Migrain bukan sekadar sakit kepala biasa. 1 miliar orang dunia menderita migrain dengan dampak ekonomi & kualitas hidup yang besar.
Tim Redaksi Sehatku
Direview dr. Andi Pratama, Sp.PD, M.Kes6 menit baca18 Mei 2026Diperbarui 18 Mei 2026
Migrain ≠ sakit kepala biasa. Indonesia: prevalensi 11-22%. Wanita 3x lebih sering kena. Dampak: produktivitas turun, hubungan sosial terganggu.
Jenis migrain: dengan vs tanpa aura
Migrain tanpa aura (75% kasus)
Kriteria diagnosa (minimal 5 serangan):
Durasi 4-72 jam tanpa pengobatan
≥2 dari: sebelah kepala, berdenyut, sedang-berat, memburuk dengan aktivitas
≥1 dari: mual/muntah, photophobia, phonophobia
Migrain dengan aura (25% kasus)
Aura = gejala neurologis 5-60 menit SEBELUM sakit kepala:
Visual: zigzag, kilatan cahaya, blind spot
Sensorik: kesemutan menjalar tangan ke wajah
Bicara: kata-kata tertukar
Motorik (jarang): kelemahan setengah badan (hemiplegic migraine - mirip stroke)
Migrain kronik
Sakit kepala ≥15 hari/bulan selama 3 bulan
Min 8 hari/bulan memenuhi kriteria migrain
Butuh obat pencegahan
Trigger migrain umum
Identifikasi & hindari trigger pribadi (catat di jurnal migrain).
Makanan & minuman
Cokelat, keju tua (cheddar, blue cheese)
MSG (mecin)
Daging olahan (nitrate: bacon, sosis, ham)
Anggur merah, alkohol
Buah sitrus
Kafein berlebih ATAU tiba-tiba stop kafein
Hormonal (wanita)
Menstruasi (migrain mens)
Ovulasi
Pil KB hormonal
Hamil (sering membaik, kadang memburuk)
Menopause
Lingkungan
Cahaya terang/berkedip (LED, fluoresen, matahari)
Bau menyengat (parfum, BBM, asap)
Cuaca berubah (tekanan udara, hujan)
Suhu ekstrem
Ketinggian
Lifestyle
Kurang tidur ATAU tidur berlebih
Skip makan / dehidrasi
Stres atau "let-down" setelah stres
Olahraga berat tiba-tiba
Postur buruk, ketegangan leher
Layar HP/laptop terlalu lama
Proteksi Kesehatan
Lindungi Keluarga dari Biaya Rumah Sakit yang Tinggi
Asuransi kesehatan Allianz cashless di 1500+ rumah sakit Indonesia. Konsultasikan kebutuhan keluarga Anda dengan agen tersertifikasi, gratis, tanpa kewajiban beli.
Disclaimer medis: Artikel ini bersifat edukatif dan tidak dapat menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Selalu konsultasikan kondisi kesehatan Anda dengan tenaga medis berlisensi sebelum mengambil keputusan terkait perawatan.