Lewati ke konten
Penyakit

Migrain vs Sakit Kepala Biasa: Cara Membedakan dan Kapan Harus Waspada

Migrain dan sakit kepala tegang berbeda. Kenali cirinya, cara meredakan, dan tanda bahaya yang tak boleh diabaikan.

Tim Redaksi Sehatku
Disusun Tim Redaksi Sehatku8 menit baca6 Juni 2026Diperbarui 6 Juni 2026
Ilustrasi orang dengan sakit kepala
Sehatku.id

Hampir semua keluhan di kepala sering disebut "migrain". Padahal migrain dan sakit kepala tegang (tension-type headache) adalah dua hal yang berbeda, dengan penanganan yang juga berbeda. Mengenali bedanya membantu Anda memilih cara meredakan yang tepat dan tahu kapan harus waspada.

## Apa bedanya? {#beda}

Keduanya termasuk sakit kepala primer, artinya nyeri itu sendiri yang menjadi masalah, bukan tanda penyakit lain yang berbahaya. Bedanya terletak pada sifat nyeri, lokasi, dan gejala penyertanya. Sakit kepala tegang adalah jenis yang paling umum dan biasanya ringan, sedangkan migrain cenderung lebih berat dan mengganggu aktivitas.

## Ciri khas migrain {#migrain}

Migrain umumnya terasa berdenyut dan sering hanya di satu sisi kepala (meski bisa berpindah atau di kedua sisi). Nyerinya sedang hingga berat dan biasa memburuk saat beraktivitas, bahkan saat menunduk atau naik tangga.

Ciri penyerta yang khas:

  • Mual atau muntah
  • Sensitif terhadap cahaya (fotofobia) dan suara (fonofobia)
  • Kadang didahului aura, yaitu gangguan sementara seperti melihat kilatan cahaya, garis berkelok, atau kebas di tangan, biasanya 5-60 menit sebelum nyeri muncul

Satu serangan bisa berlangsung beberapa jam hingga 2-3 hari. Banyak orang merasa perlu berbaring di ruang gelap karena cahaya dan suara terasa menyiksa.

## Ciri sakit kepala tegang {#tegang}

Sakit kepala tegang terasa seperti diikat atau ditekan di sekeliling kepala, biasanya di kedua sisi. Nyerinya tumpul, ringan hingga sedang, dan tidak berdenyut. Berbeda dengan migrain, jenis ini umumnya tidak disertai mual dan tidak terlalu terganggu oleh cahaya atau suara. Aktivitas fisik biasa pun tidak membuatnya jauh lebih parah. Pemicunya sering kelelahan, kurang tidur, stres, atau posisi duduk yang lama.

## Tabel perbandingan {#tabel}

CiriSakit kepala tegangMigrain
Sifat nyeriTertekan/terikatBerdenyut
LokasiKedua sisiSering satu sisi
IntensitasRingan-sedangSedang-berat
Mual/muntahJarangSering
Sensitif cahaya/suaraJarangYa
AuraTidakKadang ada
Aktivitas memperberatTidakYa

## Cara mengatasi {#atasi}

Untuk migrain, langkah awal yang membantu:

  • Istirahat di ruangan gelap dan tenang, jauh dari cahaya terang dan suara bising
  • Minum pereda nyeri lebih dini, segera setelah gejala terasa, karena lebih efektif daripada menunggu nyeri memuncak. Parasetamol atau ibuprofen sesuai aturan pakai bisa membantu
  • Untuk migrain yang berat, dokter dapat meresepkan triptan, obat khusus migrain yang hanya tersedia dengan resep. Jangan membeli sendiri tanpa konsultasi
  • Bila serangan sering (misalnya beberapa kali sebulan) atau sangat mengganggu, dokter mungkin menyarankan obat pencegahan yang diminum rutin untuk menurunkan frekuensi serangan

Untuk sakit kepala tegang, sering cukup dengan istirahat, kompres hangat di leher, perbaikan posisi duduk, kelola stres, dan pereda nyeri sesekali. Hati-hati: memakai pereda nyeri terlalu sering justru bisa memicu sakit kepala karena penggunaan obat berlebihan (medication-overuse headache). Jika Anda butuh obat pereda lebih dari 2-3 hari per minggu secara rutin, konsultasikan ke dokter.

Mitos yang perlu diluruskan: migrain bukan sekadar "kebanyakan pikiran" dan tidak otomatis sembuh hanya dengan kerokan atau minum kopi. Migrain adalah kondisi neurologis nyata yang bisa dikelola dengan tepat.

## Tanda bahaya: segera ke IGD {#bahaya}

Sebagian besar sakit kepala tidak berbahaya. Namun beberapa pola bisa menandakan kondisi serius dan harus segera diperiksa ke IGD:

  • Sakit kepala terhebat seumur hidup yang muncul mendadak seperti petir (memuncak dalam hitungan detik hingga menit)
  • Sakit kepala disertai demam dan leher kaku (kaku kuduk)
  • Sakit kepala setelah cedera atau benturan kepala
  • Disertai kelemahan satu sisi tubuh, wajah merot, atau bicara pelo (tanda kemungkinan stroke)
  • Disertai gangguan penglihatan mendadak, kejang, atau penurunan kesadaran
  • Sakit kepala yang makin lama makin memberat dari hari ke hari, atau pola yang benar-benar baru pada usia di atas 50 tahun

Jika menemui salah satu tanda di atas, jangan tunda. Penanganan cepat sangat menentukan, terutama pada stroke.

Proteksi Kesehatan

Lindungi Keluarga dari Biaya Rumah Sakit yang Tinggi

Asuransi kesehatan Allianz dengan sistem cashless di rumah sakit rekanan Allianz. Konsultasikan kebutuhan keluarga Anda dengan agen tersertifikasi, gratis, tanpa kewajiban beli.

✓ Cashless di RS rekanan✓ Klaim cepat✓ Konsultasi gratis
Konsultasi Gratis

Asuransi kesehatan keluarga dari Allianz

Cashless di RS rekanan · Klaim 24 jam · Konsultasi gratis

Lihat Detail

Referensi Medis

  1. 1. Kemenkes
  2. 2. PERDOSSI
  3. 3. WHO - Headache disorders

Disclaimer medis: Artikel ini bersifat edukatif dan tidak dapat menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Selalu konsultasikan kondisi kesehatan Anda dengan tenaga medis berlisensi sebelum mengambil keputusan terkait perawatan.

Bagikan artikel ini

Penulis

Tinjauan Editorial

Tim Redaksi Medis Sehatku

Konten disusun mengacu pada sumber medis resmi

Diperbarui: 5 Juni 2026