsultasi Gratis

Jenis Plasmodium dan bahaya falciparum

Ada beberapa jenis Plasmodium yang menginfeksi manusia. Dua yang paling sering di Indonesia adalah Plasmodium falciparum dan Plasmodium vivax.

Plasmodium falciparum adalah jenis yang paling berbahaya. Infeksi ini dapat berkembang cepat menjadi malaria berat dengan komplikasi serius, seperti gangguan otak (malaria serebral), gagal organ, anemia berat, hingga kematian bila tidak segera diobati. Inilah sebabnya malaria tidak boleh dianggap sebagai "demam biasa".

Plasmodium vivax umumnya lebih ringan, tetapi memiliki kemampuan kambuh karena dapat bertahan dalam bentuk tidak aktif di hati. Karena itu pengobatannya pun berbeda dan harus diarahkan oleh dokter.

Diagnosis: pentingnya tes darah

Diagnosis malaria wajib dipastikan melalui pemeriksaan darah. Ada dua metode utama:

  • Rapid Diagnostic Test (RDT): tes cepat yang dapat mendeteksi antigen parasit dari setetes darah, sering dipakai di lapangan dan puskesmas.
  • Pemeriksaan mikroskop: darah diperiksa di bawah mikroskop untuk melihat langsung parasit. Metode ini juga membantu menentukan jenis Plasmodium dan jumlah parasit.

Jangan menebak-nebak atau mendiagnosis sendiri. Hanya tes darah yang dapat memastikan apakah Anda benar-benar terkena malaria dan jenis parasitnya, yang menentukan pilihan obat.

Pengobatan malaria

Malaria dapat disembuhkan dengan obat yang tepat. Pengobatan menggunakan obat antimalaria, dan untuk banyak kasus saat ini digunakan terapi kombinasi berbasis artemisinin atau ACT (Artemisinin-based Combination Therapy) sesuai pedoman.

Beberapa prinsip penting:

  • Jenis obat dan dosis ditentukan oleh dokter, disesuaikan dengan jenis Plasmodium, berat ringannya penyakit, usia, dan kondisi kehamilan.
  • Obat harus dihabiskan sampai tuntas sesuai resep, meskipun gejala sudah membaik. Menghentikan obat terlalu cepat berisiko membuat parasit tidak hilang sepenuhnya dan dapat kambuh.
  • Jangan melakukan self-medikasi atau membeli antimalaria sembarangan tanpa pemeriksaan. Penggunaan obat yang tidak tepat dapat mendorong resistensi parasit terhadap obat dan membahayakan diri sendiri.

Untuk malaria berat, pasien biasanya memerlukan rawat inap dan pengobatan melalui infus di rumah sakit.

Cara mencegah malaria

Pencegahan terbaik adalah menghindari gigitan nyamuk Anopheles, terutama pada malam hari:

  • Tidur menggunakan kelambu, lebih baik lagi kelambu berinsektisida.
  • Gunakan repelen (losion anti nyamuk) pada kulit yang terbuka.
  • Kenakan pakaian lengan panjang saat berada di luar pada malam hari.
  • Pasang kasa pada jendela dan ventilasi rumah.
  • Kurangi tempat perindukan nyamuk di sekitar rumah.

Bagi pelancong yang akan bepergian ke daerah endemis, dokter dapat mempertimbangkan profilaksis (obat pencegah), misalnya doksisiklin, yang diminum sebelum, selama, dan setelah perjalanan. Profilaksis ini harus diresepkan dan dipantau dokter, bukan dibeli bebas, karena ada aturan dosis dan kontraindikasinya. Sebagai contoh, doksisiklin tidak boleh digunakan oleh ibu hamil dan anak di bawah usia 8 tahun, sehingga pilihan obat pencegah perlu disesuaikan oleh dokter dengan kondisi masing-masing orang.

Kapan harus segera ke dokter?

Pesan kunci yang perlu Anda ingat: demam setelah bepergian dari atau tinggal di daerah endemis malaria adalah alasan untuk segera memeriksakan diri, walaupun gejala terasa ringan.

Segera cari pertolongan medis bila demam disertai tanda bahaya seperti kejang, penurunan kesadaran, sesak napas, kuning pada mata atau kulit, kencing sangat sedikit, atau muntah terus-menerus. Penanganan dini sangat menentukan, terutama pada infeksi falciparum.

Malaria adalah penyakit yang bisa dicegah dan disembuhkan. Dengan mengenali risikonya dan tidak menunda pemeriksaan, Anda melindungi diri dan keluarga.

Asuransi kesehatan keluarga dari Allianz

Cashless 1500+ RS · Klaim 24 jam · Konsultasi gratis

Lihat Detail

Referensi Medis

  1. 1. Kemenkes - Program Pengendalian Malaria
  2. 2. WHO - Malaria
  3. 3. CDC - Malaria

Disclaimer medis: Artikel ini bersifat edukatif dan tidak dapat menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Selalu konsultasikan kondisi kesehatan Anda dengan tenaga medis berlisensi sebelum mengambil keputusan terkait perawatan.

Bagikan artikel ini

Penulis

Tinjauan Editorial

Tim Redaksi Medis Sehatku

Konten disusun mengacu pada sumber medis resmi

Diperbarui: 5 Juni 2026