Lewati ke konten
Penyakit

Mata Minus (Miopia): Kenapa Bisa Bertambah dan Cara Memperlambatnya

Mata minus membuat objek jauh terlihat kabur. Pahami penyebabnya bertambah dan cara memperlambat, terutama pada anak.

Tim Redaksi Sehatku
Disusun Tim Redaksi Sehatku7 menit baca6 Juni 2026Diperbarui 6 Juni 2026
Ilustrasi anak memakai kacamata
Sehatku.id

Banyak orang tua khawatir saat anaknya mulai menyipitkan mata untuk melihat papan tulis. Keluhan ini sering menjadi tanda awal mata minus atau miopia. Kabar baiknya, dengan langkah yang tepat, laju pertambahan minus pada anak bisa diperlambat.

## Apa Itu Mata Minus? {#apa-itu}

Mata minus (miopia) adalah kondisi rabun jauh: objek yang jauh terlihat kabur, sedangkan objek dekat masih jelas. Hal ini terjadi karena bola mata terlalu panjang atau lengkung kornea terlalu kuat, sehingga cahaya jatuh di depan retina, bukan tepat di atasnya.

Gejala umum meliputi sering menyipitkan mata, duduk terlalu dekat dengan layar atau buku, mengeluh pusing, dan kesulitan membaca tulisan dari jauh. Pada anak sekolah, kadang tanda pertama justru nilai yang menurun karena tidak bisa membaca papan tulis dengan jelas.

## Kenapa Minus Makin Banyak, Terutama pada Anak? {#kenapa-bertambah}

Angka miopia pada anak meningkat di banyak negara. Dua faktor gaya hidup yang banyak disorot adalah:

  • Waktu layar yang tinggi dan aktivitas jarak dekat berkepanjangan (gawai, tablet, membaca terus-menerus tanpa jeda).
  • Kurangnya waktu bermain di luar ruangan, sehingga mata jarang terpapar cahaya alami dan jarang melihat objek jauh.

Faktor keturunan juga berperan: anak dengan orang tua bermiopia lebih berisiko. Namun gaya hidup tetap dapat memengaruhi seberapa cepat minus bertambah selama masa pertumbuhan.

## Cara Memperlambat Pertambahan Minus pada Anak {#memperlambat}

Tujuan utamanya bukan menghilangkan minus yang sudah ada, melainkan memperlambat pertambahannya selama mata masih tumbuh. Beberapa langkah yang didukung bukti:

  • Perbanyak aktivitas di luar ruangan. Paparan cahaya alami sekitar 1,5–2 jam sehari dikaitkan dengan laju miopia yang lebih lambat. Ini salah satu langkah paling sederhana dan murah.
  • Batasi waktu layar dan beri jeda teratur. Hindari menatap gawai berjam-jam tanpa istirahat.
  • Terapkan aturan 20-20-20. Setiap 20 menit, alihkan pandang ke objek sejauh sekitar 20 kaki (6 meter) selama 20 detik. Ini membantu mengistirahatkan mata.
  • Jaga jarak baca yang nyaman (sekitar 30 cm) dan pastikan pencahayaan cukup.
  • Opsi medis atas anjuran dokter. Untuk anak tertentu, dokter mata dapat mempertimbangkan tetes atropin dosis rendah atau lensa khusus (misalnya lensa kontak ortokeratologi atau lensa pengendali miopia) untuk memperlambat progresivitas. Pilihan ini harus melalui pemeriksaan dan pengawasan dokter, bukan dibeli sendiri.

Tidak ada vitamin, jamu, atau senam mata yang terbukti dapat menyembuhkan minus. Berhati-hatilah terhadap klaim instan.

## Pilihan Koreksi: Kacamata, Lensa Kontak, LASIK {#koreksi}

Koreksi bertujuan membuat penglihatan kembali jelas:

  • Kacamata adalah pilihan paling aman, mudah, dan cocok untuk segala usia, termasuk anak.
  • Lensa kontak bisa menjadi pilihan bagi yang lebih besar dan disiplin menjaga kebersihan, untuk menghindari infeksi.
  • LASIK atau bedah refraktif lain hanya untuk dewasa dengan ukuran yang stabil, setelah evaluasi kelayakan oleh dokter mata. Tidak semua orang cocok menjalani LASIK.

## Luruskan Mitos: Kacamata Tidak Membuat Minus Parah {#mitos}

Ini mitos yang sangat sering beredar. Memakai kacamata tidak membuat minus makin parah. Kacamata hanya membantu cahaya jatuh tepat di retina sehingga penglihatan jelas. Pertambahan minus pada anak terjadi karena mata yang masih tumbuh dan faktor gaya hidup, bukan karena memakai kacamata.

Justru sebaliknya, membiarkan anak tidak memakai kacamata yang dibutuhkan dapat membuatnya kesulitan belajar dan beraktivitas. Gunakan kacamata sesuai resep dokter.

## Minus Tinggi Perlu Kontrol Rutin {#minus-tinggi}

Minus tinggi (umumnya di atas -6.00 dioptri) bukan sekadar soal angka kacamata. Bola mata yang sangat memanjang berisiko lebih tinggi mengalami masalah pada retina, seperti robekan atau ablasi retina, serta kondisi lain di kemudian hari.

Karena itu, orang dengan minus tinggi sebaiknya menjalani pemeriksaan mata rutin, termasuk pemeriksaan retina, meski penglihatan terasa baik-baik saja. Deteksi dini membuat penanganan lebih ringan.

## Kapan Harus ke Dokter? {#kapan-dokter}

Segera periksakan ke dokter mata bila:

  • Anak sering menyipitkan mata, duduk terlalu dekat layar, atau mengeluh tidak jelas melihat jauh.
  • Minus bertambah cepat dalam waktu singkat.
  • Muncul kilatan cahaya, bayangan mengambang (floaters) yang tiba-tiba banyak, atau seperti ada tirai gelap menutupi sebagian pandangan. Ini bisa menjadi tanda gawat pada retina dan perlu pemeriksaan segera.

Pemeriksaan mata berkala, terutama pada anak usia sekolah, adalah cara terbaik memantau dan menjaga kesehatan penglihatan.

Proteksi Kesehatan

Lindungi Keluarga dari Biaya Rumah Sakit yang Tinggi

Asuransi kesehatan Allianz dengan sistem cashless di rumah sakit rekanan Allianz. Konsultasikan kebutuhan keluarga Anda dengan agen tersertifikasi, gratis, tanpa kewajiban beli.

✓ Cashless di RS rekanan✓ Klaim cepat✓ Konsultasi gratis
Konsultasi Gratis

Asuransi kesehatan keluarga dari Allianz

Cashless di RS rekanan · Klaim 24 jam · Konsultasi gratis

Lihat Detail

Referensi Medis

  1. 1. Kementerian Kesehatan RI
  2. 2. PERDAMI
  3. 3. WHO - Eye care and vision

Disclaimer medis: Artikel ini bersifat edukatif dan tidak dapat menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Selalu konsultasikan kondisi kesehatan Anda dengan tenaga medis berlisensi sebelum mengambil keputusan terkait perawatan.

Bagikan artikel ini

Penulis

Tinjauan Editorial

Tim Redaksi Medis Sehatku

Konten disusun mengacu pada sumber medis resmi

Diperbarui: 5 Juni 2026